Menjadi Janda Gara-gara Janda

Menjadi Janda Gara-gara Janda
maya dan Dian


__ADS_3

"Ajeng,Ajeng kasihan banget sih hidup kamu,padahal kamu itu udah baik banget karena mau nolongin Anya,tapi karena aku tidak mau keluarga Dimas menyalahkan ku jadi terpaksa deh aku mengkambing hitamkan kamu." ucap maya sambil menyeringai


"Urusan Ajeng udah beres,tinggal ngurus masalah kekasih Dimas aku tidak akan membiarkan mereka berdua menikah,dan hidup bahagia pokok nya mas Dimas cuman buat aku tidak boleh di rebut Ajeng atau wanita lain."


di lain sisi Dimas dan Dian sedang membeli buah tangan untuk sang calon mertua.


"Sayang ibu mu suka buah apa.?"tanya dian kepada Dimas


"Ibuku sangat menyukai apel,tapi buah yang lain juga suka kok."jawab Dimas yang mendapat anggukan dari Dian


"Ya udah aku beli apel,jeruk,dan yang lain nya juga?."ucap Dian sambil terus memilih buah


"Sudah sayang itu sudah cukup,di keluarga ku hanya ada ibu,bapak dan anak ku anya."ucap Dimas menjelaskan kepada Dian


"Tidak apa-apa sayang,lagi pula kan ini kali pertama aku berkunjung kesana,jadi tidak apa jika beli beberapa buah tangan." ucap Dian tulus


"Terserah kamu saja,apapun yang akan kamu bawa aku sangat berterima kasih karena, kamu sudah mau menerima aku dan keluargaku." ucap Dimas bersyukur


"Tidak lama lagi kan itu juga akan jadi keluarga ku,sayang." ucap Dian sambil tersenyum


"Aku udah nih pilih buah nya,sekarang aku mau nyari mainan untuk anak kamu.?" ucap Dian sambil mendorong troli nya di supermarket


"Sayang aku rasa itu tidak perlu deh,anak aku masih kecil belum terlalu mengerti mainan.?" ucap Dimas karena tidak enak jika Dian harus membeli banyak barang untuk keluarga nya


"Udah kamu diam aja ya,biar aku yang pilih."


Dian pun pergi meninggalkan Dimas yang masih termenung karena melihat tingkah laku Dian yang keras kepala,tapi jauh dari lubuk hati yang paling dalam,Dimas sangat bahagia karena Dian mau menerima dirinya dan keluarganya


"Aku bersyukur karena,tuhan telah mengirimkan bidadari berwujud kamu sayang." gumam Dimas

__ADS_1


sementara itu Ajeng dan Amar sedang sibuk berdebat masalah pesta ulah tahun iki.


"Amar sudah aku katakan,aku tidak suka pesta meriah dan membuang-buang uang saja,lebih baik kita membeli kue biasa dan tiup lilin saja,tidak perlu mengundang banyak orang dan membuat pesta.?" tutur Ajeng yang tidak mau ulang tahun Iki kali ini di rayakan


"Tapi Ajeng kali ini saja ya,aku ingin sekali melihat Iki bahagia dalam pesta ulang tahun nya.?" ucap Amar memohon


"Tidak amar,sekali tidak ya tidak aku mau nya kita membeli kue biasa dan tiup lilin saja tidak usah ada pesta jika, kau tetap memaksa aku marah pada mu." ucap Ajeng sambil membuang muka


"Baiklah baiklah aku tidak akan mengadakan pesta,dan aku akan menuruti dirimu kita cuma tiup lilin saja tidak lebih."ucap amar pasrah


"Nah itu baru Amar."ucap Ajeng sambil tersenyum


"Asalkan kau bahagia,aku rela untuk terus mengalah karena,kebahagiaan yang paling penting dari apapun."gumam amar dalam hati


"Ya sudah aku mau istirahat dulu ya,dan kamu juga,mm selamat istirahat."ucap Ajeng gugup dan salah tingkah


"Terima kasih,selamat malam."ucap amar sambil tersenyum


"Andai saja kamu tau isi hati ku, Ajeng maka malam ini adalah malam terindah yang pernah aku rasakan,tapi apalah daya diri ini bagaikan pungguk merindukan bulan."


"Besok akua akan berusaha untuk menyatakan isi hati ku kepada mu,dan aku akan menerima apapun jawaban mu." ucap amar bersemangat


saat ini Maya sedang bersiap untuk pergi menemui ibu Dimas,dengan beralasan untuk menengok Anya kembali,tapi siapa sangka saat Maya baru saja sampai,disana sudah ada Dimas dan Dian sedang bercengkrama dengan sang ibu dan bapak dari Dimas


"Aduh nak Dian ini repot-repot sekali membawakan ini semua untuk,ibu.?" ucap sang ibu tak enak hati


"Tidak apa-apa bu itu hanya buah,lagipula aku kan baru pertama kali bertemu dengan ibu jadi aku tidak tau apa kesukaan ibu dan bapak.?"ucap Dian tulus


"Ini saja bapak,dan ibu sudah sangat bersyukur,terima kasih ya nak Dian.?"ucap bapak Dimas tulus

__ADS_1


"Iya pak sama-sama." jawab Dian


"Oia pak,bu Dian ini orang yang menolong Dimas saat,Dimas sedang susah dulu waktu di sebrang dan keluarga Dian juga yang mengajak Dimas berbisnis ,hingga Dimas kembali menjadi seperti ini."ucap Dimas menjelaskan


"Benarkah.terima kasih ya nak Dian,ibu tidak tau harus dengan cara apa ibu membalas budi kebaikan nak Dian dan keluarga.?"ucap ibu Dimas lirih sambil memegang tangan Dian


"Tidak perlu seperti itu bu,Dian bisa di terima dengan baik saja itu lebih dari cukup." ucap Dian


"Kamu ini anak baik nak."saat ibu Dimas ingin melanjutkan ucapan nya tiba-tiba Maya datang dengan wajah merah padam menahan emosi


"Ibu, bapak,dimas.?" ucap maya tak percaya dirinya kalah satu langkah dari Dian


"Maya untuk apa kamu datang kemari.?" tanya Dimas emosi


"Sabar Dimas,Maya kemari untuk bertemu dengan Anya." ucap sang ibu


"Untuk apa bu wanita seperti itu ingin menemui putri ku.?" ucap Dimas yang emosi nya meluap-luap


"Sabar sayang." ucap Dian menenangkan


"Ibu sedang apa gadis itu ada di sini.?" tanya Maya kepada sang ibu


"Kamu sudah kenal dengan Dian,Maya.?" ucap sang ibu balik nanya


"Tidak bu,tapi untuk apa gadis itu ada di sini.?" ucap Maya tak sabar


"Itu Dian,Dian itu calon istri Dimas,Maya.?" ucap ibu Dimas memberitahu Maya sambil memegang tangan Dian


"Apa,,,lalu bagaimana dengan ku bu.?" ucap Maya sedikit emosi

__ADS_1


"Cukup Maya kamu itu cuma masa lalu buat ku." ucap Dimas sedikit berteriak


__ADS_2