
Setelah Amar, menyelesaikan pekerjaan nya.
Amar, langsung pergi menemui Iki, dia berjanji kalau hari ini akan mencarikan sekolah untuk Iki.
"Akhirnya sudah selesai!!" ucap Amar menghela nafas lega.
"Jam berapa ini !! tanya Amar kepada diri sendiri.. Lebih baik aku pergi menjemput Iki dan membantu nya mencari sekolah." ucap Amar sambil memakai jas nya.
"Aku, akan menemui Ajeng, dulu dan memberitahunya. jika aku, akan menjemput Iki, sekarang."
Amar, langsung saja menuju ke ruangan di mana, Ajeng, sedang tengah sibuk bekerja.
"Ajeng!!" pekik Amar sontak Ajeng langsung menoleh ke asal suara itu berada.
"Amar, eh maksud ku pak Amar. ada yang bisa saya bantu pak?." tanya Ajeng Kepada Amar
"Begini aku, akan keluar dulu untuk mengantar Iki, mencari sekolah. jam makan siang nanti aku, akan kembali membawa Iki, dan kita makan siang, bersama." ucap Amar memberitahu Ajeng.
"Baiklah pak, kalau begitu hati-hati,ya?." ucap Ajeng tersenyum kepada Amar.
"Ok sayang." ucap Amar, sambil melambaikan tangan
"Dasar Amar, ada-ada saja." gumam Ajeng, tersenyum
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat. jam istirahat pun akan segera tiba, Ica, yang sudah menyelesaikan tugas yang Amar, berikan pada nya. berniat untuk memberikan nya tapi ruangan Amar, kosong.
tok tok tok
"Permisi pak!!" pekik Ica membuka pintu ruangan, amar.
"Loh kok sepi ya, padahal kan belum waktunya istirahat. apa aku, taruh di sini saja,ya." ucap Ica bingung
"Sudah aku, taruh disini, saja." Ica pergi setelah mengantar kan berkas yang sudah,Ica isi.
Saat Ica, hendak turun Ica, melihat Ajeng, hendak keluar untuk istirahat makan siang.
"Itu kan Ajeng,!! gumam Ica.. Ajeng, hey tunggu!!." pekik Ica sambil mengejar Ajeng.
"Ica, kamu ada di sini?." tanya Ajeng, kepada Ica.
"Iya tadi aku, ada perlu dengan pak CEO, tapi ternyata pak CEO, sedang tidak, ada." jawab Ica, sedikit kecewa.
"Amar, sedang pergi mengantar Iki, mencari sekolah." ucap Ajeng memberitahu Ica
"Oh begitu ya." ucap Ica, mengerti..Oia apa kamu keluar untuk makan siang?." tanya Ica, kepada Ajeng.
"Iya,ayo kita, makan siang bersama?." ajak Ajeng, kepada Ica.
"Ayo dengan senang, hati." jawab Ica antusias.
__ADS_1
akhirnya Ajeng dan Ica, memutuskan untuk makan siang, bersama.
"Apa kamu, tidak makan siang bersama kekasih mu itu?." tanya Ica, sedikit menggoda Ajeng.
"Tidak!! " jawab Ajeng singkat karena Ajeng, sedang kesal dengan Amar, yang berbohong.
"Seperti mood mu, sedang buruk." tanya Ica.
"Sedikit sih!! tapi untung ada kamu, jadi aku tidak terlalu, galau." ucap Ajeng lirih.
"Kenapa!! baru juga jadian sehari, sudah bertengkar saja." ucap Ica sambil mengaduk jus nya.
"Bukan bertengkar, tapi tadi Amar, bilang dia akan kembali saat, istirahat makan siang tiba. tapi sampai sekarang belum juga,datang." ucap Ajeng kesal.
"Oh gara-gara itu. mungkin pak Amar, masih ada urusan ataw sedang di, perjalanan." ucap Ica menenangkan Ajeng.
"Sudah lebih baik kita, makan dulu nanti jam istirahat keburu, habis?." ajak Ica kepada Ajeng.
akhirnya Ajeng, mendengarkan apa yang Ica, katakan. dan mereka, pun makan dengan tenang.
di lain sisi Amar, sengaja membuat Ajeng, kesal. setelah mengantar kan Iki ke rumah. Amar, lebih memilih mempersiapkan makan malam romantis, untuk nya dan Ajeng.
"Maaf kan aku, ya sayang, aku tidak berniat membuat mu kesal. tapi aku, ingin memberikan mu, kejutan nanti malam." gumam Amar sambil melihat cctv di handphone nya.
"Pokonya, semua nya harus terlihat sempurna, dan jangan ada yang kurang, sedikit pun." ucap Amar kepada semua pelayan.
"Siap tuan." jawab semua pelayan.
Setelah memerintahkan semua nya Amar, pergi kembali ke kantor. saat Amar, tiba jam istirahat sudah habis dan Ajeng, sudah kembali bekerja.
"Aku harus bertemu dengan Ajeng." gumam Amar sendiri.
"selamat siang pak!." sapa dari para karyawan yang ada di ruangan itu.
"Siang." jawab Amar, singkat.
"Ajeng!" pekik Amar.
"Hmm ya, ada apa?." tanya Ajeng ketus
"Apa kamu marah sayang?." tanya Amar.
"Tidak!" jawab Ajeng tanpa melihat ke arah, Amar.
"Aku, ada sesuatu untuk mu." ucap Amar, sambil memberikan kotak merah kepada, Ajeng.
"Apa ini?." tanya Ajeng kepada Amar.
"Rahasia, jangan dulu di buka, nanti pakai lah." ucap Amar memperingati Ajeng.
__ADS_1
"Aku pergi dulu." ucap Amar dan langsung menghilang di balik pintu.
"Ini isinya apa ya." gumam Ajeng, penasaran sambil menggoyang-goyangkan kotak tersebut.
Setelah seharian bekerja membuat Ajeng, sangat lelah. saat Ajeng, hendak keluar dari ruangan nya, Ajeng kembali melihat Ica, baru saja keluar dari ruangan Amar.
"Haduh lelah sekali hari ini!! gumam Ajeng menghela nafas berat.. Itu kan Ica, sedang apa dia di kantor Amar." gumam Ajeng penasaran karena ini kali ke dua Ica, keluar dari kantor Amar.
"Ica!!" pekik Ajeng.
"Hay ajeng!! kamu belum pulang?." tanya Ica gugup, sebab Ica takut Ajeng salah paham.
"Belum, kamu sedang apa tadi di kantor Amar?." tanya Ajeng, penasaran.
"Itu, aku ada urusan penting tadi." jawab Ica sambil tersenyum kecut.
"Oh, kalau aku, boleh tau ada urusan apa ya?." tanya Ajeng, tak sabar.
"Bukan apa-apa, hanya masalah pekerjaan saja." jawab Ica tak enak hati.
" Maafkan aku Ajeng, bukan maksud aku, menyembunyikan ini dari kamu, tapi pak Amar, bilang kalau ini akan menjadi kejutan untuk mu, jadi aku tidak bisa memberitahumu dulu." gumam Ica dalam hati.
"Oh begitu ya. baiklah ayo kita pulang?." ajak Ajeng kepada Ica.
"Ayo!" jawab Ica singkat.
setelah 40 menit akhirnya Ajeng, sampai di rumah dan langsung membuka kotak yang Amar, berikan.
"Kira-kira ini isinya apa ya." gumam Ajeng
Saat kotak itu di buka, seketika mata Ajeng membulat dan mulut nya berbentuk huruf O.
" Astaga, ini ,, ini indah sekali. tapi gaun ini untuk apa?." tanya Ajeng bingung.
"Tapi tunggu di sini ada sepucuk surat, biar aku baca dulu." gumam Ajeng membuka dan mulai membacanya.
"Untuk, Ajeng tersayang ❤️"
Ajeng sayang, maafin mas ya, karena baru saja sehari berpacaran sudah membuat mu, kesal.
Tapi semua mas, lakukan demi membuat kejutan untuk mu, nanti malam jam 20:30 di cafe romansa, mas tunggu ya, jangan lupa datang.
"Salam sayang, Amar😘"
Setelah Ajeng, membaca surat dari Amar, hatinya merasa berbunga-bunga, dan tak sabar menunggu waktu itu tiba.
"Ya ampun, ternyata Amar, bisa romantis juga ya." lirih Ajeng
"Aku pasti datang Amar, salam sayang juga, muach muach." gumam Ajeng, sambil terus mencium surat dari Amar.
__ADS_1
"Aaaa bahagia nya aku." ucap Ajeng sambil melompat-lompat di kasur layak nya ank kecil.