
setelah Ajeng mengobati luka Anya,,Ajeng langsung menuju ke rumah orang tua Dimas untuk menyerahkan Anya kepada kakek dan nenek nya,bukan nya Ajeng tega ataw tidak mau mengurus nya tapi Ajeng tidak mau jika Iki anak nya marah karna merasa cemburu jika anya di urus oleh Ajeng..
"Mah apa kita akan kerumah nenek?"tanya Iki
"Iya sayang,kita harus mengantar kan Ade ini ke rumah kakek dan nenek ,agar Ade ini ada yang mengurus dan membesarkan nya"
"Tapi kenapa Ade ini tidak tinggal dengan mamah nya,apa mamah dan papa nya sudah meninggal"tanya Iki polos
"Tidak sayang,orang tua Ade ini masih ada tapi mereka harus bekerja seperti mama jadi harus ada yang mengurus Ade ini di rumah"
"Oh seperti Iki ya mah,jika mama dan papa kerja aku di jaga bi Inah?"
"Iya sayang seperti itu,,nah kita sudah sampai ayo turun"
Ajeng turun dengan menggendong anya dan tangan satu nya sambil menuntun tangan mungil Iki
"Tok tok tok assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam ajeng,Iki cucuku sayang bagaimana kabar mu nak,sudah lama nenek tidak melihat mu?"
"Aku baik nek"
"Ayo kita masuk dulu,kalian duduk lah ibu mau buatkan minum dulu"
"Iya Bu"
"Pak,bapak"
"Iya ada apa bu?"tanya bapak Dimas
"Cepat sini pak ada Ajeng dan Iki kemari"
"Apa ada Iki,,Iki cucuku kakek kangen sekali sama kamu"ucap bapak Dimas sambil terus memeluk dan mencium cucu kesayangan nya
"Ajeng apa kabar nak,,apa ada sesuatu dan siapa anak yang sedang kamu gendong?"tanya bapak Dimas
"Ini pak,tadi pagi maya datang menemui ku dan dia menyerahkan ini kepada ku,tapi aku tidak bisa jika harus mengurus nya pak"
"Tapi anak siapa ini?"
"Ini anak mas Dimas dengan Maya,,tapi Maya bilang dia sudah tidak sanggup jika harus mengurus nya,jadi dia ingin saya memberikan nya kepada ibu dan bapak"
"Tapi kenapa wajah dan tangan nya banyak lebam seperti itu?"
"Itu karena Maya memukul atau mencubit nya"
"Astaghfirullah,dia itu manusia ataw binatang tega sekali berbuat itu kepada anak nya sendiri,,mari sini sayang dengan kakek"ucap bapak Dimas sambil menggendong anya
"Pak anak siapa itu yang sedang kamu gendong?"tanya ibu Dimas
"Ini anak Maya dan Dimas bu,dia menitipkan Anya kepada Ajeng agar Ajeng memberikan nya kepada kita bu"
__ADS_1
"Tapi kemana ibu nya,kenapa dia tidak mau mengurus nya?dan kenapa dengan wajah nya?"tanya sang ibu sambil mengelus-elus rambut Anya
"Itu semua perbuatan wanita biadap itu bu,dia sudah tega memukul anak nya sendiri bahkan dia sudah tidak mau mengurus nya lagi'
"Astaghfirullah malang sekali nasib mu nak"
"Iya bu karna itu aku bawa Anya kesini,jika aku yang harus menjaga nya aku tidak bisa karna aku harus bekerja,lagi pula Iki tidak mau jika aku mengurus anya bu"ucap Ajeng
"Iya bu jadi lebih baik kita urus saja lagu pula kan ini juga anak nya Dimas cucu kita sendiri bu"
"Iya pak lagi pula kasihan anak sekecil Anya harus hidup menderita"
"Ya sudah bu kalau begitu aku dan Iki pamit dulu mau pulang?"
"Kenapa buru-buru sekali ibu kan masih kangen dengan Iki?"
"Iya ajeng apa tidak bisa kau dan Iki menginap disini semalam saja?"tawar bapak Dimas
"Tidak mau aku tidak mau menginap aku kangen sama papa ku?"ucap Iki ketus
"Iki sayang tidak baik bicara seperti itu nak,,,mm pak bu maaf kan Iki ya,dia memang seperti itu jika pergi tanpa amar?"
"Iya ajeng ibu mengerti kok"
di lain sisi amar yang baru pulang dari kantor tidak menemukan dua sosok yang paling dia sayangi
"Bi,kemana Iki dan ajeng pergi?"tanya amar
"Anak kecil,siapa bi?"
"Saya juga tidak tau tuan tapi dia itu anak kecil yang manis di wajah dan tubuh nya banyak bekas luka lebam"
"Anak kecil dengan luka lebam,ya sudah bi aku mau ke atas dulu"
"Iya tuan"
Ajeng dan Iki terjebak macet sampai berkilo-kilo meter
"Mah apa macet nya masih lama?"tanya Iki
"Mama juga tidak tau sayang,,memang nya kenapa hm"
"Aku lapar mah dan pasti papa juga sekarang sudah pulang dan merasa lapar juga"
"Mm sabar ya,sampai rumah nanti mama akan memasak makanan kesukaan Iki dan papa bagaimana?"
"Hore terimakasih mah"
waktu menunjukan pukul 7 malam Ajeng dan Iki baru tiba dan langsung mencari keberadaan amar.
"Papa,,papa,,papa,papah"
__ADS_1
"Iki sayang hati-hati"
"Mamah papa kok tidak ada?"
"Coba tanya bibi sana"iki pun langsung berlari ke arah dapur mencari keberadaan bi Inah
"Bi papah mana?"
"Papah Aden ada di kamar nya mungkin sedang istirahat den"
"Ya sudah aku tidak akan mengganggu papa dulu"
"Bagaimana sayang sudah ketemu bi inah nya?"
"Sudah mah tapi kata bi Inah papa sedang istirahat?"ucap Iki sedih
"Ya sudah sembari menunggu papa bangun bagaimana jika Iki membantu mamah masak untuk makan malam kita?"
"Baik mah"ucap Iki semangat
Iki dan Ajeng pun memasak sup ayam,ayam goreng dan capcay seafood kesukaan amar setelah semua makanan siap Iki pergi ke kamar amar dan membangunkan nya
"Papah,pah"
"Mmm"
"Apa aku mengganggu papa?'
"Tidak sayang ayo kemari?"ucap amar
"Kau sudah pulang sayang?"
"Iya pah dan aku pulang sudah 1 jam yang lalu"
"Benarkah,kenapa jagoan papa tidak menemui papa hm"
"Tadi kata bi Inah papa sedang istirahat jadi aku tidak tega membangunkannya nya"
"Pah ayo kita turun makan malam?"
"Makan malam?"
"Iya pah dan makanan malam ini spesial karna aku yang membuat nya"ucap Iki tidak sabar
"Wahhh pasti makanan buatan anak papa ini sangat lezat"
"Tentu saja ayo pah kita turun,mama pasti sudah menunggu kita"
"Ayo"
seketika amar merasa jika dirinya benar benar mempunyai keluarga yang sangat utuh,andai Ajeng mau menikah dengan nya pasti kebahagiaan nya bertambah berkali lipat
__ADS_1