Menjadi Janda Gara-gara Janda

Menjadi Janda Gara-gara Janda
isi hati iki


__ADS_3

Dimas mencoba bersabar karena ini memang kesalahan nya dulu.yang tega meninggalkan Iki demi Maya dan anya,yang ternyata tega melukainya untuk yang kesekian kali nya.


"Sabar ya Dimas. suatu saat nanti Iki pasti akan berusaha mengingat mu." ucap Amar menenangkan Dimas


"Iya Iki tidak salah yang salah itu aku.karena dulu pernah menyakiti dan menyia-nyiakan Iki." ucap Dimas lirih


"Ya sudah kita makan siang bersama saja,lagipula Ajeng dan kekasih mu sedang bersama juga?."ajak Amar yang langsung di setujui Dimas


"Baiklah lagi pula aku juga kangen makan bersama anak ku."ucap Dimas lirih


"Ya sudah aku panggil Ajeng dulu."


Ajeng dan Dian pun berniat untuk mengajak Amar dan yang lain untuk makan siang bersama


"Dian ini sudah waktunya makan siang,apa kau mau makan siang bersama kami?." ajak Ajeng kepada Dian dan sebelum Dian menjawab Amar keburu datang


"Rupanya kalian di sini?." ucap amar kepada ajeng dan Dian


"Amar. ada apa mencari kami?." tanya Ajeng kepada Amar


"Kami semua ingin makan siang,apa kau ingin ikut makan siang bersama kami?."tanya amar mengajak Ajeng


"Loh kok bisa sama ya,aku dan Dian baru saja ingin mengajak kalian makan siang.tapi malah keburu kamu dulu yang mengajak kami."ucap Ajeng sambil tersenyum


"Berarti kita jodoh dong."ucap amar terkekeh


"Hmz lebih baik kita segera kesana,kasihan mereka sudah menunggu lama." ucap Ajeng sambil menarik tangan Dian


"Ayo Dian."


"Ayo."jawab Dian singkat


sedangkan Amar masih terdiam melihat tingkah laku Ajeng yang malu-malu kucing


diam-diam Amar tersenyum bahagia


"Aku yakin suatu saat nanti kamu pasti akan menerima cintaku." ucap amar sambil menyusul Ajeng


"Ajeng." panggil Dimas


"Apa kalian sudah menunggu lama?." tanya Ajeng kepada Dimas

__ADS_1


"Mm lumayan."jawab Dimas singkat


"Mama kenapa mama lama sekali sih.aku kan sudah lapar."ucap Iki membuat Ajeng tersenyum gemas


"Oh ya ampun jagoan mama sudah lapar sekali ya,maaf kan mama ya tadi mama kelamaan belanja nya ?." ucap Ajeng sambil menjewer kuping nya sendiri


"Baiklah aku maaf kan mama."jawab Iki ketus


"Kalo mama sudah di maaf kan,kalau begitu Iki senyum dong."ucap Ajeng sambil mencubit hidung mungil Iki


"Mama sudah hentikan.aku saat ini sedang lapar dan malas untuk bercanda."Ajeng yang mendengar Iki berkata seperti itu hanya bisa pasrah akan sifat anak laki-laki nya itu


"Baiklah Iki mau makan apa hmz?."tanya Ajeng


"Aku mau makan spaghetti mah."jawab Iki bersemangat


"Tapi sayang."saat Ajeng hendak menolak permintaan iki tiba-tiba Amar memotong ucapan nya


"Baiklah jagoan ayo kita makan spaghetti."ucap Amar sambil menggendong Iki


"Hore papa memang yang terbaik."


Dimas yang melihat keakraban Iki dengan Amar.seketika hatinya merasa sangat sakit,sebab dia adalah ayah kandung dari Iki tapi dia tidak di anggap dan lebih memilih orang lain sebagai pelindung nya.


"Iya sayang.ya sudah ayo kita susul mereka."ucap Dimas lirih ada nada kesedihan di dalam ucapan nya


"Aku tau kamu pasti sedih dengan apa yang Iki lakukan pada mu,tapi kamu jangan berkecil hati suatu saat nanti Iki pasti akan bersikap seperti dulu lagi padamu."ucap Ajeng sambil melangkah pergi


Dimas dan Dian yang mendengar Ajeng berkata seperti itu merasa apa yang di katakan,Ajeng memang benar adanya semua itu butuh proses


"Mama ayo duduk disini."ucap Iki sambil menarik kursi di sebelah kirinya


"Iya sayang."


"Ajeng kamu mau pesan apa?."ucap Amar memberikan buku menu kepada Ajeng


"Apa aja deh apa yang kalian pesan aku juga sama."ucap Ajeng cuek


"Oh baiklah.dan kamu Dimas mau pesan apa?."tanya Amar kepada Dimas


"Aku dan Dian sama seperti apa yang kalian pesan." jawab Dimas sambil melihat wajah bahagia sang anak

__ADS_1


mereka makan dengan sangat harmonis seperti pasangan yang sedang doubel date


"Setelah ini rencana kalian mau pergi kemana?."ucap Dimas bertanya kepada Amar


"Setelah ini kami mau pulang,karena di rumah juga sedang ada yang kami lakukan."jawab Amar jujur


"Oh tadinya aku ingin mengajak kalian pergi menonton bioskop,saat ini ada film terbaru yang sangat seru." ucap Dimas


"Lain kali saja ya saat kami ada waktu luang,kami pasti tidak akan menolak ajakan mu."jawab Amar tak enak hati


"Baiklah aku mengerti.kalian hati-hati ya di jalan nya?." ucap Dimas mengingatkan Amar dan Ajeng


"Pasti aku akan selalu berhati-hati."


saat di dalam mobil Ajeng langsung saja bertanya kepada Iki kenapa dia sampai bersikap seperti itu kepada orang yang lebih tua darinya bahkan dia itu ayah nya sendiri


"Iki sayang,kenapa tadi kamu berbicara seperti itu kepada om yang tadi?." tanya Ajeng kepada Iki,dan om yang di maksud itu adalah Dimas


"Karena aku tidak suka dengan om itu mah."jawab Iki jujur


"Kenapa? apa om itu berbuat sesuatu kepada mu tadi?."Ajeng kembali bertanya kepada Iki


"Tidak mah,tapi entah kenapa ketika aku melihat om itu,perasaan ku selalu saja marah dan membenci om itu mah."jawab Iki jujur


degg


seketika jantung Ajeng berdetak kencang,dengan apa yang Iki katakan tadi


"Apa mungkin ini isi hati Iki yang paling dalam, walaupun dia tidak mengingat,Dimas sebagi ayah nya tapi Iki mengingat jika dia pernah menyakiti hati Iki dulu."gumam Ajeng dalam hati


"Mama. mama kenapa melamun apa yang aku katakan itu salah mah?."tanya Iki sambil memegang tangan Ajeng


"Tidak sayang hanya saja mama bingung kenapa,kamu bisa sangat membencinya sedangkan ingatan mu belum pulih semuanya?."ucap Ajeng lirih


"Sudah Ajeng mungkin dulu Iki sangat terluka dengan apa yang Dimas lakukan terhadap nya,sehingga walaupun dia hilang ingatan tapi rasa sakit hati nya masih terasa membekas di dada." ucap Amar yang langsung Ajeng anggap itu benar


"Itu bisa jadi.dulu mas Dimas sangat keterlaluan membiarkan,aku dan Iki hidup menderita dan tega meninggalkan kami demi orang lain."ucap Ajeng lirih


"Sudah jangan di bahas lagi,nanti yang ada kamu sakit hati dan down lagi karena masa lalu kamu." ucap Amar mengingat kan


"Iki sayang,coba kamu tunjukkan kepada mama,apa yang tadi Iki beli di toko mainan itu?."ucap Amar kepada Iki berharap agar Ajeng bisa melupakan masalah nya

__ADS_1


"Ok pah,lihat mah aku membeli banyak sekali mainan.ada mobil,motor dan robot-robotan." ucap Iki menunjukkan mainan baru nya


__ADS_2