Mentari Ku Cahaya Hidupku

Mentari Ku Cahaya Hidupku
Lagu debut


__ADS_3

Angel benar-benar terharu, dia sangat beruntung memiliki sahabat seperti mereka. Saat dia bersedih, sahabat-sahabatnya ini selalu ada untuk menghibur dan menyemangatinya.


Keesokan harinya.


Selama mereka bergabung band, mereka melakukan sekolah dengan cara online. Lewat aplikasi belajar tatap muka online.


Setelah selesai belajar, keempat sahabat ini langsung makan siang bersama.


"Kalo begini aku jadi kangen sama temen-temen sekolah." Ujar Yayah sambil menuangkan air kedalam gelasnya.


"Iya, tapi ada bagusnya juga karena kita hanya belajar sampai setengah hari saja. Coba kalau kita sekolah seperti biasa, pasti pulangnya sore." Kata Sasa sambil mulutnya penuh dengan makanan.


Selesai makan siang mereka langsung menuju ke ruang latihan, terlihat pak Edo maupun Dendi mereka belum ada yang datang.


"Wah kayaknya kita selamat nih, pak galak sama kak baik belum datang." Kata Yayah sambil membantu sahabat-sahabatnya menyiapkan alat-alat band untuk latihan.


Mereka pun melakukan latihan sendiri dulu sambil menunggu pak Edo dan Dendi datang. Tak lama kemudian yang ditunggu pun datang.


Pak Edo terlihat membawa dua lembar kertas yang entah apa itu tulisannya, sedangkan Dendi seperti biasa dia datang dengan wajah yang selalu tersenyum ramah.


"Selamat siang semua." Sapa Dendi.


"Siang juga." Jawab mereka serempak.


"Hari ini saya akan mengumumkan berita yang sangat menggembirakan." Dendi terdiam beberapa jenak, dia sengaja ingin membuat mereka penasaran. "Kalian akan latihan lagu pertama atau lagu debut kalian."


Saat mendengar itu, empat sahabat ini langsung berseru bahagia. "Wah ini kabar yang sangat membahagiakan pak, kita latihan lagu pertamanya sekarang pak?" Tanya Yayah yang super excited.


Dendi mengangguk. "Iya, makannya itu mulai sekarang kalian harus latihan yang serius. Tetap jaga kekompakan, karena itu adalah kuncinya."


"Siap pak." Seru empat sahabat ini.


Tidak terasa sudah satu Minggu, dan sekarang adalah hari mereka membuat musik video lagu pertama mereka.


Terlihat para kru sedang sibuk mengatur ini itu untuk persiapan membuat musik video.


Pak Edo memanggil empat sahabat itu yang sedang sibuk latihan, pak Edo memanggil mereka untuk memberikan pengarahan.


Setelah selesai memberikan pengarahan, pembuatan musik video pun dimulai.


"Yayah coba kamu naik keatas tangga sambil nyanyi memegang mik, nanti pas udah nyampe bawah Ina nyamperin Yayah sambil mainin gitar." Kata salah satu kru memberikan pengarahan.


Yayah dan Ina pun melakukan seperti apa yang diarahkan.

__ADS_1


"Ina coba kamu jalannya sambil mengikuti irama ya, Yayah juga sama cara jalannya benerin."


Sementara itu Angel berada didalam kolam renang sambil memainkan drum, mungkin biar keliatan keren. Tapi justru itu membuat Angel agak kurang berkonsentrasi.


"Aduh.... Angel mukulnya yang bener dong." Seru salah satu kru.


"Airnya nyiprat-nyiprat pak," kata Angel.


"Justru itu bagian yang bikin kerennya, ayo fokus!"


Setelah lelah syuting, mereka memutuskan untuk istirahat dulu sebelum melanjutkan syuting ditempat kedua.


"Anak-anak kita akan menuju ketempat syuting yang kedua, kalian segera ganti pakaian ya." Kata pak Edo kepada Yayah, Ina, Angel dan Sasa yang sedang istirahat.


Tanpa banyak tanya lagi, keempat sahabat ini langsung melakukan apa yang diperintahkan pak Edo.


Lokasi yang kedua, mereka memilih pesawahan sebagai tempat syuting.


"Ok, Sasa kemari." Seru salah satu kru. Sasa pun langsung berlari menghampiri kru itu. "Sekarang kamu main piano ditengah sawah ya, dan ekspresi kamu itu harus ceria ya."


"Tapi panas banget pak, ditambah sawahnya becek lagi." Protes Sasa.


"Udah lakuin aja."


Walau sempat protes, semangat dan kebahagiaan tetap terlihat di wajah Sasa. Bukan hanya Sasa, tapi juga Yayah, Ina dan Angel.


Pembuatan musik video atau video clip selesai selama tiga minggu, dan proses pengeditan selesai hanya sekitar satu minggu saja.


Kemudian musik video debut GTB siap upload di yt, dan Albumnya juga siap untuk dipasarkan.


Kurang dari 24 jam musik video mereka sudah ditonton lebih dari 8jt penonton, dan Albumnya benar-benar laris manis. Tiba-tiba musik video itu menjadi trending di yt. Dan itu menjadi kabar yang sangat menggembirakan.


Di kampung.


Emak terlihat sedang berjalan menuju ke warung yang menjual sayuran, dan terlihat disana banyak Ibu-ibu yang sedang berkumpul sambil ngerumpi.


"Eh, eta si Emak." (Terjemah: Eh, itu si Emak). "Mak, Emak.... Kadie Mak, aya si Yayah di hp." (Terjemah: Mak, Emak.... Kesini Mak, ada si Yayah di hp).


"Kunaon si Eneng, geuning aya di hp mane'h?" (Terjemah: Kenapa si Eneng, kok ada di hp kamu?" Tanya Emak penasaran.


"Ieu si Yayah lagu na keur trending di yt, nomber hiji." (Terjemah: Ini si Yayah lagunya lagi trending di yt, nomor satu). Kata salah satu Ibu-ibu dengan heboh.


"Eunya Mak, album na ge' meuni laku ceunah. Aduh meuni bangga pisan boga anak jiga neng Yayah." (Terjemah: Iya Mak, abumnya juga sangat laku katanya. Aduh bangga banget punya anak kayak neng Yayah). Sambung salah satu Ibu-ibu yang tidak kalah hebohnya.

__ADS_1


Emak terdiam, dia merasa sangat bersalah karena selama ini telah melarang anak tercintanya itu untuk mengikuti band. Tanpa disangka, ternyata anaknya membanggakannya dengan apa yang dia larang itu.


Harusnya sebagai orang tua dia mendukung apa yang menjadi impian anaknya, yang penting itu adalah hal yang positif, bukan malah melarangnya.


Emak berjalan pulang dengan cepat, dia sampai lupa tujuannya ke warung untuk apa. Saat sudah sampai di rumah, Abah menghampiri Emak.


"Emak, tadi Abah meunang telepon ti manager na si Eneng." (Terjemah: Emak, tadi Abah dapat telepon dari managernya si Eneng). Ujar Abah.


"Aya naon Abah?" (Terjemah: Ada apa Abah?)


"Isukan urang duaan di ondang ka acara konserna si Eneng di Jakarta, bareng Jeung kolotna Ina, Angel jeung Sasa." (Terjemah: Besok kita berdua di undang ke acara konsernya si Eneng di Jakarta, bareng sama orang tuanya Ina, Angel sama Sasa).


"Kadituna Jeung make' naon?" (Terjemah: Kesananya pake apa?) Tanya Emak.


"Eungke' aya anu ngajemput ceunah." (Terjemah: Nanti ada yang ngejemput katanya).


Emak mengangguk. "Nyaeuntos, Emak re'k nyiapkeun pakean Jeung isukan." (Terjemah: Yaudah, Emak mau nyiapin pakaian buat besok).


Keesokan harinya.


Ina, Angel, Yayah dan Sasa sedang sibuk di make up mempersiapkan penampilan mereka untuk konser sekarang.


"Anak-anak kalian cepat siap-siapnya ya, soalnya 10 menit lagi giliran kalian tampil." Ujar pak Edo yang dijawab anggukan oleh empat sahabat itu. "Apakah orang tua kalian sudah datang?" Tanya pak Edo.


"Mamah aku katanya sudah ada di depan pak," ujar Sasa.


"Iya, Mamah aku juga sama udah ada di depan." Tambah Angel.


"Yayah sama Ina gimana, orang tua kalian sudah datang belum?" Tanya Pak Edo.


"Ayah bilang katanya lagi di perjalanan." Jawab Ina, sedangkan Yayah hanya diam saja.


Yayah hanya tertunduk sambil berharap didalam hati semoga orang tuanya bisa datang hari ini.


"Yasudah, nanti suruh orang tua kalian untuk menempati ruang VIP." Kata pak Edo lalu berlalu pergi.


Ina menepuk pundak Yayah. "Aku yakin Emak kamu pasti akan datang, kamu harus percaya itu." Katanya.


"Aku juga berpikir kayak gitu, Emak pasti datang." Kata Yayah sambil menahan air matanya.


"Yayah," panggil seseorang yang membuat Yayah terkejut.


**Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like, coment, rate, beri hadiah dan vote. Terimakasih 😊**


__ADS_2