
Sementara itu Dimas, terus saja mencari Dian, bahkan Dimas sudah seperti orang gila, yang tidak pernah ada lelah nya untuk mencari keberadaan Dian, saat ini.
"Kamu di mana sayang!! maaf kan mas, jika mas ada salah!! tapi mas mohon kembalilah." ucap Dimas bersimpuh di dekat mobil nya.
"Aku tidak sanggup, jika harus kehilangan orang yang paling aku sayang untuk yang kedua kalinya." ucap Dimas lirih.
Dian yang menangis terlalu lama, akhirnya tertidur karena merasa kelelahan, akibat menangisi keadaan nya yang tidak berdaya saat ini.
"Dasar wanita bisanya hanya menangis!! ucap Romi, yang melihat Dian tertidur dengan keadaan tangan dan, kaki terikat.
"Lihat saja Dimas, aku akan membuat orang-orang yang kamu sayang hidup menderita, termasuk anak mu!!" pekik Romi, sambil mengepalkan tangannya.
"Sampai mati pun, aku tidak akan melupakan kejadian di masa lalu, karena kamu hidup ku dan Ibu ku,harus menderita." tekad Romi, membalas dendam kepada Dimas.
"Tapi jika di lihat-lihat, wanita ini cukup cantik juga!!" pekik Romi, sambil mengelus pipi mulus Dian, yang basah karena menangis.
"Tapi aku, tidak akan menyentuh mu sekarang. Tunggu akan ada saat nya, jadi kamu sabar dulu." ucap Romi, menyentuh bibir ranum Dian.
sementara di tempat lain, Maya datang berkunjung ke rumah orang tua Dimas, dengan beralasan ingin melihat Anya, padahal Maya kesana hanya ingin mengetahui informasi apa, yang orang tau Dimas tau.
"Assalamualaikum!!" ucap Maya memberi salam.
"Wa'alaikumsalam. Maya ayo masuk nak!! ucap Ibu Dimas mempersilahkan Maya masuk.. Sudah lama kamu tidak kemari, bagaimana kabarmu?" tanya ibu Dimas, kepada Maya.
"Alhamdulillah Bu, kabar ku baik.. kemarin aku mampir kesini, tapi Ibu dan bapak, tidak ada di rumah jadi aku balik lagi." ucap Maya.
"Oh. kemarin Ibu dan bapak juga Anya, pergi kaluar untuk menghindari rapat di balai desa, makanya rumah Ibu sepi." ucap ibu Dimas jujur.
"Aku pikir, Ibu dan bapak, pergi ke tempat Dimas dan Dian untuk membantu nya mempersiapkan acara nanti!!" ucap Maya memberitahu perasaan nya.
"Tidak ibu tidak, pergi menemui Dimas. lagu pula Dimas melarang ibu, untuk membantunya." ucap ibu Dimas jujur.
"Ah sial, percuma saja aku datang kemari, kalau orang yang ingin aku cari informasi nya, malah tidak tahu apa-apa." gumam Maya, dalam hati.
"Anya mana Bu, aku rindu padanya!!" ucap Maya terpaksa.
__ADS_1
"Anya, baru saja tidur. lebih baik kita makan siang dulu, ibu baru saja selesai memasak!!" ajak ibu Dimas, kepada Maya.
"Tidak usah Bu, lagi pula aku ada urusan, jadi tidak bisa berlama-lama di sini." ucap Maya, berpura-pura menyesal.
"Tapi kamu kan baru saja tiba, lagi pula kita kan belum pernah makan bersama, jadi apa salahnya jika kamu makan dulu di sini." ajak ibu Dimas untuk yang kedua kalinya.
" Aku ingin sih Bu, cuman aku benar-benar ada urusan penting, jadi dengan berat hati aku menolak ajakan Ibu." ucap Maya lirih.
"Baiklah jika itu keputusan mu, ibu tidak bisa memaksanya." ucap Ibu Dimas pasrah.
"Kalau begitu Maya, pamit dulu ya Bu?" ucap Maya, berpamitan.
"Hati-hati di jalan nya." ucap ibu Dimas, mengingatkan.
"Iya Bu, aku titip Anya ya. Assalamualaikum!!"
"Wa'alaikumsalam." jawab ibu Dimas.
setelah Maya, keluar dari kediaman orang tua Dimas, Maya mulai menunjukkan sifat aslinya.
"Sial, ternyata tua Bangka itu, tidak mengetahui apapun tentang Dimas, saat ini!! sia-sia aku kesini, hanya buang-buang waktu saja. Lebih baik aku pergi, melihat keadaan wanita itu di sana." gumam Maya, kesal karena rencana nya untuk mencari informasi lewat ibu Dimas, semuanya sia-sia.
"Itu kan si Ajeng!!" pekik maya.. Sial gara-gara aku sibuk dengan masalah ku jadi, aku melupakan kehidupan Ajeng." gumam Maya sambil memukul stir mobil nya.
"Baiklah kali ini kau Ajeng, aku beri kebebasan sementara, tapi saat urusan ku dengan Dian dan mas Dimas selesai, kau bersiap-siaplah karena itu giliran mu." gumam Maya, tersenyum licik.
ketika Maya sedang, sibuk dengan pikiran nya, tiba-tiba handphonenya bergetar, ada panggilan masuk dari nomer asing.
telolet telolet tet tet tet.
"Nomor siapa sih ini!! pekik Maya
"Halo, siapa ini?? cepat katakan?." ucap Maya tak sabar.
"Ini aku, Romi!!" jawab Romi di sebrang sana.
__ADS_1
"Ada apa cepat katakan?" tanya Maya, buru-buru.
"Santai saja nona, aku menelepon mu hanya untuk memberitahu mu keadaan gadis itu?" ucap Romi, kepada Maya.
"Ada apa dengan gadis itu? apa kau melecehkan nya?" tanya Maya sambil menginjak rem mobil nya... Jawab aku apa kau melecehkan nya ataw kau membunuh nya?" tanya Maya kembali.
"Sabar Nona, gadis itu baik-baik saja, dan aku pun tidak berselera menyentuh nya." ucap Romi santai.
"Lalu ada apa dengan gadis itu?" tanya Maya untuk yang kesekian kalinya.
"Saat ini dia sudah sadar, tapi karena dia terlalu lama menangis, dia kembali tertidur." ucap Romi melaporkan keadaan Dian.
"Baiklah, kamu tunggu sebentar, aku dalam perjalanan menuju kesana dan~" saat Maya hendak melanjutkan ucapan nya, tapi Romi keburu menyelanya.
"Lebih baik kamu tetap di kota, agar Dimas tidak mencurigai mu, urusan gadis ini biar aku saja yang mengurus nya." ucap Romi, memberi saran kepada Maya.
"Tapi, apa kau bisa aku percayai?" tanya Maya, kembali yang masih meragukan, Romi.
"Kamu tenang saja, aku 100% ada di pihak mu. jadi kamu tidak usah khawatir aku menghianati mu." ucap Romi, mencoba meyakinkan Maya.
"Baiklah saat ini aku masih mempercayai mu!! tapi jika kamu berani berkhianat pada ku, lihat saja akibat nya?" ucap Maya, mengancam Romi.
"Tidak usah mengancam ku, dengan ancaman murahan seperti itu. lagi pula aku mau membantu mu, karena aku juga mempunyai urusan dengan Dimas." ucap Romi jujur.
"Urusan ap~" ketika Maya, hendak bertanya kepada Romi, namun belum sempat Maya bertanya teleponnya sudah di tutup di sebrang sana.
Tut Tut Tut
"Sial berani-beraninya dia menutup telepon nya, di saat aku sedang bertanya." pekik Maya kesal.
"Baiklah, aku tidak perduli ada urusan apa Romi, dan Dimas, tapi yang jelas hadir nya Romi, berguna juga untuk ku." ucap Maya tersenyum penuh arti.
"Kalau begitu, berarti aku bisa menjalankan rencana ku untuk membuat Ajeng dan anak nya hidup menderita.. Ha ha ha. siap-siap Ajeng, sebentar lagi hidup mu akan hancur." gumam Maya sambil bersandar di kursi pengemudi.
bersambung....
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak yah..
like, comen, bisa juga kasih aku hadiah.. bantu dukung cerita aku ya, karena dukungan kalian sangat berguna untuk ku❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️