Menjadi Janda Gara-gara Janda

Menjadi Janda Gara-gara Janda
bertemu mereka


__ADS_3

"Jagoan papa.apa kau sudah siapa?."tanya amar kepada Iki


"Sudah pah,tapi mana mama kok belum turun juga.?" tanya Iki cemberut


"Kalau begitu,coba Iki panggil mama?." titah amar kepada Iki


"Ok pah." Iki pun langsung menuju ke kamar sang mama dan langsung saja masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu


"Mama."pekik Iki kesal


sang mama yang sedang berguling-guling di kasur pun seketika kaget dan salah tingkah di depan Iki


"Ah iya." ucap Ajeng kaget


"Mama sedang apa?.kenapa mama berguling-guling seperti itu?." tanya Iki bingung karena melihat tingkah laku sang mama yang aneh


"Itu,,mama mmm.iki sayang ada apa mencari mama hm?." ucap Ajeng gugup dan mengalihkan pembicaraan


"Aku kesini mau nyusul mama.kenapa mama lama sekali aku dan papa sudah lama menunggu?." ucap Iki ngambek


"Oh ya ampun mama lupa,ya sudah mama siap-siap dulu beri mama waktu 15 menit ok sayang?."ucap Ajeng sedikit memelas


"Tapi janji ya mama akan segera turun?." ucap Iki membuat Ajeng gemas dan ingin sekali mencium pipi gembul Iki


"Iya mama janji."


# Toko kue


"Iki sayang kamu ingin kue yang seperti apa sayang?."tanya sang mama


"Aku mau yang Spiderman mah,seperti ini."ucap Iki sambil menunjuk salah satu bentuk kue favorit nya


"Baiklah,mba saya mau kue yang.tolong nanti kirim jam 17.00 ke alamat ini?." ucap Ajeng sambil memberikan se carcik kertas kepada karyawan di toko kue itu


"Baik bu." jawab si karyawan tersebut


"Mah,nanti mama dan papa akan memberikan aku kado apa.?" tanya Iki kepada amar dan Ajeng


"Rahasia dong."jawab amar sambil terus saja pokus menyetir


"Papa curang." hardik Iki


"Mamang Iki mau kado apa dari mama sayang?." tanya Ajeng kepada Iki yang sedang mengambek


"Tapi mama harus janji,akan memberikan apa yang Iki minta kan?." ucap Iki sambil memberikan jari kelingking nya


"Iya mama janji.tapi Iki mau kado apa dari mama?." tanya Ajeng penasaran dengan keinginan anak nya


"Aku mau punya adik mah." ucap Iki bersemangat berbeda dengan Ajeng yang syok dengan permintaan anak nya,dan ini bukan kali pertama Iki meminta adik dari nya


"Tapi sayang?."


"Baiklah jagoan papa,nanti papa dan mama akan memberikan mu adik yang sangat banyak untuk Iki." ucap amar yang mendapat cubitan dari Ajeng

__ADS_1


"Kamu ini."ucap Ajeng kesal


di lain sisi Dimas dan Dian tengah sibuk untuk mempersiapkan acara pernikahan mereka yang tidak akan lama lagi tiba


"Mas sayang,nanti malam jadi tidak ke rumah Ajeng untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Iki?."tanya Dian kepada dimas yang sedang sibuk memilih kartu undangan


"Astaga mas lupa sayang."ucap Dimas sambil menepuk jidatnya


"Tuh kan kebiasaan,untung aku ingetin." ucap Dian tersenyum


"Iya sayang terima kasih ya udah ingetin mas.dan ayo kita cari kado untuk Iki?." ajak Dimas kepada Dian


"Ayo mas."


# Mall xx


"Mas kira-kira kita kasih kado apa ya buat Iki nanti?." tanya Dian sambil memilih robot-robotan


"Apa aja sayang. Iki orang nya tidak pilih-pilih kok."


saat Dimas dan Dian sedang memilih kado,kebetulan amar dan Iki juga ada di sana


"Pah aku ingin membeli ini boleh tidak?." tanya Iki kepada amar


"Boleh apa yang Iki mau ambil saja."


"Amar." panggil Dimas


"Dimas,kamu di sini juga?." tanya amar heran


"Iya aku juga minta maaf juga ya."


"Oia kenalin ini Dian calon istri aku." ucap Dimas


"Halo aku Dian."


"Amar." jawab amar singkat


"Halo,kamu pasti Iki kan?."tanya Dian kepada Iki sambil mencubit pipi gembul Iki


"Kok Tante cantik tau sama nama ku?."tanya Iki polos


"Karena Tante penggemar rahasia Iki."


"Benarkah. papa lihat Tante cantik ini ternyata fans ku." ucap Iki genit


"Wah anak papa ini memang keren."jawab amar


"Oia kalian kesini cuma berdua,dimana Ajeng?." tanya Dimas kepada amar


"Kami kesini bertiga tapi,Ajeng sedang mencari sesuatu di sana." jawab amar sambil menunjuk sebuah tempat kosmetik


"Kalau begitu aku kesana ya,kalian sibuk lah." ucap Dian tersenyum

__ADS_1


Ajeng yang sedang serius memilih dan melihat berbagai macam produk kecantikan di kejutkan dengan kedatangan Dian


"Halo mba Ajeng?." tanya Dian membuat Ajeng terkejut


"Astaga."pekik Ajeng


"Ehh maaf mba aku ngagetin mba ya?." ucap Dian lirih


"Tidak apa-apa kok,hanya saja aku sedikit terkejut dengan kedatangan mu yang tiba-tiba."jawab Ajeng tersenyum


"Mba Ajeng sedang memilih apa?." tanya Dian


"Ini aku sedang memilih lipstik,tapi aku bingung warna apa yang cocok dengan gaun ku?." ucap Ajeng dilema dengan lipstik nya


"Boleh aku bantu pilihkan mba Ajeng." ucap Ajeng menawarkan bantuan


"Boleh."


"Warna gaun mba Ajeng,warna apa?."tanya Dian


"Gaun ku warna peach,cocok tidak dengan warna ini?." tanya Ajeng


"Kaya nya ngga deh mba, bagaimana kalo mba pake lipstik warna ini karena aku lihat warna pecah cock dengan warna ini?."


"Wah kamu benar, terima kasih ya mm."


"Dian mba,namaku Dian." ucap Dian menjawab kebingungan Ajeng


"Ah ya Dian. terima kasih ya,oia kamu kesini dengan siapa?." tanya Ajeng


"Aku kesini dengan mas Dimas mba." jawab Dian


"Lalu kemana orang nya?."


"Mas Dimas sedang disana bersama,Iki dan mas amar." ucap Dian sambil menunjuk toko mainan anak-anak


"Oh." jawab Ajeng singkat


"Iya,dari pada aku disana bengong mending aku kesini." jawab Dian


"Kalau begitu aku mau kesana dulu,apa kamu mau ikut?."tanya Ajeng kepada Dian


"Boleh mba,aku juga sekalian mau nyari sesuatu mba."


Ajeng dan Dian pun memutuskan untuk mencari sesuatu bersama,dan mereka juga makan siang bersama


"Papa aku lapar?." ucap Iki merengek


"Iki mau makan apa sayang?."tanya Dimas kepada Iki


"Aku tidak mau bersama om,aku mau nya sama papa." jawab Iki ketus


"Iki sayang tidak boleh begitu ya,papa kan tidak pernah mengajarkan Iki.untuk berlaku tidak sopan kepada orang yang lebih tua dari iki?. ucap amar menasehati Iki

__ADS_1


"Tapi pah,aku mau nya makan bersama papa tidak mau dengan om itu." Dimas yang mendengar Iki berkata seperti itu terhadap nya seketika merasa sedih karena tidak bisa menjadi ayah yang baik seperti yang Iki mau


"Dimas aku minta maaf ya dengan sikap iki.tapi jujur aku tidak pernah mengajarkan Iki seperti itu?." ucap amar tulus


__ADS_2