Mentari Ku Cahaya Hidupku

Mentari Ku Cahaya Hidupku
Kebenaran yang terungkap


__ADS_3

Ina menepuk pundak Yayah. "Aku yakin Emak kamu pasti akan datang, kamu harus percaya itu." Katanya.


"Aku juga berpikir kayak gitu, Emak pasti datang." Kata Yayah sambil menahan air matanya.


"Yayah," panggil seseorang yang membuat Yayah terkejut.


Saat Yayah melihat ke sumber suara, alangkah terkejutnya dia melihat wanita cantik yang tidak asing lagi baginya. Emak....


Perasaan haru menyelimutinya, dia tidak menyangka Emak akan datang dihari yang bahagia ini.


"Subhanallah, anak emak hebat. Emak bangga pisan." Ujar Emak sambil memeluk putri kesayangannya itu.


"Emak bangga?" Yayah bertanya dengan suara yang bergetar karena terharu dan sangat bahagia.


Emak mengangguk dengan mantap, lalu memeluk anaknya lagi. Ina, Angel, Sasa dan para staf yang melihat pun ikut terharu melihatnya.


"Mak sebentar lagi Yayah tampil, Emak silahkan segera ke tempat VIP." Kata staf dengan sopan, Emak pun mengangguk dan mengikuti staf itu.


Yayah, Ina, Angel dan Sasa mulai siap-siap untuk naik ke atas panggung. Mereka berempat tampak saling menyemangati satu sama lain.


"Ok anak-anak kalian silahkan menaiki panggung, semangat ya." Kata pak Edo dengan tulus menyemangati.


"Siap pak." Serempak jawaban empat sahabat itu.


Mereka pun berjalan agak pelan menaiki panggung, terlihat sudah banyak penonton yang menantikan penampilan mereka.


Dalam hati mereka selalu berdoa agar penampilan mereka ini tidak mengecewakan. Yayah menutup mata sambil menghela nafas panjang, lalu dengan perlahan dia membuka mata.


Intro musik mulai dimainkan, dan masuklah ke lagunya.


*Saat ku melihat bintang di langit


tergerak hati ingin menggenggamnya


saat sinar mentari menyilaukan mata


terbakar semangat ingin sepertinya


Entah mengapa semangat tumbuh


terlukis begitu saja dihati


tumbuh lebat merambat luas


bagaikan ribuan rumput liar


Tekad ku tak akan pernah tumbang

__ADS_1


walau badai menghadang


kita akan selalu berjuang


untuk menggapai mimpi dan harapan


Mari saling berpegangan tangan


sebutkan harapan


dan percayalah dimasa depan


kita akan meraih kesuksesan*


Yayah bernyanyi dengan diiringi tepuk tangan para penonton. Ina, Angel dan Sasa tampak semakin semangat memainkan alat musik mereka.


Sungguh penampilan yang sangat memukau. Selesai tampil keempat sahabat ini langsung berlari menghampiri keluarga tercinta mereka.


"Ina," ujar Mama tiri Ina dengan lembut sambil menghampiri Ina. "Mama bangga sama kamu, Ina benar-benar hebat."


"Ina gak butuh pujian dari Tante, aku hanya butuh Mama ku yang asli." Kata Ina dengan ketus.


Ayah hanya diam melihat sikap putrinya yang belum bisa menerima istrinya itu, dalam hati Ayah berharap semoga suatu saat nanti Ina bisa menerima mama tirinya itu.


Angel berlari menghampiri Ibunya, dia memeluk ibunya dengan sangat bahagia. Ibunya selama ini sudah cukup menderita, mulai sekarang dia berjanji akan selalu membahagiakan Ibunya tercinta ini.


"Mama kenapa bawa dia kesini? Mama kan tau kalau aku gak pernah mau liat muka dia lagi." Sasa yang menunjuk-nunjuk laki-laki paruh baya dihadapannya.


"Sayang, tolong jangan benci papa. Papa bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, papa sangat sayang sama kamu nak." Ujar Papa dengan suara bergetar menahan tangis.


"Cukup, aku gak mau denger penjelasan kamu lagi. Sudah cukup kamu buat mama menderita."


Mama memegang bahu Sasa, lalu menatap putrinya itu dengan lekat. Ada pancaran kesedihan di mata mama, dan Sasa menyadari itu.


"Sasa, Mama akan menjelaskan semuanya."


Mama menatap langit terang yang membiru, lalu matanya terpejam menyiapkan diri untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Saat itu hari sudah larut malam, tapi papa belum juga pulang. Dia takut apa yang dikatakan oleh temannya benar kalau papa sedang jalan dengan wanita lain. Mama terus menelpon papa tapi tetap saja tidak di angkat.


Tak lama ada seseorang yang mengetuk pintu, saat mama membukanya ternyata itu papa. Tapi mama tidak menyambut kepulangan papa seperti biasanya.


"Suami baru pulang kok udah cemberut gitu, harusnya kalo suami pulang itu disambut, atau dibuatkan air minum."


Mama tetap hanya diam saja, dia melihat Sasa kecil yang sudah terlelap tidur di kasur.


"Maaf ya, papa pulang telat tadi lembur soalnya."

__ADS_1


"Percuma kerja lembur kalo penghasilan hanya segitu-gitu aja." Perkataan mama membuat papa sangat tersinggung.


Namun papa hanya diam, dia tidak mau terbawa emosi yang akan menimbulkan pertengkaran.


"Oh apa jangan-jangan selama ini sebagian uang papa diberikan kepada wanita lain, hah!"


Papa tersentak mendengar tuduhan mama, papa tidak menyangka Mama akan menuduhnya sekeji itu.


"Apa yang mama katakan itu? Wanita lain.... Papa tidak menyangka Mama akan menuduh papa seperti itu, papa sakit hati Ma."


"Alah papa mengaku saja, teman mama yang bilang sendiri kalau papa jalan dengan wanita lain. Ayo mengaku saja!"


"Cukup Ma cukup.... Papa tidak pernah melakukan hal yang mama tuduhkan itu, dan kenapa mama lebih percaya kepada teman mama itu dibanding papa suami mama sendiri."


"Sudahlah pa, selingkuh tetap selingkuh. Tidak perlu sok suci dan sok teraniaya begitu."


Perkataan mama benar-benar sangat menusuk hati papa, karena sudah sangat sakit hati papa mengemasi barang-barangnya dan pergi meninggalkan rumah.


Dua hari setelah papa pergi, teman mama datang kerumah mama.


"Sin, aku mau bilang sesuatu sama kamu."


"Iya ada apa cu?" Tanya mama kepada teman baiknya itu.


"Sin sebenarnya laki-laki yang kulihat di mall itu bukan suami mu, tapi dia orang lain. Maaf Sin aku salah liat."


Bagai tersambar petir mama benar-benar terkejut mendengar itu, jadi dia telah salah menuduh suaminya.


"Kamu apa-apaan sih Cu, aku sudah menuduh suami ku dengan sangat kejam. Sampai suamiku meninggalkan rumah, sekarang aku tidak tau suami ku pergi kemana."


"Maaf kan aku Sin, aku benar-benar bersalah." Teman maaf bersujud meminta maaf.


Mama menangis setelah menceritakan semua itu kepada Sasa, begitu juga dengan Sasa.


"Papa maafkan Sasa karena telah membenci papa tanpa alasan." Kata Sasa sambil memeluk papanya.


"Iya Sayang, papa memaafkan kamu dan juga mama mu."


Empat tahun kemudian band GTB bubar dengan baik-baik karena telah digantikan oleh band masa kini karena GTB adalah band generation, walau sudah bubar tapi karya dan penghargaan GTB akan selalu dikenang.


Band GTB bubar satu tahun setelah mereka lulus sekolah SMA, lalu keempat sahabat ini melanjutkan pendidikan mereka ke universitas yang dituju masing-masing.


Bahkan pun Yayah terpilih sebagai mahasiswa yang memenangkan beasiswa kuliah di Belanda. Lalu setelah itu keempat sahabat ini sudah tidak bertemu lagi, bahkan pun mereka sudah tidak memiliki kontak satu sama lain.


**Bersambung....


Jangan lupa like, coment, rate, beri hadiah dan vote. Terimakasih 😊**

__ADS_1


__ADS_2