
"Ok, sekarang giliran aku komentar." Kata Nina, kemudian suasana pun hening sejenak.
"Sebelumnya aku mau minta maaf kepada kalian, maaf karena aku telah meremehkan kemampuan kalian, kalian begitu hebat dan luar biasa. Alat musik yang kalian bawa dan gunakan itu sederhana, tapi mengeluarkan alunan musik yang begitu mewah. Sederhana tapi mewah. Sukses untuk kalian semua."
Ke empat sahabat ini pun tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih atas pujian yang mereka dapatkan, sungguh usaha yang tidak sia-sia.
Tibalah saatnya pengumuman grup mana yang akan lolos dan di pilih oleh juri. Yogi, Felly dan Nina pun naik ke atas panggung yang berada di depan tempat duduk para peserta audisi.
"Selamat malam semuanya." Seru Yogi dengan suara yang menggelegar bersahut-sahutan.
"Malam." Sahut semua peserta audisi.
"Berdirinya kami di sini yaitu untuk mengumumkan hasil penilaian kami para juri, mengenai grup band yang akan lolos dan yang akan kami pilih. Penilaian real dari kami juri dan tidak ada campur tangan siapapun orang dari luar. Tanpa banyak basa-basi lagi saya akan langsung mengumumkan grup yang akan kami pilih adalah grup band....."
Tiba-tiba ruangan yang semula ramai berubah menjadi senyap, yang terdengar hanya suara lalu lalang kendaraan.
"Adalah grup band....GTB...."
Ruangan yang tadinya hening berubah menjadi ramai. Ada yang mengucapkan selamat, ada yang tepuk tangan, dan ada juga yang ngedumel karena bandnya tidak lolos dan tidak terpilih.
Yayah, Ina, Angel dan Sasa pun di persilahkan oleh para kru untuk memasuki ruangan khusus.
"Ok untuk GTB selamat ya, karena ini sudah malam silahkan kalian beristirahat di kamar hotel yang sudah di sediakan, nanti besok kita ke rumah kalian masing-masing untuk mengambil barang-barang yang di perlukan. Paham?" Kata salah satu kru.
"Paham pak." Jawab Mereka dengan serempak.
"Yasudah, kalau begitu silahkan kalian istirahat." Kemudian berlalu.
Setelah memasuki kamar hotel mereka pun langsung berbaring di atas tempat tidur. Tempat tidurnya cukup luas, jadi lumayanlah muat untuk empat orang, lagi pula tubuh mereka tidaklah gemuk-gemuk jadi tempat tidur itu muat untuk mereka.
Beberapa saat suasana tampak sepi, belum ada satu pun dari mereka yang memulai percakapan. Mereka berempat sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"Aku seneng banget, akhirnya impian kita bisa terwujud." Kata Ina sambil memejamkan matanya.
"Aku juga benar-benar gak nyangka." Tambah Angel.
__ADS_1
"Jangan dulu puas, justru perjuangan yang sebenarnya itu baru di mulai." Sela Yayah. "Kita harus tetap jaga kekompakan kita, saling menguatkan dan menyemangati. Agar badai sekuat apapun tak akan bisa menggoyahkan persahabatan kita." Lanjut Yayah.
Mereka pun bangun dan langsung saling berpelukan. Sungguh persahabatan yang sangat indah.
Keesokan harinya, stap dan manajer mengantar mereka ke rumah masing-masing untuk mengambil barang-barang yang di perlukan. Keempat sahabat itu pun pamit kepada orang tua mereka.
"Neng, jaga dirinya. Berdoa jeung berjuang, eneng anak kebanggaan Abah." Ujar Abah kepada Yayah. Dengan membawa tas besar Yayah mencium punggung telapak tangan Abah dan Emak, lalu ia pun langsung masuk ke dalam mobil.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Sasa. Saat sampai di rumah Sasa, Mama sudah berdiri di depan rumah untuk menyambut anaknya. Terlihat Mama sudah mengemasi barang-barang yang akan dibawa oleh Sasa.
"Sayang, Mama akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mu. Semangat sayang." Setelah Sasa berpamitan kepada Mama, mereka pun langsung menuju ke rumah Ina. Kemudian di lanjutkan ke rumah Angel.
Sebelum melanjutkan perjalanan, mereka berhenti di warung makan untuk mengisi perut. Ina, Angel dan Sasa pun langsung memesan makanan yang mereka inginkan.
"Yayah, kamu mau makan apa?" Tanya salah satu kru.
"Samain aja deh kayak yang lain." Kata Yayah yang sebenarnya bingung ingin makan apa. Yayah sudah terbiasa dengan masakan emaknya, dan dia juga jarang makan masakan luar, jadi Yayah bingung ingin memesan makanan yang mana.
Selesai makan mereka langsung melanjutkan perjalanan.
"Kalian akan pindah ke apartemen, di sana kalian akan tinggal bersama dengan pelatih-pelatih kalian." Jelas salah satu kru.
"Oh gitu ya, nanti di apartemen ada kolam renang gak pak?" Tanya Sasa dengan semangat.
Kru yang bernama pak Zidan ini hanya tersenyum. "Ada kok kolam renang, kolam ikan juga ada."
Mobil pun berhenti. "Kita sudah sampai, sekarang kalian turun dan langsung masuk kedalam, nanti barang-barang kalian biar kru yang bawakan." jelas pak Zidan.
Keempat sahabat ini langsung masuk kedalam apartemen. Di dalam mereka langsung di sambut oleh para kru dan pelatihan band.
Lalu pak Edo yaitu selalu manager langsung mengajak mereka untuk melihat kamar tidur mereka.
Saat mereka memasuki sebuah kamar, mereka begitu terkejut sekaligus senang melihat kamar yang begitu luas. Didalam ada empat ranjang yang ukurannya sedang, pas sekali untuk mereka berempat, seperti kamar ini memang disiapkan untuk mereka.
"Wah.... Luas banget kamarnya," Sasa yang mengedarkan pandangannya.
__ADS_1
"Iya, pas banget lagi ada tiga ranjang." Angel yang tak kalah antusias.
Lalu datang pak Edo dengan membawa selembar kertas.
"Hi, anak-anak." Sapa Pak Edo.
"Hi, Pak." Sahut Keempat sahabat ini.
"Ini saya membawa jadwal kegiatan kalian, baca dengan teliti dan pahami." Memberikan kertas itu kepada Yayah. "Besok pagi jam 7 kalian sudah harus ada di aula. Paham?!" Jelas Pak Edo dengan nada suara tegas.
"Paham, Pak....."
"Bagus, pokoknya kalian sudah harus ada di aula sebelum saya dan pelatih kalian datang." Kemudian berlalu.
Setelah pak Edo pergi, keempat sahabat ini pun saling tatap. Kemudian mereka membaca kertas yang berisikan jadwal-jadwal latihan mereka.
"Kok peraturannya ketat banget ya," ujar Angel lesu.
"Iya nih, baru hari pertama aja udah di kerasin begitu, apalagi kalo hari-hari berikutnya." Keluh Ina.
"Kok manager kita jutek banget ya, jadi agak canggung aku kalo mau nanya sesuatu." Kata Yayah.
"Yaudah kita istirahat aja, nanti sore kita berenang." Seru Sasa yang tak sabar ingin berenang di kolam renang.
Yayah, Ina dan Angel tertawa melihat tingkah Sasa yang lucu. Mereka pun mulai membereskan barang-barang mereka, menatanya dengan rapih.
Mulai dari meletakkan baju-baju kedalam lemari, sampai menghias tembok dengan foto-foto dan aksesoris yang mereka bawa.
Akhirnya mereka pun istirahat karena perjalanan jauh mereka jadi kelelahan.
**bersambung....
dukung penulis dengan cara baca, like, rate, coment dan vote, jangan lupa juga beri hadiah ya😊
terimakasih**
__ADS_1