Mentari Ku Cahaya Hidupku

Mentari Ku Cahaya Hidupku
Bakat terpendam Kin


__ADS_3

"Sayang aku mau ice cream." Kata Yayah sambil menunjuk gerobak ice cream di taman.


"Kalau begitu kamu tunggu di sini ya, aku mau membeli ice cream dulu."


"Biar saya yang belikan Tuan." Ujar Kin.


"Yasudah, sayang kamu mau ice cream rasa apa?" Tanya Arsalan.


"Rasa coklat saja."


"Rasa coklat dua ya." Kata Arsalan.


"Baik Tuan." Kin langsung membelikan Arsalan dan Yayah ice cream.


Kin menghampiri Mamang penjual ice cream. "Permisi pak, saya beli ice cream rasa coklat dua."


"Baik, pak." Mamang penjual ice cream itu langsung sigap melayani Kin.


Hmmm.... Cuaca hari ini cukup cerah, sayang sekali kan kalau aku menjalani hari ini dengan hanya berkutat dengan laptop ku di kantor. Ada manfaatnya juga aku mengkawal Tuan Muda dan istrinya.


"Ini Pak ice cream nya." Kata Mamang penjual ice cream sambil menyodorkan dua ice cream rasa coklat itu.


Kin pun mengambil uang dari saku celananya dan memberikan kepada Mamang penjual ice cream itu. "Kembaliannya ambil saja." Kata Kin yang tahu kalau Mamang penjual ice cream itu akan mengatakan kalau uang yang ia berikan lebih.


Ia pun menghampiri dua orang yang sedang romantisan-romantisan di kursi taman, siapa lagi kalau bukan Tuan muda dan istrinya itu.


"Ini Tuan ice cream nya." Memberikan ice cream itu dengan sopan.


Arsalan menerima dua ice cream itu, dan memberikan ice cream yang satunya pada istrinya.


Yayah sangat senang menerima ice cream itu. Seperti anak kecil yang di belikan ice cream oleh Ibunya, sungguh menggemaskan.


"Sayang terimakasih ya, aku senang sekali." Ujar Yayah yang memakan ice cream itu dengan lahap.


"Jangan berterimakasih dulu, aku masih memiliki kejutan untuk mu." Kata Arsalan sambil mengusap bibir Yayah yang belepotan oleh ice cream. "Kin, sekarang!"


Kin mengangguk dan mengeluarkan sebuah ukulele berwarna hitam putih. Perlahan ia memetik ukulele. Ia pun bernyanyi dengan di iringi petikan ukulele yang ia mainkan.


🎵Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu


Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta


Hati ini kembali temukan senyum yang hilang


Semua itu karena dia

__ADS_1


Oh Tuhan, kucinta dia


Kusayangan dia, rindu dia, inginkan dia


Utuhkanlah rasa cinta di hatiku


Hanya padanya


Untuk dia


Syu du-du-du-du-du-du-du


Jauh waktu berjalan kita lalui bersama


Betapa di setiap hari kujatuh cinta padanya


Dicintai oleh dia 'ku merasa sempurna


Semua itu karena dia🎵


Yayah ternganga melihat Kin bernyanyi sambil memainkan ukulele. Benar-benar mengagetkan, orang sekaku dan sedingin sekretaris Kin bisa bernyanyi semerdu itu dan memainkan ukulele sekeren itu. Menakjubkan.


Kalau Arsalan mungkin Yayah tidak akan seterkejut ini, tapi ini Kin orang yang bahkan hanya bicara dan tersenyum seperlunya. Berbeda dengan Arsalan yang selalu tersenyum ramah dan manis. Kecuali di mata Yayah itu terlihat menggemaskan.


"Kenapa? Kamu terkejut ya melihat sisi lain dari Kin, dia dari dulu memang pandai bernyanyi dan memainkan alat musik. Tapi dia tidak menunjukkannya pada orang lain, kecuali pada ku."


Selesai joging, mereka pun menuju ke sebuah Restoran yang tak jauh dari taman untuk makan, karena memang mereka belum sarapan.


Mereka terpaksa berjalan kaki karena lupa membawa mobil. Tapi untungnya Kin membawa hp, jadi setelah mereka selesai makan, Jajang bisa menjemput mereka.


Kenapa mereka tidak memesan taksi saja? Sebenarnya semua ini sudah di rencanakan oleh Arsalan.


"Sayang kamu mau makan apa?" Tanya Arsalan pada istrinya.


"Aku sedang ingin makanan Jepang, sayang." Ujar Yayah sambil menggenggam erat tangan suaminya.


"Kin, apakah ada restoran Jepang yang dekat sini?"


"Ada, Tuan. Mari ikuti saya." Kata Kin memimpin jalan.


Saat hampir sampai ke restoran Jepang, tiba-tiba ada segerombolan anak kecil berlari ke arah Kin, Arsalan dan Yayah. Kemudian seorang anak laki-laki, anak yang paling besar menghampiri Yayah. Anak laki-laki itu memberikan kartu bergambar hati kepada Yayah.


"Ini untuk kakak yang cantik." Ujar anak laki-laki itu, Yayah menerima kartu itu dengan perasaan haru. Lalu Yayah menatap suaminya, ia tahu pasti ini semua adalah rencana dari Arsalan. "Kakak cantik jangan sedih lagi ya. Suatu saat kakak cantik akan memiliki anak dan menjadi ibu yang baik." Yayah tidak bisa berkata-kata mendengar perkataan anak laki-laki itu.


"Om, aku gak ada salah kan tadi ngomong, semuanya sama yang kayak di suruh Om kan?" Tanya anak laki-laki itu dengan polosnya kepada Arsalan.

__ADS_1


Arsalan langsung menepuk keningnya, sedang Yayah dan Kin tertawa karena gemas dengan kepolosan bocah laki-laki itu.


Setelah itu, anak-anak itu pun pamit pergi.


"Sayang terimakasih, kamu tahu saja kalau aku suka dengan anak kecil."


"Apa pun untuk mu sayang, akan aku lakukan. Yang penting kamu bahagia." Arsalan lalu mengecup kening istrinya.


Sampai di restoran Jepang Yayah dan Arsalan langsung masuk, sedangkan Kin memilih untuk jalan-jalan sebentar sambil menunggu Arsalan dan Yayah selesai makan.


"Silahkan Tuan dan Nyonya, ingin memesan apa?" Tanya seorang pelayan wanita dengan ramah.


"Aku mau pesan Yakitori." Yayah


"Kalau aku pesan Terriyaki chicken saja." Arsalan.


"Baik Tuan dan Nyonya tunggu sebentar ya." Pelayan itu pun berlalu.


Terlihat Yayah begitu sangat bahagia, melihat itu Arsalan benar-benar sangat bahagia. Ia ingin membuat Yayah melupakan kesedihannya sejenak karena memikirkan tentang anak.


Arsalan hanya ingin istrinya merasa bahagia bagaimana pun caranya, saat Yayah bersedih sungguh ia akan jauh lebih merasa bersedih. Karena istrinya ini adalah yang paling berharga di bandingkan dengan seluruh harta dan kekayaan yang ia miliki.


"Kamu bahagia?" Tanya Arsalan melihat istrinya yang tak henti-hentinya tersenyum.


"Aku bahagia. Terimakasih ya sayang, kamu selalu tahu cara membuat aku bahagia."


"Aku akan melakukan apa pun untuk mu, asal kamu merasa bahagia." Yayah tersenyum malu-malu saat mendengar ucapan Arsalan.


Tak lama pesanan mereka pun datang, mereka begitu menikmati makan berdua. "Sayang, sekretaris Kin di mana?"


"Dia bilang ingin jalan-jalan sebentar, kamu tidak perlu khawatir padanya, dia kan sudah besar." Raut wajah Arsalan menunjukkan kalau dia cemburu karena Yayah menanyakan Kin.


Yayah yang melihat itu pun langsung mendapatkan ide untuk mengerjai suaminya dengan cara memanas-manasi. "Sekretaris Kin saat bermain ukulele dan bernyanyi tadi benar-benar terlihat keren."


Tapi sepertinya Yayah harus menerima kenyataan kalau suaminya ini lebih pintar. "Oh, memang Kin itu keren." Sama sekali tidak terpancing.


Loh, kenapa dia sama sekali tidak cemburu sih. Yayah.


Sok sok-an ingin memanas-manasi aku ya. Arsalan tertawa dalam hati.


**Bersambung....


☀️☀️☀️☀️


Dukung penulis dengan cara baca, like, rate, coment dan vote. Terimakasih 😊**

__ADS_1


__ADS_2