
Yayah, Ina dan Angel tertawa melihat tingkah Sasa yang lucu. Mereka pun mulai membereskan barang-barang mereka, menatanya dengan rapih.
Mulai dari meletakkan baju-baju kedalam lemari, sampai menghias tembok dengan foto-foto dan aksesoris yang mereka bawa.
Akhirnya mereka pun istirahat karena perjalanan jauh mereka jadi kelelahan.
Sore harinya, keempat sahabat ini berenang bersama, mereka tampak sangat menikmati kebersamaan itu.
"Kita lomba yuk, siapa yang terakhir sampai finis dia bakalan dapat hukuman." Tantang Sasa.
"Aku gak ikutan ya, aku kan gak bisa berenang." Kata Yayah.
"Kalo cuma bertiga gak seru dong, ayo ikutan aja Yah, gak dalem kok kolam renangnya." Kata Sasa sedikit memaksa.
"Yaudah iya aku ikutan." Ucap Yayah.
Mereka pun memulai lomba berenangnya, terlihat Sasa berenang dengan cepat meninggalkan sahabat-sahabatnya di belakang.
Yayah dan Angel tampak sudah menyerah dan naik keatas, sedangkan Ina masih tetap berenang walau ketinggalan agak jauh oleh Sasa.
Sasa berenang dengan cepat, tapi dia berenang sambil menutup matanya sampai dia tidak menyadari kalau dia sudah berada di ujung kolam, sehingga dia langsung membentur tembok dengan keras.
Dug!!!
"Sasa?!" Teriak Yayah, Angel dan Ina yang langsung berlari menghampiri Sasa.
"Sasa kamu gak apa-apa kan?" Tanya Angel.
"Aduh, sakit hidung aku." Rengek Sasa sambil mengelus-elus hidungnya.
"Ya ampun Sasa, hidung kamu berdarah." Seru Ina.
Terlihat darah mengalir keluar dari hidung Sasa. Ina, Yayah dan Angel pun langsung membawa Sasa masuk ke dalam apartemen.
"Yayah tolong ambilkan kotak p3k dilempari aku yang bagian paling atas." Ujar Ina.
Yayah langsung bergegas mencari kotak p3k. Setelah ketemu dia membawanya dan diberikan kepada Ina. Ina dengan hati-hati mengelap darah yang keluar dari hidung Sasa.
Sesekali Sasa terlihat meringis kesakitan. "Masih sakit gak?" Tanya Ina.
"Udah mendingan kok." Jawab Sasa.
"Yaudah sekarang kita ganti baju, abis itu bantuin aku masak buat makan malam ya." Kata Ina.
Setelah makan malam, mereka berempat pun langsung istirahat.
Keesokan harinya, mereka langsung bersiap-siap untuk ke aula karena jam 7 pagi mereka harus sudah ada di aula sebelum para pelatih datang.
"Ayo kita ke aula, tiga menit lagi jam 7 pas." Seru Ina.
__ADS_1
"Aduh bentar, perut gue mendadak sakit." Keluh Sasa.
"Tuh kan kata gue juga apa, waktu malem lu kebanyakan makan sambel sih." Kata Ina.
"Iya maaf, tunggu gue bentar ya. Gue pengen buang air besar." Berlari masuk ke dalam kamar mandi.
Di aula.
"Anak-anak itu sudah datang?" Tanya pak Edo kepada seorang pelatih.
"Belum ada yang datang, kayaknya mereka bakalan telat."
"Kemana mereka, baru hari pertama sudah telat! Dasar."
Tak lama Ina, Yayah, Angel dan Sasa pun datang dengan tergesa-gesa.
"Baru datang, hmm?!" Pak Edo menatap tajam mereka berempat.
"Ma....Maaf pak, kami telat. Tadi tiba-tiba Sasa sakit perut." Jelas Yayah dengan suara yang bergetar.
"Apapun alasannya kalian sudah tidak disiplin dihari pertama, dan itu membuat saya kecewa. Kalian lari di aula dua puluh keliling sebagai hukumannya." Kata pak Edo.
"Tapi pak aula ini kan luas banget, lagian kita cuma terlambat satu menit aja kok." Protes Sasa.
"Karena ada yang protes saya tambah jadi lima puluh keliling, kalau sudah beri tahun saya." kemudian berlalu begitu saja.
"Yasudah kalian laksanakan saja hukumannya, dari pada ditambah lagi kan hukuman kalian." Ujar pelatih yang bernama Dendi.
Yayah, Ina, Angel dan Sasa pun pasrah dan melaksanakan hukuman mereka tanpa banyak komentar.
Tanpa mereka sadari, Pak Edo rupanya memperhatikan mereka dari jauh.
Hukuman lima puluh keliling mereka sudah selesai. Mereka langsung selonjoran karena kelelahan.
"Aduh cape banget, dengkul gue serasa lemes banget." Keluh Angel sambil memijit-mijit kakinya.
"Pak Edo itu bener-bener deh, gue tau dia itu manager kita, tapi dia gak bisa gini sama kita. Ngeselin banget." Gerutu Sasa.
"Oh jadi begini kelakuan kalian dibelakang saya, ngomongin dan menjelek-jelekkan saya!" Kata pak Edo dengan suara yang tidak begitu keras namun penuh penekanan.
Keempat sahabat itu pun langsung berdiri saat melihat pak Edo.
"Kalian sudah berani ngomongin saya ya, kalau begitu kalian push up dua puluh kali!"
"Pak jangan, maafin kami ya pak." Ujar Yayah.
"Saya akan memaafkan kalian setelah kalian push up dua puluh kali, segera laksanakan!"
Mau tidak mau Ina, Yayah, Angel dan Sasa langsung melaksanakan perintah dari pak Edo. Mereka melakukan push up dengan tanpa banyak bicara, tapi sebenarnya mereka ngedumel didalam hati.
__ADS_1
Nyebelin banget sih, mentang-mentang manager. Sasa
Aduh.... Sumpah si Sasa mulutnya kagak bisa diem apa ya, sampe kita harus kena hukuman lagi. Manager juga nyebelin banget. Ina
Kita mau latihan band apa mau latihan jadi tentara? Dari tadi olahraga mulu. Yayah
Dengkul gue mati rasa, aduh.... Dasar manager nyebelin. Angel
"Pak sudah selesai." Seru Yayah.
"Sudah selesai? Kalau begitu kalian berdiri, karena pelatih kalian ingin menyampaikan sesuatu." Ujar Pak Edo.
Mereka pun langsung cepat-cepat melaksanakan perintah dari pak Edo tanpa banyak komentar lagi.
Dendi maju ke depan. Dendi adalah pelatih band, dia tampak kelihatan lebih muda dari Pak Edo. Jauh lebih muda malahan. Dan yang pasti selalu tersenyum, tidak seperti pak Edo yang berwajah masam.
"Selamat pagi teman-teman semua." Seru Dendi.
"Pagi...."
"Ini adalah hari pertama kalian belajar band dengan saya, dan juga ini adalah hari pertama saya mengajar band kepada kalian...."
"Bisa langsung ke intinya." Sela pak Edo memotong perkataan Dendi.
Dendi langsung mengusap tekuknya.
"Intinya kalian harus semangat, karena ini adalah latihan untuk debut kalian. Dan kita akan mulai latihan siang nanti ya. Sekian terimakasih." Kata Dendi, lalu setelah itu dia pamit pergi.
"Pak latihannya siang?" Tanya Sasa.
"Iya, saya kan sudah memberikan jadwal kepada kalian, latihan band memang dilakukan siang hari." Kata pak Edo kemudian berlalu.
"Gue bener-bener kesel, kalo latihan bandnya siang, ngapain pagi-pagi kita harus disiksa kayak gini." Gerutu Sasa.
"Udahlah jangan banyak komentar, nanti tiba-tiba pak Edo datang gimana, bisa-bisa kita dihukum lagi." Ujar Yayah.
Siang hari.
Mereka sudah ada diruang latihan sebelum pak Edo dan Dendi datang. Bahkan pun mereka datang lebih awal dari yang di jadwalkan.
"Wah.... Alat-alat bandnya bagus-bagus ya." Kata Yayah.
"Iya nih, aku gak sabar pengen cepet-cepet latihan." Angel yang terlihat sedang mencoba memainkan drum.
Keempat sahabat ini terlihat sangat kagum dengan alat-alat band yang begitu keren.
**Bersambung....
Jangan lupa like, coment, rate, beri hadiah dan vote. Terimakasih 😊**
__ADS_1