Menjadi Janda Gara-gara Janda

Menjadi Janda Gara-gara Janda
kebingungan


__ADS_3

"Kamu lihat saja nanti Ajeng, apa yang akan aku lakukan kepada mu dan anak mu." gumam Maya.


"Lebih baik aku kembali saja kerumah ku, rasanya kepalaku sakit sekali, karena harus mengurus mereka."


akhirnya Maya memutuskan untuk kembali ke rumah nya, berbeda dengan keluarga kecil Ajeng, yang terlihat sangat bahagia.


"Mama ayo ikut bermain." ajak Iki kepada Ajeng.


"Tidak sayang, kamu saja dengan papa ya!! mama tunggu di sini saja." ucap Ajeng menolak ajakan Iki.


"Baiklah, kalau begitu aku ke papa dulu ya!!" ucap Iki, sambil berlari ke arah Amar, yang sedang berdiri di dekat ayunan.


"Bagaimana!!" tanya Amar kepada Iki.


"Mama bilang dia akan menunggu saja." jawab Iki singkat.


"Baiklah, kalau begitu jagoan papa, ayo naik ke ayunan biar papa yang dorong." ucap Amar, sambil menarik ayunan untuk Iki.


"Ok pah yang kencang ya pah, biar Iki bisa terbang." pinta Iki kepada Amar.


"Siap, berpegangan lah!!" ucap Amar, mulai mengayunkan ayunan nya.


"Hore, terus pah, biar Iki bisa terbang." pinta Iki agar Amar, menambah kecepatan nya.


Ajeng yang melihat, kelakuan Amar, dan Iki seketika bangkit, untuk memarahi mereka berdua.


"Hey kalian, hati-hati nanti kalau jatuh bagaimana!!" pekik Ajeng, bertolak pinggang.


"Tenang saja Ajeng, aku tidak akan membiarkan jagoan ku terjatuh." jawab Amar, sambil terus mendorong ayunan Iki.


"Ia mama tenang saja, lagi pula Ini seru sekali." ucap Iki, sambil tertawa bahagia.


"Kalian itu selalu saja membantah ucapan ku!!" ucap Ajeng sedikit merajuk.


"Hey jangan marah, ini beneran kok ayunan nya aman. jadi kamu tidak perlu khawatir." ucap amar menjelaskan, kekhawatiran Ajeng.


"Terserah kalian saja." ucap Ajeng, kembali ke tempat duduk nya.


sementara itu Dian, yang terbangun dari tidurnya, merasa perut nya sangat lapar karena dari tadi sore Dian belum, makan apapun.


"Perut ku lapar sekali!! pekik Dian


"Tapi pada siapa aku meminta makan, disini tidak ada orang selain diriku!!" ucap Dian, merasa lemas.


"Tolong, aku lapar dan haus!! siapapun di luar tolong beri aku makan dan minum." ucap Dian berteriak.


"Apa mereka sengaja, membiarkan ku mati kelaparan." gumam Dian, pasrah.

__ADS_1


Romi yang mendengar suara Dian, langsung saja datang, untuk melihat nya.


"Sepertinya gadis itu sudah bangun!!" gumam Romi.


"Lebih baik aku melihat nya dulu." pekik Romi, dan langsung menuju di mana Dian di sekap.


"Rupanya kamu sudah bangun?" tanya Romi, kepada Dian.


"Tuan ,, tuan tolong aku, aku lapar tuan dan aku juga haus, tolong beri aku makan dan minum sedikit." ucap Dian meminta belas kasihan dari Romi.


"Oh kau lapar ya, baiklah aku akan memberikan mu makan, tapi setelah itu kau harus diam, mengerti!!" ucap Romi memberi syarat.


"Baik saya akan diam tuan." ucap Dian menerima syarat dari Romi.


"Baiklah kamu tunggu dulu, aku belikan kamu makan dulu." ucap Romi kepada Dian.


setelah tiga puluh menit kemudian, Romi datang dengan membawakan Dian makanan.


"Ini!! pekik Romi memberikan bungkusan kecil kepada Dian.. Cepat di makan." ucap Romi kembali.


"Tapi tuan,, bagimana cara saya untuk memakan nya!! tangan dan kaki saya di ikat." ucap Dian lirih.


"Kamu ini menyusahkan sekali!! pekik Romi sembari membuka ikatan pada salah satu tangan Dian.


"Sudah sekarang tidak ada alasan lagi kan!! cepat makan." bentak Romi.


"kamu ini perempuan ataw kuli bangunan sih!!" tanya Romi, merasa geli yang melihat porsi makanan Dian yang cukup banyak.


"Maaf tuan, habis nya aku lapar!! pekik Dian, sambil meneguk es jeruk nya.. Ah,, terima kasih tuan, telah memberikan ku makan?" ucap Dian tulus.


"Cihh" decak Romi,.. Jika kamu sudah selesai, ayo aku ikat lagi tangan mu." ucap Romi, sambil menarik tali untuk mengikat tangan Dian kembali.


"Ini tuan." ucap Dian pasrah.


"Kenapa kau pasrah sekali!!" tanya Romi heran.


"Memang nya jika saya memberontak, apakah tuan akan melepaskan saya." jawab Dian santai.


"Wanita aneh." gumam Romi.


"Mmm tuan!!" pekik Dian


"Ada apa lagi?" tanya Romi.


"Bolehkah saya bertanya sesuatu, padamu?" tanya Dian ragu.


"Mau tanya apa kamu?"

__ADS_1


"Saya hanya ingin mengetahui apa tujuan tuan menculik saya." tanya Dian berani.


"Jika pertanyaan mu, sudah selesai aku pergi dulu." ucap Romi, tidak menggubris perkataan Dian.


"Tapi tuan pertanyaan ku belum kamu jawab." pekik Dian setengah berteriak.


"Itu tidak penting bagiku." ucap Romi, yang menghilang di balik pintu.


"Sebenarnya siapa orang itu!! kenapa dia menculik ku?" tanya Dian penasaran.


"Mas Dimas, di mana kamu mas, kenapa kamu tidak mencari ku!!" gumam Dian lirih.


"Pasti sekarang kamu sedang bersenang-senang di luaran sana!! sedangkan aku disini, di siksa dan di sekap oleh orang yang tidak aku kenal." pekik Dian, dengan mata yang berembun.


"Ibu bapak, tolong bebas kan Dian, Dian takut Bu hiks hiks hiks." gumam Dian sambil menangis.


Romi yang mendengar tangisan dari Dian, tiba-tiba perasaaan nya merasa kasihan. dia teringat dengan seseorang di masa lalu.


"Andai saja kamu bukan calon istri dari Dimas, mungkin nasib mu tidak akan seperti ini." pekik Romi.


"Karena siapapun orang itu, asal dia orang yang Dimas sayangi, maka aku akan membuat nya menderita." tekad Romi.


"Karena dendam ku tidak akan berakhir jika Dimas tidak merasakan kehancuran di dalam hidup nya." gumam Romi, sambil mengepalkan tangannya.


di lain sisi Dimas, merasa terpuruk dengan hilang nya Dian. perasaan kehilangan sangat Dimas rasakan terlebih lagi, Dimas teringat dengan seseorang di masa lalu. yang sangat dia sayang.


"Kamu di mana Dian, mas merindukan mu!! kembalilah, mas janji mas akan lebih menyayangi mu, dan mas akan melakukan apapun asal kau kembali." gumam Dimas sambil melihat foto Dian di layar handphone nya.


"Apa aku lapor polisi saja, tapi aku tidak memiliki bukti apapun. tapi bagaimana jika Dian di culik, dan penculik itu melukai Dian. Tapi aku juga tidak memiliki bukti jika Dian di culik. Lalu aku harus bagaimana!! pernikahan ku dengan Dian tinggal menghitung hari, tapi Dian malah menghilang." gumam Dimas prustasi.


"Aku akan mencoba menelepon orang tua Dian, apakah Dian ada di sana atau tidak."


Dimas pun langsung saja, menekan nomor telepon orang tua Dian. tidak berapa lama panggil itu tersambung.


"Halo!! Dimas ada apa nak?" tanya Ibu Dian.


"Begini Bu, apa Dian ada di sana?" tanya Dimas ragu.


"Tidak, Dian tidak ada di sini!! memang nya kenapa, apa kalian bertengkar?" tanya Ibu Dian merasa khawatir.


"Tidak bu, hanya saja sudah dua hari Dian tidak ada di apartemen nya?" ucap Dimas sendu.


"Jika kalian tidak bertengkar, lalu kemana Dian pergi?" tanya Ibu Dian sedikit kesal.


bersambung...


tunggu up berikutnya ya..

__ADS_1


jangan lupa, like comen dan vote nya, boleh juga kasih aku bunga ataw kopi. biar aku tambah semangat nulis nya ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2