
Sementara itu di kediaman Amar semua dekorasi sudah siap dan sebentar lagi acara akan di mulai. hanya orang-orang dekat saja yang mereka undang, termasuk Dimas dan kekasih nya.
"Apa semua nya sudah datang semua?." tanya Ica kepada Ajeng
"Seperti nya sudah." jawab Ajeng singkat
"Kalau begitu aku mulai ya." tanya Ica yang hadir sebagai MC di acara itu
"Silahkan." ucap Ajeng mempersilahkan
"Selamat malam semuanya, tolong perhatian nya sebentar." ucap Ica dan seketika semua orang terdiam
"Ok terima kasih. seperti yang kita ketahui malam ini adalah acara yang sangat spesial bagi pangeran kecil kita Riki Saputra. yang tengah berulang tahun yang ke lima tahun, mari kita ucapkan selamat ulang tahun dan mulai acara intinya." ucap Ica gembira
dan semua orang yang ada di sana mengucapkan selamat ulang tahun kepada Iki secara serempak
"Selamat ulang tahun Iki." ucap semua orang
"Terima kasih kakak cantik, dan tampan." ucap Iki sambil tersenyum
"Baiklah mari kita mulai acara nya." ucap Ica
dan acara pun di mulai dan berjalan dengan lancar, akhirnya apa yang Amar tunggu hari ini terjadi.
"Amar." ucap Ajeng sedikit malu
"Iya ada apa Ajeng?." tanya Amar kepada Ajeng
"Eh. apa pertanyaan yang tadi siang itu masih berlaku sekarang?." tanya Ajeng ragu
"Pertanyaan yang mana ya?." amar pura-pura lupa padahal dia tau apa yang Ajeng tanyakan
"Mm tidak jadi." ucap Ajeng kecewa
saat Ajeng hendak pergi tiba-tiba Amar menarik tangan Ajeng dan berjongkok di depan nya.
"Eh. apa yang kau lakukan Amar,ayo bangun lah." ucap Ajeng malu karena banyak mata yang melihat kearah nya termasuk Dimas
"Ajeng. aku memang tidak sebaik dan sesempurna lelaki di luaran sana. tapi aku ingin menjadi laki-laki yang mampu menjaga dan melindungi mu dan Iki." ucap Amar sambil terus memegang tangan Ajeng
"Amar hentikan aku malu." ucap Ajeng lirih
"Ajeng maukah kau menjadi kekasih ku?? dan menjadi calon ibu dari anak-anakku kelak?." ucap Amar sedikit gugup
__ADS_1
dan semua orang bersorak agar Ajeng menerima Amar dan mau menjadi kekasih nya.
"Terima ,, terima ,, terima." ucap semua orang
"Ayo Ajeng terima." ucap Ica sambil bersorak
"Ayo mah terima, biar aku cepat punya Dede bayi." ucap Iki berbisik di samping Ajeng
"Aku tanya sekali lagi Ajeng, jika kau tidak bersedia katakan saja aku tidak akan marah."ucap Amar pasrah
"Ayo pah semangat. bilang sama mamah lagi kalo papah sayang sama mamah." ucap Iki menyemangati Amar
"Iya sayang papa coba yah. Ajeng maukah kamu menjadi kekasih ku?? dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak?." tanya Amar bersemangat
"Iya aku bersedia." ucap Ajeng sedikit malu
"Yes, yes akhirnya terima kasih Ajeng." Amar pun langsung memeluk Ajeng dan membawanya berputar-putar
"hore." semua orang pun bersorak bahagia dan memberikan ucapan selamat untuk Ajeng dan Amar
"Selamat ya pak Amar. semoga langgeng." ucap salah satu tamu
"Selamat yah pak."
"Selamat ya pak, akhirnya bapak punya pasangan juga dan bukan jomblo akut lagi." ucap Ica seketika membuat Ajeng tertawa
"Dan untuk mu Ajeng, selamat ya aku ikut bahagia melihat mu bahagia." ucap Ica tersenyum sambil memeluk sahabat nya itu
"Terima kasih Ica. kamu memang sahabat baik ku."
"Papa sekarang papa dan mama sudah jadian lalu kapan aku di berikan Ade bayi?." tanya Iki sontak membuat semua orang yang ada di sana tertawa mendengar nya
"Sabar ya sayang nanti papa akan berikan Iki banyak adik ok." ucap Amar sambil terkekeh
disaat Amar dan Iki sedang bercanda, Dimas datang memberikan selamat
"Selamat ya Amar, semoga kalian cepat melangkah ke pelaminan dan hidup bahagia." doa Dimas tulus tapi terdengar sedih
"Terima kasih Dimas." ucap Amar singkat
"Oia Amar tolong jaga dan sayangi mereka, jangan buat Ajeng dan Iki menderita seperti apa yang aku lakukan dulu, aku percaya padamu. kau bisa menjaga nya dengan baik." ucap Dimas lirih dan menyerahkan Ajeng dan Iki sepenuhnya kepada Amar
"Pasti. kamu tenang saja aku akan menjaga mereka dengan baik."
__ADS_1
"Dan untuk pangeran kecil papah." ucap Dimas sedih dan memeluk Iki. "Maafkan papah ya nak karena dulu papa tega sama kalian berdua, jaga baik-baik mama mu yah dan Iki jangan nakal sayang. papa sayang Iki." ucap Dimas terus meneteskan air mata
"Iya aku akan jaga mama baik-baik. dan om tenang saja papah Amar pasti akan menjaga kami berdua dengan baik dan tidak akan pernah meninggalkan kami." ucap Iki sedih dan langsung berlari
"Iki ,, Iki." ucap Amar berteriak
"Kejarlah Amar, dan sampai kan permohonan maaf ku." ucap Dimas lirih
di lain sisi Ajeng dan Ica sedang duduk dan mengobrol tiba-tiba Dian datang dengan wajah sendu.
"Mm hay, boleh aku gabung?." tanya Dian kepada Ajeng dan Ica
"Boleh silahkan." ucap Ajeng mempersilahkan
"Ajeng dia itu siapa?." tanya Ica berbisik
"Sudah nanti juga kamu tau." jawaban Ajeng tidak membuat Ica puas
"Ish." desis Ica
"Ayo duduk di sini Dian." ajak Ajeng menepuk-nepuk kursi di sebelah nya
"Terima kasih." ucap Dian tulus
"Oia ada apa?? kenapa wajah mu murung begitu,apa kau tidak menikmati pestanya?." tanya Ajeng yang mendapatkan gelengan kepala dari Dian
"Tidak. aku sangat menikmati pestanya." ucap Dian tersenyum kecut
"Lalu ada apa?." tanya Ica tak sabar
"Ica tidak boleh seperti itu." ucap Ajeng
"Lalu apa yang membuat mu murung sperti itu Dian?." tanya Ajeng untuk kesekian kali nya
"Tidak apa-apa aku hanya tidak enak badan saja." ucap Dian berbohong
Ajeng yang melihat guratan kebohongan dari wajah Dian langsung saja menjelaskan apa yang sedang di pikirkan Dian.
"Aku tau kamu sedang berbohong untuk menutupi semua kecemasan dan isi hati kamu kan?." tanya Ajeng membuat Dian salah tingkah
"Kamu tenang saja Dian, aku dan mas Dimas hanya masa lalu dan aku sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap mas Dimas, begitu juga dengan mas Dimas. dia merasa sedih seperti itu bukan karena masih mencintai ku tapi dia merasa sedih karena anak yang dulu sangat menyayangi nya, sekarang berubah menjadi sangat membencinya. jadi kamu tidak usah merasa sedih ya,mas Dimas itu sayang sama kamu dan aku yakin mas Dimas juga sangat mencintai mu." ucap Ajeng menjelaskan apa yang sedang Dian pikirkan
"Hiks hiks hiks maafkan aku Ajeng, kau tau apa yang aku cemaskan walaupun aku tidak mengatakan nya. dan maaf aku kira mas Dimas masih mencintai mu dan ternyata aku telah berburuk sangka pada mu dan mas Dimas." ucap Dian sambil menangis
__ADS_1
"Sudah jangan menangis nanti riasan my rusak, dan ya kan kamu tadi dengar sendiri kalau aku sudah memilih mas Amar untuk menjadi pendamping ku. berarti aku sudah 100% melepas mas Dimas." ucap Ajeng
"Terima kasih Ajeng terima kasih." ucap Dian tulus