
sudah satu bulan lamanya Dimas menjadi budak Maya,,setiap hari kerjaan nya hanya menjaga anya saja hari ini Dimas memutuskan untuk pergi keluar mencari angin segar
saat di jalan Dimas bertemu dengan Ajeng yang baru saja berbelanja sayuran
"Ajeng"panggil Dimas
"Dimas,mau apalagi kamu kemari belum cukup kah kamu membuat hidup ku dan Iki hancur,sekarang kau mau apa lagi hah"
"Ajeng tenang aku kesini bukan untuk membuat mu marah ataw terluka lagi,tapi aku kesini untuk memintamu kembali pada ku??"
"Apa,apa kamu bilang mas kembali padamu hahahah kau ini salah minum obat ataw otak mu sedang geser,tidak ada angin dan hujan kau meminta ku kembali hahah kau lucu sekali"
"Aku serius ajeng,aku ingin kembali padamu kita mulai dari awal lagi Ajeng dan mas janji mas tidak akan mengkhianati mu lagi?"
"Aku rasa saat ini kau sedang demam mas,jadi bicara mu sedikit ngelantur"
"Ajeng mas menyesal Ajeng sudah membuat mu dan Iki hidup menderita,mas bodoh Karena sudah tertipu oleh Maya,dan kau benar Maya itu bukan perempuan baik-baik dia mau menikah dengan mas hanya untuk harta mas saja Ajeng,dan setelah semua harta mas dia ambil,dia mulai bersikap kurang ajar sama mas,dan lebih parah nya lagi dia berpacaran lagi di belakang mas Ajeng"
"Sudah ceritanya,maaf mas aku tidak ada waktu mendengar kan cerita murahan mu itu"ucap Ajeng sambil terus melangkah pergi
"Ajeng mas mohon Ajeng,kembali sama mas kita mulai dari awal lagi,Ajeng ajenggg"
teriak dimas di jalan sudah seperti orang gila
"Pokonya aku harus dapetin Ajeng dan Iki kembali bagaimanapun caranya aku mau mereka kembali kepada ku"
bila perlu aku minta bantuan ibu saja ibu pasti mau membantu ku,karna jika ibu yang meminta Ajeng tidak akan menolaknya"
Akhirnya Dimas memutuskan untuk pergi kerumah orang tua nya untuk meminta mereka membantu nya agar bisa barbalikan dengan Ajeng
tok tok tok assalamualaikum Bu
tok tok tok
"Wa'alaikumsalam salam,iya tunggu sebentar"
saat pintu terbuka tampak lah dimas yang penampilan nya terlihat sangat kacau
"Dimas?"
"Ibu maaf kan Dimas bu Dimas menyesal"ucap Dimas sambil bersimpuh di kaki sang ibu.
"Bangun dimas,ada apa ini"
"Ibu Maya bu, ternyata benar apa yang dulu ibu dan Ajeng katakan jika Maya mau menikah dengan ku hanya ingin hartaku saja bu,dan saat semuanya sudah dia ambil,aku di tendang mu dan dia malam berselingkuh di belakang ku bu"
ibu Dimas hanya bisa menghela napas panjang karena menyesal saja percuma tidak akan bisa membuat semua nya kembali
"Lalu kau datang kesini mau apa?"
__ADS_1
"Dimas datang kemari mau meminta tolong sama ibu agar membujuk Ajeng untuk kembali pada ku"
"Ibu tidak bisa Dimas,ibu malu dengan ajeng karena gara gara ulah kamu ajeng hidup menderita?"
"Tapi bu cuma ibu satu-satu yang bisa membantu aku mohon bu"
"Dimas kesalahan mu sungguh fatal nak,ibu saja sebagai orang tua mu tidak bisa memaafkan mu apalagi Ajeng"
"Aku mohon Bu"
"Lebih baik kau pulang dulu,nanti ibu kabari lagi kalau Ajeng kemari"
"Benar ya bu"
"Ya"
akhirnya Dimas pulang dengan perasaan senang karna sang ibu masih ingin membantu nya
"Dari mana saja kamu mas?"tanya Maya
"Bukan urusan mu?"
"Bukan urusan ku katamu,hhh inget ya mas kamu tinggal disini cuma numpang doang jadi aku bisa saja sewaktu-waktu mengusir mu dari sini"
"Terserah kamu saja"
apa kau pergi menemui mantan istri mu itu dan meminta nya balikan?"
"Jika memang iya kenapa?'
"Ohh bagus dong,itu berarti aku akan bebas dari suami yang miskin seperti mu"
"Miskin katamu,lihat dari ujung rambut sampai ujung kaki mu itu semua memakai uang ku
dan jika bukan karna uang ku saat ini kau pasti sedang mengemis di jalanan"
"Sudah hentikan dimas, lebih baik kau tutup mulut mu ataw perlu aku buat kau selamanya tidak bisa bicara"
"Hhhh"
"Ya sudah aku mau pergi dulu,kamu disini jaga anya jangan berani-berani nya menentang ku ataw kau akan tau akibatnya"
"Pergi saja sana dasar wanita murahan,jual saja sana tubuh mu itu"
disisi lain berbeda dengan dengan ajeng semakin hari ajeng semakin terbiasa mengurus dua bayi nya ini,seperti sekarang saja disaat amar ingin memakan mie Iki pun sama seperti amar
"Mah,aku mau mie dong pake telor mata sapi,baso dan sosis"minta amar
"Iki juga mah,Iki juga mau mie seperti punya papa?"
__ADS_1
"Apa kalian ini sudah berjanji untuk selalu bersama sama"
"Tentu saja ia kan jagoan?"
"Iya pah"ucap Iki sambil tersenyum manis
"Baiklah terserah kalian saja,ya sudah mama buat dulu mie nya kalian tunggu di sini"
"Ok"ucap amar dan Iki bareng
setelah memakan mie akhirnya iki tertidur tinggal hanya amar dan Ajeng saja,keduanya terlihat sangat gugup
"Mmm Ajeng"
"Iya"
"Mmm bagaimana jika setalah ulang tahun Iki bulan depan kita sekolahkan dia"
"Tapi umur Iki baru 5 tahun"
"Ia tidak apa-apa nanti kita sekolah kan dia di taman kanak-kanak yang paling bagus di daerah sini"
"Aku terserah kamu saja, tapi apa Iki mau?"
"Tentu saja dia mau,tadi sebelum dia tertidur aku sudah bertanya pada nya dan dia mengatakan dia setuju"
"Benarkan, secepat itu"
"Heeh,ya sudah sekarang sudah lumayan larut kau istirahat dulu saja,besok kan kau harus bekerja takut nanti kesiangan"
"Mm ya sudah,sini biar aku bawa Iki ke kamar nya"
"Sudah biar aku saja yang membawa nya,kau pergi duluan saja"
"Aku bersyukur karna mempunyaai teman seperti amar,dia itu baik dan juga sangat sayang kepada Iki,entah apa jadi nya jika tidak ada amar,mungkin aku dan Iki sudah tinggal di jalanan,tuhan telah mengirimkan aku seorang malaikat berwujud amar"
"Hmm ya sudah lebih baik aku tidur karena besok aku harus bekerja lagi setelah 1 bulan cuti membuat ku rindu dengan suasana kantor terlebih lagi dengan sahabat ku Ica"
disisi lain amar juga merasakan perasaan yang sama karna hadir nya Ajeng dengan Iki di hidup nya membuat nya lebih bersemangat lagi menjalani hidup,dia tidak seperti robot yang hanya bekerja,bekerja,dan bekerja
"Aku senang kalian hadir dalam hidup ku berkat kalian aku tidak seperti robot,berkat kalian aku bisa tersenyum, tertawa,bercanda dan berkat kalian juga aku bisa melupakan kejadian sedih ku selama belasan tahun ini,aku mohon kalian tetap tinggal disini bersama ku jangan pergi"
ucap amar sembari mencium pipi gembul Iki yang sedang tertidur pulas
"Good night boy mimpi indah ya sayang,walaupun aku bukan papa kandung mu tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk mu dan mamah mu
dan semoga kelak kau menjadi anak papa sungguhan,karena papa sudah terlanjur sayang kepada mu dan tidak ingin kehilanganmu dan juga mama mu"
"Semoga Tuhan menjawab semua doa doa ku"
__ADS_1