
saat Dimas berkunjung kerumah orang tuanya betapa dimas terkejut melihat Anya ada di sana, karena setau Dimas Anya tinggal dengan Maya tapi mengapa ada di rumah sang ibu
^^^tok tok tok^^^
"Assalamualaikum bu"ucap Dimas memberi salam
"Wa'alaikumsalam salam,Dimas anak ku kau baik-baik saja nak Alhamdulillah ya Allah engkau telah mengabulkan doa hamba yang meminta agar Dimas kembali dengan ke adaan sehat walapiat" ibu Dimas mengucap rasa syukur atas kembalinya Dimas
"Alhamdulillah bu Dimas sehat bu"
"Ya sudah ayo masuk" ucap sang ibu mempersilahkan Dimas masuk
"Iya bu"
"Nak selama ini kamu pergi kemana,kau tidak ada kabar cerita nya sampai-sampai nomer mu pun tidak bisa di hubungi?" ucap sang ibu menanyakan kemana Dimas selama ini pergi
"Aku pergi ke pulau seberang bu,selain untuk mencari uang aku juga ingin menenangkan suasana hati ku bu" ucap Dimas lirih
"Ya sudah nak yang penting saat ini kamu kembali dalam keadaan sehat,bagi ibu itu sudah cukup"
"Terimakasih ku,Oia bapak dimana bu?"ucap Dimas menanyakan keberadaan sang bapak
"Bapak sedang pergi jalan-jalan ke taman mengajak Anya bermain?" jawab sang ibu
"Apa Anya ada disini bu?" tanya Dimas yang kaget karna putri nya ada bersama keluarga nya
"Iya semenjak kamu pergi Anya di bawa kesini oleh ajeng, karena Ajeng tidak bisa mengurus nya selain dia harus bekerja Iki juga tidak suka dengan Anya" jawab ibu Dimas jujur
"Tapi bagaimana ceritanya kenapa Anya bisa dengan Ajeng?" tanya Dimas yang tidak mengerti tentang masalah ini
"Ajeng bilang Maya datang kepadanya sambil marah-marah menanyakan keberadaan mu,lalu Maya menyerahkan Anya agar di urus Ajeng karna Maya sudah tidak sanggup mengurus nya lagi?" ucap sang ibu menceritakan awal mula nya
__ADS_1
"Astaga tega sekali maya bagaimana dia bisa melakukan seperti itu kepada anak nya sendiri"ucap Dimas yang tak habis pikir dengan jalan pikiran Maya
"Ibu juga sama seperti mu nak,bagaiman bisa Maya berbuat seperti itu kepada darah daging nya sendiri dan yang paling parah Maya menyiksa Anya,saat Anya pertama di bawa kemari di tubuh dan wajah Anya banyak bekas luka lebam karna perbuatan maya mantan istri mu itu" ucap sang ibu yang merasa geram
"Astaghfirullah kasihan sekali anak ku bu,awas kamu Maya aku akan balas semua perbuatan mu?"ancam Dimas
"Sudah Dimas yang penting sekarang Anya sudah aman bersama kita di sini,soal maya kau tidak usah memikirkan nya lagi biar Allah yang membalas wanita keji seperti itu"
"Tapi bu Dimas tidak terima jika anak-anak Dimas menjadi korban ke jahatan si Maya itu bu"ucap Dimas emosi
"Ibu tahu nak ibu paham tapi untuk apa kita membalas orang yang jahat sama kita,yang ada kita dan dia sama saja tidak ada bedanya"
"Baiklah kali ini aku maaf kan bu jika lain kali dia coba-coba untuk melukai anak-anak ku,aku tidak akan tinggal diam bu aku akan membalas nya"
di lain sisi Maya yang masih geram karna kejadian tadi siang di mall bukan hanya karna dia bertengkar dengan Ajeng tapi juga karna melihat Dimas yang sedang membeli cincin dengan kekasih nya
"Kurang ajar kalian semua,pokonya aku tidak akan tinggal diam melihat kalian semua hidup bahagia sedangkan aku harus hidup menderita karna perbuatan kalian"
"Aku akan membuat kalian menyesal karna telah mencari gara-gara dengan ku,tapi aku akan memaafkan mu mas, asal kau mau kembali lagi dengan ku, pokonya bagaimana pun caranya aku harus bisa mendapatkan mas Dimas kembali"ucap maya yang prustasi
akhirnya Maya bergegas pergi ke rumah dimana Anya dan ibu Dimas tinggal setelah menempuh perjalanan selama 1 jam akhirnya Maya sampai di rumah kedua orang tua Dimas
tok tok tok
"Siapa sih yang bertamu malam-malam begini?"tanya sang ibu dalam hati
dan pintu kembali di ketuk tok tok tok
"Iya sebentar"ucap sang ibu dari dalam
saat pintu di buka betapa kaget nya ibu Dimas karna yang datang adalah Maya
__ADS_1
"Maya,mau apa kamu datang kerumah ku?" ucap sang ibu ketus
"Ibu maaf kan aku bu,karna aku baru sempat datang kemari untuk mencari Anya anak ku bu?"ucap maya sambil menangis
"Anya sudah hidup bahagia dengan kami,kamu tidak perlu lagi memikirkan nya urus saja hidup mu sendiri" hardik sang ibu marah
"Tapi bu Anya itu anak ku darah daging ku bu, bagaimana bisa aku tidak memikirkan nya bu" ucap maya sambil terus saja menangis
"Jika dia anak mu kenapa kau tega memukulinya dan memberikannya kepada orang lain"
"Aku tidak memberikan nya bu,Ajeng dan teman nya datang kerumah ku dan mereka menculik anak ku bu,dan untuk apa aku memukul anak ku sendiri nu aku tidak Setega itu"ucap maya berbohong sambil terisak
"Bohong kamu Maya,mana mungkin Ajeng tega berbuat seperti itu kepada anak kecil?"ucap ibu Dimas tak percaya dengan apa yang Maya katakan
"Ibu boleh tidak percaya tapi aku ada buktinya bu" ucap maya sambil memberikan bukti palsu kepada ibu Dimas
"Apa ini?"
"Ibu lihat saja bu bagaimana Ajeng dan teman nya masuk kedalam rumah ku dan menculik Anya dariku?"
ibu Dimas pun kemudian memutar rekaman video yang Maya berikan kepada nya,dan betapa terkejut saat video itu memperlihatkan Ajeng yang menculik Anya di dalam box bayi
"Astaga?"ucap sang ibu
"Ibu lihat kan bagaimana Ajeng melakukan itu terhadap Anya?"ucap maya yang terus berbohong
"Tapi bagaimana bisa Ajeng berbuat seperti itu Maya?" tanya ibu tak percaya karena mantan menantu kesayangan nya tega berbuat begitu
"Itulah kenyataannya bu,Ajeng menyembunyikan kejahatan nya di balik wajah nya yang polos itu bu" Maya terus mengompori agar ibu Dimas membenci Ajeng
"Bu tolong percaya pada ku,aku mana mungkin tega melakukan itu terhadap anak ku sendri,hanya dia satu-satunya orang yang aku punya sekarang dan aku sangat kehilangan saat dia di culik,aku pernah berniat untuk melaporkan Ajeng ke polisi tapi aku urungkan Bu karna Ajeng juga mempunya anak jika dia di penjara lalu anak nya dengan siapa"ucap maya yang terus saja memojokan Ajeng
__ADS_1
"Kamu yang sabar ya Maya,maaf kan ibu karna sudah berpikiran negatif terhadap mu,ibu kira apa yang Ajeng katakan ibu benar ternyata,ibu tidak menyangka jika Ajeng berbuat hal jahat dan hina seperti itu"ucap ibu Dimas marah
"Akhirnya ibu Dimas masuk juga kedalam perangkap ku hhhh ternyata ibu dan anak sama saja sama-sama bodoh gampang sekali di kibuli gumam Maya dalam hati