
📝Cerahnya mentari sinari bumi, hangatnya hingga terasa didenyut nadi. Hari ini ku awali pagi dengan semangat menggebu di hati, tak pernah berhenti tuk mengejar mimpi. Dan melihat betapa indahnya bumi Pertiwi.
Ku ukir nama di dada, lalu ku selipkan sebuah harapan yang membara. Canda, tawa yang akan terkenang sepanjang masa. Suka dan duka yang kita jalani bersama. Sungguh sejarah yang akan dikenang selamanya.
Ku teringat pada suatu hari, hari-hari dimana kita tertawa sepenuh hati. Berkeliling melihat indahnya alam ini. Dan membuat pesawat terbang yang berisikan mimpi-mimpi.
Terimakasih untuk semuanya, untuk kebersamaan yang kita jalani bersama. Untuk canda, tawa, suka, duka yang mewarnai hari-hari kita.
Aku tersenyum, tertawa dan menangis kala teringat perjuangan kita. Perjuangan tuk menggapai cita-cita. Lalu dengan gilanya meneriaki sang mentari yang tengah menjalankan tugasnya menyinari bumi di atas langit. "Mentari, terimakasih telah menjadi penyemangat di pagi hari. Dan selalu siap tuk menerangi bumi. Mentari lihatlah kami suatu hari nanti, yang akan sukses menggapai mimpi. Mentari ku cahaya hidupku."
Itu lah awal kegilaan kita. Seorang anak biasa yang bercita-cita menjadi orang luar biasa. Siapa sangka ternyata menjadi nyata. Berniat untuk membanggakan orang tua dengan cita-cita yang mulia. Mentari ku cahaya hidupku📝
Sebuah senyum kecil tapi manis tersungging di bibir Yayah saat selesai menulis di buku deary nya. Matanya mulai berkaca-kaca saat ia mulai teringat lagi masa dimana ia dan sahabat-sahabatnya berjuang untuk menggapai mimpi mereka, yang pada akhirnya menjadi nyata.
Yayah pun mengeluarkan sebuah album foto di rak buku. Album itu sudah terlihat usang dan berdebu. Di tiupnya debu itu hingga berterbangan, lalu terlihat cover album itu bertuliskan Best Friend Forever. Lalu ia membuka halaman pertama album itu, disana terdapat tulisan 'Mentari ku cahaya hidupku'.
Senyum tersungging di bibir Yayah. Di bukanya lagi halaman kedua. Di sana terlihat jelas foto empat anak remaja perempuan yang saling berpelukan.
Tawa pun pecah tak dapat tertahankan. Rupanya itu adalah foto dirinya dan teman-temannya, Yayah menghela nafas sambil geleng-geleng kepala.
Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu. Dia menghampiri Yayah dan memeluknya dari belakang. "Sedang lihat apa sayang?" Menyenderkan kepalanya ke bahu Yayah.
"Sedang lihat album foto saat aku masih sekolah dulu." Yayah memperlihatkan album foto yang di pegangnya pada suaminya.
Suami Yayah tertawa. "Ini kamu waktu masih sekolah dulu? Kurus banget sih." Mencubit pipi Yayah. "Tapi sekarang kamu malah jadi cabi begini."
Yayah membalikan tubuhnya, sekarang dia dan suaminya saling berhadapan. "Itu artinya aku bahagia sama kamu."
"Memangnya waktu dulu kamu tidak bahagia?"
__ADS_1
"Bahagia. Tapi sekarang kebahagiaan aku jadi lebih sempurna dengan adanya kamu." Karena gemas mendengar perkataan Yayah, suaminya malah mencubit pipi cabi Yayah. "Sakit!" Rengek Yayah.
"Maaf. Habisnya kamu menggemaskan sih."
"Jangan gombal-gombalan ah, kita bukan anak remaja lagi." Yayah menarik dasi suaminya hingga longgar lalu membukakan Jaz suaminya.
"Memangnya kenapa kalau kita bukan anak remaja lagi. Apa tidak boleh menggoda istri sendiri." Mencium kening istrinya. "Sayang, aku ingin mendengar cerita masa-masa kamu waktu sekolah dulu."
"Kamu kan baru pulang kerja, mendingan kamu mandi dulu sana, bau asem." Yayah mendorong pelan tubuh suaminya.
"Tapi aku ingin mendengar cerita masa-masa kamu waktu sekolah." Mulai mengeluarkan sikap keras kepalanya.
"Mandi dulu saja sana, aku sudah siapkan air hangat!"
"Satu ciuman!" Yayah mengangkat satu alisnya. "Kalau begitu aku tidak akan bergerak dari tempat ku!"
Yayah menepuk keningnya. "Astaga, kamu ini suamiku apa anak kecil sih, disuruh mandi saja kok susah." Yayah mendekat dan mencium pipi suaminya. "Sudahkan. Sekarang pergilah mandi." Suaminya memberi hormat seperti anak paskibra, lalu masuk kedalam kamar mandi.
Tak berapa lama, suami Yayah pun keluar dari kamar mandi. Suaminya sudah menggunakan pakaian tidur lengkap yang sebelumnya memang sudah di siapkan oleh Yayah. "Sayang, kamu lagi apa?" Menghampiri Istrinya.
"Aku sedang memeriksa hasil ulangan bahasa Indonesia anak murid ku." Tanpa berpaling dari kertas-kertas yang di pegangnya.
"Lanjutkan besok saja sayang, kamu kan sudah berjanji akan bercerita tentang masa-masa kamu waktu sekolah padaku." Sudah berbaring ditempat tidur.
"Tanggung sayang." Masih belum juga berpaling.
"Aku hitung sampai tiga. Kalau kamu tidak kemari juga, aku akan sangat marah kepada kamu." Ancamannya terdengar tidak main-main.
Refleks Yayah langsung berlari dan berbaring di samping suaminya. "Sayang janganlah kamu marah." Mengelus- elus rambut suaminya.
__ADS_1
"Ceritakan!"
"Sayang, aku tidak tahu harus mulai dari mana." Mulai mencari alasan.
"Ceritakan atau aku akan…." Dipotong cepat oleh Yayah.
"Baiklah sayang aku akan ceritakan." Potong Yayah cepat, karena kalau sampai suaminya marah sungguhan bisa berabe urusannya. Aku harus mulai dari mana ya? Batin Yayah.
Yayah pun mulai bercerita kepada suaminya. Yang pertama ia ceritakan adalah tentang ketiga sahabatnya, sahabat terbaik yang selalu ada untuknya.
Yayah memiliki tiga sahabat, tiga sahabat itulah yang selalu setia menemani Yayah disaat suka maupun duka. Dan merekalah sahabat seperjuangan Yayah. Ina, Angel dan Sasa.
Ina. Si cantik berambut panjang ini adalah sahabat Yayah yang paling kalem, baik dan yang paling dewasa.
Angel adalah sahabat Yayah yang cuek, jutek dan agak cerewet. Tapi sebenarnya orangnya sangat baik.
Sasa adalah sahabat Yayah yang banyak dikagumi laki-laki karena kecantikan dan kepintarannya. Banyak laki-laki yang menyatakan cinta padanya, namun berakhir dengan ditolak.
Dan Yayah adalah orang yang lucu, ceria, humoris dan cerewet. Yayah adalah orang yang mudah bergaul.
Mereka memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, perbedaan itulah yang membuat mereka saling melengkapi.
Inilah kisah mereka.
Bersambung....
☀️☀️☀️☀️
**Hi kakak semua, ini adalah karya kedua ku semoga kalian suka ya dengan cerita yang ku buat ini. Cerita ini berbeda dengan cerita yang ku buat dulu yaitu 'Detektif'. Karena cerita ini lebih ke tentang empat sahabat yang tak pernah berhenti berjuang untuk menggapai mimpi mereka.
__ADS_1
Karena cerita ini akan menyajikan tentang masa-masa sekolah, alurnya campuran semoga kakak-kakak tidak bingung saat membacanya ya. Mohon dukungannya dan kita saling mendukung.
Dukung author dengan cara baca, like, rate, coment dan jangan lupa juga Vote. Terimakasih**.