Mentari Ku Cahaya Hidupku

Mentari Ku Cahaya Hidupku
Lomba nyanyi#2


__ADS_3

Reyhan: [Hi, Yayah]


Yayah: [Iya, ini siapa ya?]


Reyhan: [Ini aku Rey kelas 9A]


Yayah: [Oh, ada apa Rey kok tahu nomor ku?]


Reyhan: [Aku mau minta nomor hp Sasa dong]


[Aku dapet nomor kamu dari Jo]


Setelah membaca pesan dari Reyhan Yayah pun beralih menulis pesan pada Jo.


Yayah: [Jo]


Jo: [Aya naon?]


(Terjemah: Ada apa?)


Yayah: [Mane'h geuning me're' nomor urang ka si Rey teu bebeja heula?]


(Terjemah: Kamu kok ngasih nomor aku ke si Rey gak bilang-bilang dulu?)


Jo: [Hampura, soalna si Rey maksa]


(Terjemah: Maaf, soalnya si Rey maksa)


Yayah pun beralih mengirim pesan ke Sasa.


Yayah: [Sasa, Rey minta no kamu, boleh gak?]


Karena tak kunjung ada balasan dari Sasa, Yayah pun terpaksa memberikan nomor hp Sasa ke Reyhan.


Reyhan: [Terimakasih]


Yayah: [Sama-sama]


Yayah pun akhirnya melanjutkan latihan nyanyi lagi. Ia sedang fokus latihan, karena Yayah sudah bertekad akan menampilkan yang terbaik.


Akhirnya hari perlombaan pun tiba, Yayah mendapatkan nomor urut peserta ke 20. Ia benar-benar merasa sangat gugup. Untungnya ada ke tiga sahabat mereka yang selalu menyemangati.


"Semangat ya Yayah, walau sebenarnya gue agak kesel karena Lo ngasih nomor gue ke Rey." Sasa dengan wajah cemberut.


"Maaf ya Sasa, aku udah ngirim pesan ke kamu, tapi gak di bales sama kamu." Yayah yang benar-benar minta maaf.


"Iya gue maafin, yang penting sekarang kamu semangat buat lombanya ya." Kata Sasa.


"Semoga kamu menang dan menampilkan yang terbaik."Tambah Ina menyemangati.


Yayah menunggu namanya di panggil dengan perasaan yang campur aduk, tapi yang lebih mendominasi adalah rasa gugupnya.


Aku udah latihan semaksimal mungkin, dan aku yakin pasti penampilan aku tidak akan mengecewakan. Yayah menyemangati dirinya dalam hati.


"Selanjutnya adalah penampilan dari peserta nomor urut 20, Sarbayah kelas 9B." Seru pembawa acara dengan diiringi tepuk tangan penonton.


Yayah melangkahkan kakinya ke atas panggung dengan perasaan gugup, tangan dan bibirnya sampai bergetar karena sangking gugupnya.


Kemudian Yayah menutup matanya untuk menghilangkan rasa gugupnya, saat di rasa sudah tenang ia membuka matanya kembali. Dan Yayah pun mulai bernyanyi.


🎤Bambung hideung


Bara-bara teuing diri


Leuheung bari dianggo ka suka galih

__ADS_1


Situ pinuh balong jero


Bebendon sareung bebendu unggal ti salira ju…ag


Awiiii teh pangajul buah


Lantaran ti kitu


Sora bedil luhur mega paripaos


Teu paya lepat saeutik


Diri abdi kagamparan


Eeee.. Banondari, nu geulis kawanti wanti


Nu endah na malih warna puputon kembang kadaton


Jungjunan,


Lamun teu… kauntun tipung, katambang beas laksana kapiduriat


Matak paeh ngabale ******


Matak edan leuleuweungan


Matak paeh ngabale ******….


Matak edan leuleuweungan…..


Aduh alah iyeung, da leuleuweungan….


Asol asolali waung wa ung wa ung wae..


Asol asolali waung wa ung wa ung wae..


Sarung bantal mungguh cipruk seep saputangan hiji


Ceurik balas ku nalangsa, abdi nalang…sa


Nguping hujan tengah weungi di imah keueung sorangan


Nguping hujan tengah weungi di imah keueung sorangan


…..diimah keueung sorangan…..


Nyangigir asa gigireun, nangkarak asa luhureun


Nyangigir asa gigireun, nangkarak asa luhureun


Aduh alah iyeung… asa luhureun..


Asol asolali waung wa ung wa ung wae..


Asol asolali waung wa ung wa ung wae..


Jung nangtung asa lanjung


Gek duk diuk asa tiguling


Leumpang asa da nga..long..ke..wang🎤


Saat Yayah sudah selesai bernyanyi, semua orang bersorak sambil bertepuk tangan memberikan apresiasi.


Yayah benar-benar sangat bahagia karena penampilannya tidak mengecewakan, bahkan hampir semua orang suka dengan penampilannya.

__ADS_1


Ketiga sahabatnya langsung menyambut Yayah, saat Yayah baru saja turun dari panggung.


"Wah keren...." Seru mereka sambil memeluk Yayah.


"Makasih ya, ini semua juga atas dukungan dari kalian. Sekarang aku udah lega banget, apapun hasilnya nanti aku bakal terima." Kata Yayah.


"Iya, yang penting kamu udah menampilkan yang terbaik." Ujar Ina.


"Sambil nunggu peserta yang lain tampil, kita makan ke kantin dulu yuk. Kalian aku traktir." Ajak Angel.


"Wah, kalo ini lebih keren lagi. Let's go!" Seru Sasa sambil berjalan mendahului ketiga sahabatnya.


Begitu lah Sasa, kalau soal makanan dia memang yang terdepan.


Di kantin mereka ngobrol-ngobrol asyik seperti biasanya. "Nih aku ada permainan tebak-tebakan." Kata Yayah.


"Permainan tebak-tebakan apa?" Tanya Angel bersemangat.


"Dengerin dulu soalnya. Kehadirannya terkadang tidak di inginkan, pemicu terjadinya pertengkaran dan salah paham. Namun ia akan hilang terbawa angin. Apakah dia?" Yayah memberikan soal tebak-tebakan.


"Aku tahu, jawabannya pelakor." Jawab Ina.


"Kenapa bisa pelakor?" Tanya Sasa.


"Kan tadi soalnya 'kehadirannya tidak di inginkan, pemicu terjadinya pertengkaran' ya apalagi kalau bukan pelakor." Jelas Ina.


"Boleh juga jawabannya, tapi mohon maaf salah." Kata Yayah.


Semuanya tampak berfikir mencari jawaban permainan tebak-tebakan dari Yayah. "Ada yang bisa jawab gak?" Yayah tertawa melihat wajah bingung sahabat-sahabatnya.


"Aku tahu, jawabannya kentut." Seru Sasa.


"Yap, betul sekali." Yayah langsung tertawa, begitu pun juga dengan ketiga sahabatnya.


Selesai makan, mereka pun langsung kembali ke acara untuk mendengarkan pengumuman juara menyanyi.


Yayah benar-benar deg-degan menunggu pembawa acara menyebutkan pemenangnya. Ia tak henti-hentinya berdoa, begitu pun juga dengan ketiga sahabatnya yang mendoakan kemenangan Yayah.


Pembawa acara menyebutkan pemenang dari juara harapan 1. Sampailah pengumuman juara utama, yaitu juara 1, 2 dan 3.


"Juara 3 adalah Yuni dari kelas 9D." Seru pembawa acara. "Mari Yuni naik ke atas panggung untuk menerima hadiah dan piagam."


"Juara 2 dan 1 adalah...." Ketegangan pun terjadi, mereka tidak sabar ingin mengetahui juara 2 dan 1. "Juara 2 adalah Sarbayah dari kelas 9B dan Ahmad dari kelas 8A." Semua orang pun bertepuk tangan untuk para juara.


"Silahkan untuk Sarbayah dan Ahmad naik ke atas panggung."


Yayah benar-benar senang sekaligus terkejut saat namanya di panggil sebagai juara ke dua." Seru Yayah langsung memeluk ketiga sahabatnya, lalu naik keatas panggung untuk menerima hadiah dan piagam penghargaan.


"Silahkan untuk Bu Dini selaku pembimbing ekstra kurikuler kesenian untuk naik keatas panggung, dan berfoto bersama pemenang." Ujar pembawa acara mempersilahkan.


Selesai mengambil hadiah dan berfoto, Yayah pun langsung menghampiri sahabat-sahabatnya.


"Wah.... Yayah selamat ya." Ina yang langsung memeluk Yayah.


"Iya, kami senang banget." Sahut Angel.


"Terimakasih ya, karena dukungan dari kalian akhirnya aku bisa juara 2 lomba nyanyi." Yayah yang benar-benar sangat bahagia.


"Tentu aja lah, kita pasti akan selalu mendukung kamu." Ujar Sasa.


Hari ini, ke empat sahabat ini benar-benar sangat bahagia atas kemenangan yang di raih Yayah.


Bersambung....


☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


Jangan lupa dukung author dengan cara baca, like, rate, coment dan jangan lupa juga untuk Vote. Terimakasih 😊


__ADS_2