
Arsalan menghampiri Yayah yang sudah menunggunya dikamar. Melihat suaminya datang, Yayah langsung saja bangkit dan mengajak Arsalan untuk duduk.
"Bagaimana sayang?"
"Kin bilang dia akan memikirkannya dulu."
Yayah mengangguk paham, lalu dia mengajak Arsalan untuk tidur karena hari sudah mulai larut. Yayah berharap Kin akan membuat keputusan yang benar, tentunya keputusan yang membuat semuanya bahagia.
Esoknya Kin menghampiri Yayah yang sedang asyik menyiram tanaman. "Nona, bolehkah saya bicara sebentar dengan anda."
Pasti dia mau ngomongin tentang Halimah. Aku jadi deg-degan karena takut dia menolak Halimah, entah akan segalau apa nanti adikku itu.
"Iya silahkan."
Kin tampak menghela nafas. "Nona saya tidak tahu tentang perasaan nona Halimah kepada saya, tapi saya rasa kalau saya terlalu hina untuk bersanding dengan adik anda."
"Jadi?"
"Anda tidak mengerti maksud dari perkataan saya tadi?" Tanya Kin, dan Yayah menggeleng.
Bagaimana saya menjelaskannya kepada anda nona.
"Maksudnya adalah saya tidak bisa membalas perasaan nona Halimah kepada saya, karena saya merasa tidak pantas untuknya. Tetapi saya berdoa agar nona Halimah mendapatkan pendamping hidup yang jauh lebih baik dari saya."
Jadi dia menolak adikku.
Yayah langsung menatap Kin dengan tajam, dan Kin paham betul apa yang ada dipikiran Yayah. Kin bukan tidak suka kepada Halimah, ia hanya merasa kalau tidak pantas bersanding dengan seorang wanita yang ia anggap sempurna itu. Sedangkan dirinya yang sama sekali tidak memiliki keistimewaan apa-apa.
"Nona saya harap anda tidak salah paham, saya bukannya menolak adik anda. Tapi...."
"Tapi apa? Itu namanya menolak tahu, kamu tahu akan sesakit apa adikku nanti."
Kin menghela nafas panjang. Dan tiba-tiba Arsalan datang karena mendengar kebisingan dari Yayah dan Kin.
"Selamat pagi Tuan." Kin mengangguk sopan.
Arsalan rupanya sudah membaca situasi, dan paham betul apa yang sekarang sedang terjadi. Jujur saja dia merasa kecewa dengan keputusan Kin, tapi dia bisa apa. Karena dia sama sekali tidak bisa memaksakan perasaan orang lain.
"Sayang, kamu masuk dulu ya. Aku mau bicara sebentar dengan Kin." Ucap Arsalan.
__ADS_1
Yayah pun menuruti perkataan Arsalan dan masuk kedalam rumah, meninggalkan Arsalan dan Kin berdua.
"Tuan, bukannya saya bermaksud lancang. Tapi sungguh apalah saya bila dibandingkan dengan nona Halimah, saya hanyalah...."
"Kin." Ucap Arsalan.
Kin pun terdiam dan tidak melanjutkan perkataannya itu. "Aku tidak akan memaksa mu untuk mencintai adik iparku, semua keputusan ada ditangan mu. Berbahagialah Kin."
"Tu-tuan."
Saat akan melangkah pergi, langkah Arsalan terhenti saat mendengar ucapan Kin. "Iya?" Arsalan menatap Kin dengan lekat.
"Saya sebenarnya menyukai nona Halimah, tapi saya merasa sama sekali tidak pantas untuknya. Saya hanyalah orang biasa tuan."
"Lalu maksudmu Halimah adalah manusia super begitu?" Arsalan tersenyum mendengar perkataannya sendiri.
"Bukan begitu tuan."
"Sudahlah, Kin. Kamu itu mencintainya, untuk apa kamu terus menyembunyikan rasa itu."
Arsalan menghampiri Kin dan memeluknya. "Berbahagialah Kin, sungguh aku sangat ingin melihatmu bahagia."
"Jadi bagaimana dengan lamaran itu Kin?"
"Apakah tuan yakin memilih saya untuk menjadi pendamping adik ipar tuan?"
"Apa alasan untuk aku tidak yakin padamu."
Perkataan Arsalan membuat Kin tersenyum, ia berjanji akan selalu menghormati tuannya ini dengan sepenuh hati. Karena Arsalan telah banyak membantu dirinya, bahkan sampai ia menemukan cintanya.
Setelah perbincangan tadi, Arsalan menyampaikan kalau Kin menyukai Halimah dan ingin segera melamarnya kepada semua keluarga Yayah. Dan tanpa diduga Keluarga Yayah menerima Kin dengan senang hati.
Yayah tersenyum hangat kepada Kin. "Terimakasih banyak atas keputusan yang kamu ambil ini Kin, aku senang sekali. Aku mohon kepadamu, jaga dan bahagiakan lah adikku itu. Jangan kamu sakiti hatinya."
"Saya akan melakukan yang anda perintahkan itu nona, saya akan menjaga adik anda dengan sepenuh jiwa saya."
***
Hari ini adalah hari yang sangat bahagia untuk semua, yaitu acara lamaran Kin dan Halimah. Walau acara sederhana, namun terasa sangat khidmat.
__ADS_1
Semua keluarga menghadiri acara lamaran tidak terkecuali Ayah dah Ibu Arsalan. Hari ini semua orang tampak sangat bahagia. Dengan tangan yang sedikit gemetar Kin memakaikan cincin ke jari manis Halimah, cincin sebagai tanda kepemilikan sementara, sebelum Halimah benar-benar menjadi milik Kin seutuhnya.
"Kin, tolong jaga hati anak Abah ya. Kamu jangan membuat dia kecewa." Ujar Abah.
"Baik, Tuan. Saya berjanji akan selalu menjaga dan mencintai anak tuan dengan sepenuh hati dan jiwa saya."
"Yeh, malah manggil tuan. Panggil aja Abah, kan kamu itu udah mau jadi menantu Abah."
"Baik Abah." Kata Kin dengan sedikit kaku. Semua orang tersenyum melihat percakapan antara Abah dan Kin.
"Melihat Susana ini jadi mengingatkan aku akan acara lamaran kita dulu ya, saat itu wajah mu sama malu-malunya dengan Halimah." Bisik Arsalan kepada Yayah.
"Wajah kamu juga dulu sama tenggangnya seperti Kin, hahaha lucu sekali tahu. Tapi dulu kamu lebih imut dari pada Kin."
Arsalan mengecup kening istrinya dengan penuh cinta. Cinta yang akan selalu ada dan menguasai hatinya. "Jangan ada kesedihan dan air mata, yang ada hanya bahagia." Ucap Arsalan.
Cinta yang kamu berikan kepadaku sudah lebih dari cukup membuat aku sangat bahagia sayang. Terimakasih atas kasih sayang dan kebahagiaan yang telah kamu suguhkan kepadaku, cintamu memang nyata, kasih sayangmu benar-benar sungguh terasa dan membuat aku sangat-sangat bahagia. Tidak ada celah dan alasan untuk aku meninggalkan dirimu. Wahai tuan yang sangat aku sayangi. Yayah
Setiap rangkaian kata yang terucap dibibir mu adalah sebuah keindahan untukku. Bahagia mu adalah bahagia ku. Maka berbahagialah kamu. Aku akan berusaha agar kamu selalu bahagia bersamaku. Kamu adalah belahan jiwaku, makan wajiblah bagiku untuk membuatmu bahagia. Aku akan selalu mencintaimu selamanya. Arsalan
Tak ku sangka, ternyata aku dapat memiliki wanita sempurna seperti dirimu Halimah. Bahkan sebuah fakta yang membahagiakan adalah bahwa dirimu juga mencintaiku. Sungguh aku sangat mencintaimu Halimah, sangat-sangat mencintaimu. Kin
Pada akhirnya semua orang benar-benar sangat berbahagia pada hari ini, dan semoga bukan hanya pada hari ini saja tapi untuk selama-lamanya. Sebab kebahagiaan itu sederhana, dan dapat kita dapatkan. Bahkan dengan orang yang kita sayang, sudah pasti kebahagiaan itu akan sangat berlipat.
Untuk Yayah dan Arsalan, sebuah pasangan yang romantis. Walau kadang pertengkaran kecil menghantam rumah tangga mereka, tapi dengan saling mengerti dan menguatkan satu sam lain semua masalah itu dapat terselesaikan dengan mudah. Mencintai itu mudah, yang sulit adalah bagaimana cara mempertahankannya.
Sampai sinilah kisah cinta dan persahabatan Yayah, kisah yang sebenarnya sulit untuk digambarkan, karena sangat berharga bagai permata.
Dan satu yang pasti, yaitu kisah cinta Yayah dan Arsalan akan selalu kuat dan indah selamanya.
Tamat.
***
Hallo semua apa kabar? Akhirnya kita sampai di akhir cerita kisah rumah tangga dan persahabatan Yayah. Aku seneng banget bisa menyelesaikan karya yang sudah lama aku terlantarkan ini. Buat yang nanya kenapa tamat padahal Yayah belum bertemu dengan ketiga sahabatnya, ya jawabannya karena takdir belum mempertemukan mereka.
Juga buat yang nanya, kenapa semua karya aku gak diajukan kontrak? Karena aku merasa karya-karya aku ini masih jauh dari kata sempurna, jadi aku merasa belum pantas untuk sampai melangkah kesana. Aku menulis karena itu memang hobi aku, dan saat menulis aku merasa sangat bahagia.
Tapi walau karya ini gak aku ajukan kontrak, aku tetep cinta kok sama semua karyaku ini. Mulai dari karya ku Detektif, Mentari ku Cahaya Hidupku, sampai karyaku Dilema (Antara sahabat dan Kasih). Aku cinta semuanya. Karena membuat tidak semudah yang dipikirkan, untuk mendapatkan ide ini aku bisa memikirkannya berjam-jam. Walau hasilnya tidaklah sebagus itu.
__ADS_1
Aku juga mengucapkan terimakasih kepada yang sudah setia dan membaca karyaku ini, karena kalianlah aku dapat membuat tiga karya di Noveltoon ini. Terimakasih banyak dan salam hangat untuk kalian dari ku. Tarsiah….