
Ajeng merasa ulang tahun Iki kali ini terasa sangat spesial.walaupun tahun ini rumah tangga nya dengan Dimas sudah hancur tapi ada sosok Amar yang selalu ada bersama nya dan Iki
"Ajeng apa semua nya sudah siap?."tanya Amar kepada Ajeng
"Sudah dan kue nya juga sudah datang." jawab Ajeng singkat
"Apa nenek dan kakek Iki akan datang kemari?."tanya Amar seketika mengingatkan Ajeng tentang keluarga Dimas
"Aku sudah mencoba untuk menelepon mereka,tapi telepon ku selalu di tolak.dan aku juga belum sempat untuk datang secara langsung mengundang mereka."ucap Ajeng merasa bingung
"Apa kau sedang ada masalah dengan keluarga Dimas?."tanya Amar memastikan
"Tidak setau ku hubungan kami sejauh ini baik-baik saja.tapi aku bingung kenapa mereka tidak mau mengangkat telepon ku?."Ajeng merasa ada yang aneh dengan sikap mereka belakangan ini
"Jika kamu tidak merasa ada masalah,lalu ada apa dengan mereka ya."ucap Dimas ikut bingung
"Sudah lah biarkan saja,lagi pula ini hanya acara sederhana saja tidak ada pesta ataupun acara lain nya."ucap Ajeng masa bodo
"Baiklah,Oia dimana iki.dari tadi aku belum melihat nya?."ucap Amar menanyakan keberadaan Iki
"Iki sedang barmain robot-robot an di kamar nya." jawab Ajeng sambil terus menghias bunga
Amar langsung saja menuju kamar dimana Iki berada tak lama kemudian Ica datang dengan membawa kado yang lumayan besar
tok tok tok
saat pintu di buka munculah sosok sahabat yang tengah Ajeng pikirkan
"Ica."pekik Ajeng bahagia
"Ajeng apa kabar?."tanya Ica tak kalah antusias mereka berdua pun langsung berpelukan melepas rindu
"Aku baik.kamu bagaimana kabar nya??aku sangat merindukanmu."ucap Ajeng sambil tersenyum
"Aku juga baik,aku lebih kangen sama kamu.biasanya kita satu sift bareng,dan apa-apa bareng tapi sekarang kamu sudah di pindahkan ke stap kariawan."ucap Ica ceria tapi ada nada kesedihan di dalam nya
"Mm aku juga sama merasa kehilangan semangat karena tidak ada fatner yang cocok disana cuma kamu yang cocok dengan sifat ku." ucap Ajeng lirih
"Sudah ah jangan melow terus,lebih baik kita selesaikan dekorasinya."ajak Ica kepada Ajeng
"Baiklah,terima kasih ya udah mau datang dan bantuin aku?."ucap Ajeng tulus
__ADS_1
"Sama-sama. ngomong-ngomong dimana pangeran kecil ku?." ucap Ica sambil mengeratkan pandangan nya
"Dia sedang di kamar nya,bermain robot-robot an dengan Amar."jawab Ajeng sambil terus menata bunga
"Ajeng kenapa kamu tidak menikah saja dengan pak CEO?."Ica memberi saran kepada Ajeng
"Kau ini ada-ada saja." Ajeng biasa saja menanggapi perkataan Ica
"Kenapa?? kau itu kan lajang,dan pak CEO juga lajang.lagi pula kan anak mu sudah dekat sekali dengan pak CEO,jadi apa salahnya."ucap Ajeng seketika membuat Ajeng teringat dengan kejadian tadi pagi saat Amar menyatakan isi hati nya
"Oh ya ampun kenapa aku bisa mengingat kejadian itu lagi."gumam Ajeng dalam hati seketika membuat pipinya merah merona
"Cieee kau pasti sedang memikirkan sesuatu dengan pak CEO ya?." tanya Ica seketika menyadarkan Ajeng dari lamunan nya
"Mana ada!!sudah lebih baik kita cepat selesai kan ini."ucap Ajeng mengalihkan pembicaraan
ketika Ajeng dengan Ica sedang sibuk menyelesaikan dekorasi.tiba-tiba Iki dan amar datang
"Halo kakak cantik." panggil Iki kepada Ica
"Halo pangeran ku,kau tampan sekali."ucap Ica sambil mencium dan mencubit pipi gembul Iki
"Iya pak."ucap Ica singkat dia tidak tau harus berkata apa
"kakak apa kakak kesini untuk merayakan ulang tahun ku?."tanya Iki polos
"Tentu saja.dan kakak membawakan sesuatu untuk mu?."ucap Ica sambil memberikan kado
"Wah besar sekali,ini apa isinya kakak cantik?."tanya Iki penasaran
"Rahasia dong."
"Apa aku boleh membukanya sekarang kak?."ucap Iki yang tidak sabar melihat isi kado dari Ica
"Tidak boleh,kamu harus membuka nya nanti saja saat acaranya sudah selesai."ucap Ica memperingati Iki
"Hhh baiklah."ucap Iki pasrah
"Anak pintar.baiklah sekarang kakak taruh di sana dulu ya kado nya?."ucap Ica
"Biar aku saja kak."
__ADS_1
di lain sisi Maya kembali lagi kerumah Dimas untuk memastikan apakah orang tua Dimas benar-benar membenci Ajeng atau hanya berpura-pura saja di depan nya
"Assalamualaikum."ucap Maya memberi salam
"Wa'alaikumsalam.Maya ayo masuk?."ucap ibu Dimas mempersilahkan masuk
"Terima kasih bu,aku kira ibu dan bapak tidak ada di rumah kerena pergi ke pesta ulang tahun Iki?."ucap Maya memulai aksinya
"Tidak. ibu malas jika harus datang dan melihat wajah Ajeng yang jahat itu."ucap ibu Dimas sinis
"Tapi Bu ini kan pesta ulang tahun cucu ibu Iki?."tanya Maya
"Walaupun ibu sangat menyayangi Iki,tapi ibu tidak mau datang dan melihat wajah Ajeng disana."ucap ibu Dimas
"Memang Bu, perbuatan Ajeng itu cukup tercela dia tega melakukan hal itu kepada anak ku yang masih bayi. karena dia membenciku jadi dia melampiaskan semua nya kepada anya."ucap Maya sambil pura-pura menangis
"Sudah jangan menangis,Anya sekarang sudah aman di sini dan tidak akan ada yang berani melukainya lagi."ucap ibu Dimas menenangkan maya
"Tapi Bu aku takut nanti Ajeng datang kesinu dan melukai Anya lagi bu hiks hiks hiks."ucap Maya sambil terus menangis
"Ibu tidak akan membiarkan Ajeng datang ke sini apapun alasannya."tekad ibu Dimas untuk membenci Ajeng
"Apa ucapan ibu benar-benar bisa aku percaya Bu. Ajeng itu kan mantan menantu kesayangan ibu,bisa saja nanti ibu berubah pikiran saat dia datang kemari?."ucap Maya yang terus saja menghasut ibu Dimas
"Ibu bersumpah maya.demi Anya ibu akan lakukan apapun asal Anya baik-baik saja.dan untuk Iki jika dia ingin tinggal disini ibu dengan senang hati merawat nya,tapi jika dia tetap tinggal dengan Ajeng,ibu tidak akan mau menemuinya."ucap ibu Dimas bersumpah
"Bagus akhirnya rencana ku berhasil rasain kamu Ajeng hhh."gumam Maya dalam hati
"Bu apa pernikahan mas Dimas akan di lakukan di sini ataw dimana?."tanya Maya kepada ibu Dimas
"Pernikahan Dimas dan Dian akan di laksanakan di sini,semua undangan dan yang lain nya sudah siap tinggal menunggu hari H saja."ucap ibu Dimas menjelaskan
"Oh begitu ya Bu."ucap Maya singkat
"Kamu jangan lupa datang ya Maya. walaupun kau dan Dimas pernah ada hubungan dulu tapi ibu harap kamu bisa datang." ucap sang ibu mengharapkan Maya datang
"Tapi Bu aku."ucap Maya ragu
"Demi ibu Maya, walaupun kau dan Dimas hanya masa lalu tapi bagi ibu kamu sudah seperti anak ibu sendiri."ucap ibu Dimas sambil memegang tangan Maya
"akhirnya rencana ku berjalan lancar.dan lihat betapa bodoh nya ibu nya si Dimas ini,mau saja aku bodohi.anak dan ibu sama saja sama-sama bodoh."gumam Maya dalam hati sambil tersenyum mengejek
__ADS_1