Menjadi Janda Gara-gara Janda

Menjadi Janda Gara-gara Janda
Dian di culik


__ADS_3

Maya pergi dengan perasaan kesal dan marah, karena Dimas sudah berani menolak nya secara mentah-mentah.


"Awas kamu, Dimas, aku pasti akan balas semua yang kamu, lakukan terhadap ku tadi."


"Dan untuk Dian, kita lihat sejauh mana kamu, akan mampu bertahan dengan kekasih mu itu." gumam Maya,


"Pokonya bagaimana pun caranya, pernikahan mas Dimas, dengan Dian, harus batal aku, tidak mau jika mereka hidup bahagia." ucap Maya, yang terus saja marah.


Di saat Maya, sedang kesal tiba-tiba datang seorang pria, sambil memberikan Maya, sebuah kartu namanya.


"Hay, nona manis, boleh aku duduk?." tanya pria itu kepada Maya.


"Silahkan!!" jawab Maya cuek


"Sepertinya nona manis ini sedang ada masalah!" tanya pria itu kembali.


"Bukan urusan mu." jawab Maya, ketus.


"Jangan galak-galak begitu. perkenalkan nama aku Romi." ucap Romi memperkenalkan diri.


"Itu tidak penting." ucap Maya.


"Baiklah, ini kartu nama ku, disitu ada alamat dan nomor telepon ku, jika kau butuh bantuan, kau bisa menghubungi ku di nomor itu." ucap Romi, memberikan kartu namanya.


"Terima kasih, tapi maaf aku tidak butuh itu." ucap Maya, memberikan kembali kartu nama itu kepada Romi.


"Lebih baik kamu pegang saja, siapa tau besok atau nanti kau berubah pikiran." ucap Romi, meninggalkan Maya, yang kebingungan.


"Dasar orang gila, untuk apa dia memberikan ku, kartu ini!!" gumam Maya kesal.


"Tapi baiklah, lebih baik aku simpan dulu siapa tau dia bisa membantuku nanti." ucap Maya, sambil menyimpan kartu nama tersebut di dompet nya.


"Lebih baik aku, pergi menemui ibu Dimas, agar aku bisa mengetahui persiapan apa yang sudah mereka buat agar, aku bisa dengan mudah mengacau kan nya." ucap Maya, dan langsung pergi menuju kediaman ibu Dimas.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih, akhirnya Maya, tiba di kediaman ibu Dimas.


"Akhirnya sampai juga, aku harus buat ibu Dimas, memberitahu ku, semua persiapan mereka." gumam Maya.


...tok tok tok...


"Assalamualaikum." ucap Maya, memberi salam.


"Loh kok sepi ya!! aku coba sekali lagi deh."


"Assalamualaikum, Bu Ibu." panggil Maya kepada ibu Dimas.

__ADS_1


"Pada kemana sih nih orang, kok rumah nya sepi ataw jangan-jangan mereka, pergi ke tempat Dimas ya." ucap Maya bertanya-tanya


"Sial, sia-sia juga kan kesini." ucap Maya kesal.


Di lain sisi Dimas dan Dian, sudah selesai mencetak kartu undangan, dan tinggal di bagi-bagi kan saja kepada kerabat ataw teman dekat nya.


"Mas, kita bagikan ini kemana dulu ya?." tanya Dian kepada Dimas.


"Lebih baik kita, ke kantor dulu. setelah itu baru kita bagikan kepada kerabat kita." jawab Dimas yang mendapat anggukan dari, Dian.


"Baiklah mas, tapi kalo ke kantor aku tidak bisa ikut mas?." ucap Dian kepada Dimas.


"Loh kenapa!!" tanya Dimas.


"Aku malu lah mas, aku kan ga kerja di situ jadi kamu saja ya." jawab Dian lirih.


"Baiklah, kalau kamu tidak mau ikut mas, ke kantor lebih baik, kamu istirahat saja. mas lihat seperti kamu kelelahan." usul Dimas kepada Dian.


"Iya mas, aku memang sedikit lelah." ucap Dian, sambil tersenyum.


"Ya sudah, ayo mas antar kamu pulang ke, apartemen mu dulu." ucap Dimas kepada Dian.


Dimas pergi mengantar kan Dian, pulang ke apartemen nya terlebih dahulu, saat dalam perjalanan mobil Dimas dan mobil Maya berpapasan. saat berpapasan tadi Maya, langsung saja putar arah dan mulai mengikuti kemana Dimas dan Dian pergi.


"Aku tidak boleh kehilangan jejak mereka, pokonya aku harus tau mau pergi kemana mereka itu." ucap Maya.


setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya mobil yang di tumpangi Dimas dan Dian berhenti, di sebuah gedung apartemen di daerah xx.


Dimas yang tidak mengetahui jika mobil nya, di ikuti oleh Maya, tidak merasa curiga dan turun langsung mengantarkan Dian ke lobi apartemen nya.


"Sayang, aku hanya bisa mengantarkan mu, sampai di sini saja, apa kau tidak keberatan?." tanya Dimas tak enak hati kepada Dian.


"Tentu saja tidak, malah aku berterima kasih kepada mu sayang, karena sudah mau mengantar kan ku." ucap Dian tulus.


"Baiklah, kalau begitu mas, pergi dulu ya ,, cup." ucap Dimas berpamitan sambil mencium kening milik Dian.


"Iya sayang hati-hati ya!!" ucap Dian, mengingatkan.


Maya yang melihat tingkah laku romantis Dimas, kepada Dian seketika emosi dan cemburu.


"Dasar kurang ajar kalian." ucap Maya kesal.


"Seperti nya mas Dimas, hanya mengantar nya sampai di lobi saja, bagus ini kesempatan ku untuk memulai rencana ku." ucap Maya tersenyum menyeringai.


setelah Dimas pergi, Dian hendak kembali ke apartemen nya, saat itu Maya datang dengan memakai topi dan masker, lalu menarik tangan Dian, sambil menodongkan pisau di punggung nya.

__ADS_1


"Awww!!" pekik Dian. Siapa kamu lepaskan tangan ku." ucap Dian memberontak.


"Diam,atau aku akan membunuh mu." ancam Maya, kepada Dian.


"Tapi mau apa kamu, siapa kamu sebenarnya." tanya Dian kembali.


"Kamu tidak usah tau siapa aku, dan apa mau ku. lebih baik kau diam dan ikut saja dengan ku." ucap Maya kepada Dian.


"Tolong lepaskan aku." rengek Dian, minta tolong.


"Mau di bawa kemana aku?." tanya Dian kembali.


Maya membawa Dian, masuk kedalam mobil dan membius nya hingga Dian, jatuh pingsan.


"Apa yang kamu laku~" sebelum Dian, menyelesaikan ucapan nya, Dian keburu di bius dan pingsan.


"Aku, harus segera pergi dari sini, untung tidak ada orang yang melihat ku." ucap Maya lega.


akhirnya Dian di culik oleh Maya, dan di bawa ke luar kota, kerumah Maya dulu.


setelah menempuh perjalanan selama dua jam akhirnya Maya, tiba di kediaman nya dulu.


cittt suara decitan rem mobil, di depan pekarangan rumah Maya.


"Hupt akhirnya, nyampe juga." gumam Maya.


"Duh berat banget sih, padahal badan kamu tuh kecil tapi berat banget ya." ucap Maya, mengeluh saat memapah Dian.


"Pokonya aku ga bakalan, biarin kamu menikah dengan mas Dimas." ucap Maya sambil menaruh, Dian di atas kasur dan mengikat nya.


"Aku, harus menyewa seseorang, untuk menjaga nya, karena aku harus kembali ke Jakarta agar Dimas, tidak mencurigai ku." saat Maya sedang berpikir, siapa yang akan menjaga Dian, selama dirinya di Jakarta tiba-tiba Romi datang dan mengagetkan nya.


"Biar aku saja!!" pekik Romi.


"Kau ,, bagai ,, bagaimana bisa kamu, ada di sini?." tanya Maya, khawatir.


"Kamu tidak perlu tau itu semua, tapi yang jelas aku ada di sini untuk membantumu." ucap Romi santai.


"Tapi, apa kau bisa aku percaya!!" pekik Maya.


Bersambung....


tunggu up berikutnya ya, jangan lupa like sama komen nya, karena itu semua berarti untuk saya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2