
bijaklah dalam membaca jika kalian masih di bawah umur, tolong skip aja..
Maya yang mendengan penuturan dari Romi, seketika ide licik ya mulai meronta-ronta..
"Kau ini repot sekali, jika kau menginginkannya maka, ambil saja. Kau bebas menggunakannya sesuka hati mu." ucap Maya santai, dan tersenyum menyeringai.
"Apa kau tidak keberatan!!" tanya Romi, kepada Maya.
"Tentu saja tidak, malah aku senang mendengarnya ha ha ha." ucap Maya tertawa kecil.
"Baiklah. jika kamu tidak keberatan maka, dengan senang hati, aku melakukan nya." jawab Romi sumringah.
setelah selesai berbincang dengan Maya, di telepon, Romi mulai menyusun strategi untuk membuat Dian pingsan.
"Pokonya aku harus memberikan nya obat perang,, sang." pekik Romi.
"Agar dia, tidak menolak dan memberontak." ucap Romi, sambil menuangkan bubuk obat perang~ sang kedalam jus jeruk.
"Nah sudah siap, tinggal aku berikan saja pada gadis itu." ucap Romi menyeringai.
saat Romi tiba di ruangan tempat Dian di sekap, Romi mendapati Dian yang sedang tertidur. dan salah satu kancing kemeja Dian terbuka, seketika hasrat yang telah Romi tahan sedari tadi, mulai kembali.
"Ah sial gadis itu tertidur, dan kenapa dia terlihat begitu seksi." gumam Romi, yang hasratnya mulai muncul kembali.
akhirnya Romi memberanikan diri untuk mencium pipi Dian yang sedang tertidur.
cup cup
"Gadis ini tidur atau mati ya, masa aku cium saja dia tidak bergerak!!" ucap Romi sambil mendengarkan detak jantung Dian.
"Tapi jantung nya masih berdetak, hh dasar nya aja gadis ini tidurnya seperti orang yang sudah mati saja." ucap Romi tersenyum melihat Dian yang sedang tertidur.
di lain sisi Maya kembali datang dengan membawakan Dimas makan malam sesuai janji nya tadi.
tok tok tok
"Mas Dimas, aku datang!!" ucap Maya sambil membuka pintu rumah Dimas.
"Mas kamu di mana!! pekik Maya memanggil Dimas..Coba aku lihat di kamar nya."
akhirnya Maya mencari Dimas di kamar nya, saat tiba di sana kebetulan Dimas sedang mandi.
"Mas apa kamu di dalam!! pekik Maya di luar kamar Dimas.. Aku masuk ya mas!!" ucap Maya sambil membuka pintu kamar milik Dimas.
klek
__ADS_1
"Mas, mas Dimas kamu di mana?" panggil Maya kembali.
"Sepertinya mas Dimas sedang mandi, lebih baik aku tunggu saja di sini."
akhirnya Maya menunggu Dimas di kamar nya, saat Dimas keluar dari kamar mandi, Dimas mendapati Maya yang sedang tiduran di kasur nya, dengan memakai rok yang tersingkap ke atas.
"Maya, sedang apa dia di sini!!" gumam Dimas dalam hati.
"Ekhem." Dimas berpura-pura batuk.
"Eh mas Dimas, mmm maaf aku lancang masuk ke kamar mu." ucap Maya berpura-pura bersalah.
"Tidak apa-apa. Apa kamu sudah lama menunggu ku?" tanya Dimas kepada Maya.
"Baru saja tiba, Oia aku sudah membawakan mu makan malam, ayo kita makan bersama." ajak Maya kepada Dimas.
Dimas yang melihat Maya seperti itu, tiba-tiba hasrat dalam tubuh nya mulai bangkit dan ingin segera dituntaskan.
Dimas segera saja menyusul Maya yang sedang tiduran di kasur, sambil tersenyum menyeringai.
"Mas mau ngapain?" tanya Maya kepada Dimas.
"Maya mas rindu dengan dirimu, juga dengan tubuh mu." ucap Dimas santai sambil membuka handuk yang menutupi pusaka nya.
"Dian itu hanya sebagai pelampiasan ku saja, sebenarnya aku masih sangat mencintaimu." pekik Dimas sambil memeluk tubuh Maya yang sedang tiduran.
"Jika kamu tidak mencintainya lalu kenapa kamu mau menikah dengan nya?" tanya Maya kembali.
"Itu karena aku berhutang Budi dengan nya dan keluarga nya." jawab Dimas yang mulai menciumi bahu Maya.
"Aku tidak mau seperti ini mas, jika kamu masih bersama dengan Dian. Nanti aku di cap sebagai perusak lagi." jawab Maya sambil menjauhkan tubuhnya dari Dimas.
"Mas janji Maya, mas akan membatalkan pernikahan ini dan mas akan kembali kepadamu, asal malam ini kamu temani mas ya?" ucap Dimas sambil menahan gejolak di hatinya.
"Mas janji." tanya Maya memastikan.
"Mas janji Maya, tapi kamu mau ya temani mas sekarang?" ucap Dimas sambil memegang tangan maya.
"Iya mas, aku mau." jawab Maya mengangguk.
"Terima kasih sayang."
akhirnya Dimas mulai mencium bibir Maya, dengan begitu rakus nya, sedangkan Maya juga tidak mau kalah dengan Dimas, dan mereka berdua bertekad jika malam ini akan menghabiskan dengan pergulatan yang sangat panas.
setelah puas berciuman Dimas menghentikan aksinya sebentar sambil mengatur nafas yang ngos-ngosan.
__ADS_1
"Hhhh, sayang apa kau sudah siap?" tanya Dimas sambil membuka gaun milik Maya.
"Aku siap mas, aku siap, lakukanlah apapun yang kamu suka mas." ucap Maya pasrah.
"Baik sayang."
Dimas memulai kembali aksinya dengan mencium leher jenjang Maya, dan meninggalkan banyak tanda merah, setelah itu Dimas melahap kedua gunung kembar milik Maya.
"Shhhhhhh mas." pekik Maya yang menikmati setiap inci sentuhan dari Dimas.
setelah puas bermain di dua gunung kembar, Dimas berhenti sejenak sambil melihat Maya yang sudah tidak berdaya karena ulah nya.
"Apa kau menikmati nya sayang?" tanya Dimas sambil terus mengusap segitiga yang Maya kenakan.
"Iya mas, teruskan lah mas, aku rindu setiap sentuhan mu." ucap Maya yang tak sabar.
"Baik sayang."
setelah dua jam melakukan perang panas, Maya dengan Dimas terkapar lemas di kasur.
"Terima kasih sayang, kau selalu saja bisa memuaskan ku." ucap Dimas sambil memeluk dan mencium bahu Maya.
"Sama-sama mas, kau juga selalu perkasa." ucap Maya memuji ketahanan Dimas.
"Ya sudah, kita makan yuk mas, pasti makanan yang aku bawa sudah dingin." ucap Maya.
"Kita mandi dulu yuk, setelah itu baru kita makan." ajak Dimas kepada Maya.
"Baiklah, tapi gendong." ucap Maya manja.
"Siap tuan putri ku." ucap Dimas sambil menggendong Maya ala koala.
setelah membersihkan diri Maya dengan Dimas turun ke bawah untuk makan malam bersama.
"tuh kan mas, makanan nya dingin, mas sih kelamaan tadi." pekik Maya sambil tersenyum.
"Maafkan mas sayang, mas suka khilafah kalo sedang bermain dengan mu." jawab Dimas kembali memeluk Maya dari belakang.
"Ya sudah mas tunggu di meja makan dulu, aku mau panaskan makanan nya dulu ok." ucap Maya, melepaskan tangan kekar Dimas di pinggang nya.
"Hmm baiklah, tapi setalah itu kita main lagi ya." ucap Dimas genit.
"Ogah." pekik Maya yang berlalu meninggalkan di ruang tamu.
"Hhhh akhirnya si Dian itu bisa aku singkirkan dari hati dan hidup mas Dimas, karena mas Dimas itu hanya milik aku selamanya." gumam Maya dalam hati.
__ADS_1