
Di taman.
Ina duduk di kursi taman dengan perasaan marah dan kesal, semua itu terlihat jelas diwajahnya.
Kenapa sih Angel itu sok banget orangnya, emangnya dia itu hebat apa! Dia benar-benar gak menghargai aku.
Yayah melihat Ina yang sedang duduk sendirian di kursi taman, lalu menghampiri sahabatnya yang sedang kesal itu.
"Ina, kamu lagi marah ya sama Angel?" Ujar Yayah sambil duduk di sebelah Ina.
"Aku kesel banget sama dia, dia itu orangnya sok dan benar-benar gak menghargai aku!" Ina mengeluarkan kekesalannya.
Yayah memegang bahu Ina dan mengusapnya. "Ina kamu tau? Kita gak pernah marahan seperti ini sebelumnya, tidak pernah ada masalah ini sebelumnya. Tapi semenjak kita mendapatkan apa yang menjadi harapan kita, kok aku merasa kita menjadi sombong dan merasa paling hebat. Sehingga kita akan marah dan tersinggung apabila di koreksi dan di ingatkan oleh teman kalo kita salah."
"Aku tidak membela Angel atau siapapun, tapi aku hanya ingin mengatakan kalau kita adalah sahabat, apakah kamu ingat puisi yang aku buat dan bacakan saat SMP dulu? Ada dua penggal kalimat yang mengatakan 'Sahabat adalah sang penyemangat dikala lelah. Dan sang penasehat dikala salah' apakah kamu ingat?"
Ina menatap Yayah dengan mata yang berkaca-kaca, Ina pun memeluk Yayah dengan erat.
"Yayah aku salah, maafin aku. Maaf aku udah egois, aku benar-benar minta maaf."
Yayah tersenyum, dan mengajak Ina untuk kembali ke ruang latihan.
Tanpa mereka berdua sadari, ada seseorang yang dari tadi memperhatikan mereka. Orang itu tersenyum senang.
Saat sampai diruang latihan Ina langsung menghampiri Angel dan memeluknya. "Angel maafin aku ya, aku udah sangat egois." Kata Ina.
Angel membalas pelukan dari Ina. "Iya gak apa-apa Ina, aku juga minta maaf karena udah bikin kamu tersinggung."
"Enggak Angel, justru aku itu harus berterimakasih sama kamu karena kamu udah peduli sama aku. Tapi respon aku malah kayak gitu ke kamu."
"Aku seneng banget karena kita bisa kayak dulu lagi, saling menyayangi dan memahami." Ujar Sasa.
Pak Edo dan Dendi pun datang.
"Selamat sore semua, bagaimana apakah kalian sudah siap untuk lanjut latihan?" Tanya Dendi.
"Sore juga kak, siap kak." Jawab Ina, Angel, Yayah dan Sasa serempak.
"Baiklah mari kita lanjut latihan." Kata Dendi.
__ADS_1
Latihan pun berlangsung dengan sangat baik, keempat sahabat ini tampak kompak dalam memainkan alat musik.
Selesai latihan Ina, Angel, Yayah dan Sasa langsung masuk kedalam kamar mereka.
"Hari ini bener-bener bikin cape, tapi seru juga ya." Kata Sasa yang sambil berbaring di atas tempat tidur.
Ina menghampiri Yayah yang sedang membaca buku novel. "Yayah, terimakasih karena kamu udah bikin aku menyadari kesalahan aku. Mungkin kalau kamu gak menasehati aku, bisa aja aku dan Angel akan marahan sampai sekarang."
"Kamu gak perlu berterimakasih sama aku, emang udah seharusnya sebagai sahabat aku mengingatkan apabila sahabat aku melakukan kesalahan." Kata Yayah lalu menaruh bukunya di laci.
"Kamu udah nelpon orang tua kamu?" Tanya Ina.
"Belum, terkahir aku mau nelpon tapi gak berani. Aku takut Emak gak mau bicara sama aku, aku udah bikin dia kecewa." Kata Yayah yang mulai terisak.
Ina merangkul Yayah. "Gak ada salahnya mencoba, aku yakin Emak pasti kangen sama kamu. Tidak ada orang tua yang tidak kangen apabila pisah jauh sama anaknya."
"Aku tau Ina, tapi aku belum siap."
"Gak apa-apa kalau kamu belum siap, tapi nanti kamu harus telpon Emak kamu ya."
Yayah tersenyum kepada Ina, sungguh dia beruntung memiliki sahabat yang sangat sayang padanya.
Tiba-tiba hp Angel berdering ada yang menelponnya, dan terlihat di layar hp kalau yang menelponnya adalah Ibu Angel.
"Sebentar Sa, aku mau ngangkat telpon dari Ibu aku dulu." Kata Angel yang berjalan agak menjauh dari Sasa.
"Halo, Ibu apa kabar? Angel kangen banget sama Ibu." Kata Angel.
"Ibu baik sayang, kamu apa kabar?" Kata diseberang sana.
"Aku baik Bu."
Ibu tersenyum, dia senang karena anak yang sangat disayanginya itu baik-baik saja. Tapi dia pun berpikir, apakah setelah mendengar kabar darinya Angel masih akan baik-baik saja.
"Angel, Ibu ingin memberi tau sesuatu pada mu nak. Tapi percayalah Ibu itu sangat menyayangi kamu nak." Ujar Ibu yang terisak kecil.
"Ibu ingin memberi tau apa? Angel percaya kalo Ibu sayang sama Angel."
Ibu menarik nafas panjang, rasanya sangat berat memberikan kabar ini kepada anaknya.
__ADS_1
"Nak, Ibu sudah pisah dengan Ayah kamu."
"Maksudnya pisah?" Tanya Angel yang masih belum mengerti apa yang Ibunya katakan.
"Ibu sudah bercerai dengan Ayah kamu Angel, maafkan Ibu sayang. Ibu rasa ini adalah pilihan yang terbaik."
Angel terdiam saat mendengar perkataan Ibunya, dia sampai tidak bisa berkata apa-apa. Lalu Angel tidak sengaja menjatuhkan hpnya sampai layarnya retak, Angel pun jatuh terduduk.
Ina, Yayah dan Sasa sangat terkejut melihat Angel. Mereka bertiga langsung berlari menghampiri Angel.
"Angel kamu kenapa?" Seru Ina khawatir.
Tapi tidak ada jawaban apa-apa dari Angel, dia hanya terdiam sambil berderai air mata.
"Angel please ngomong sesuatu, kamu jangan bikin kita khawatir kayak gini." Ujar Yayah sambil membantu Angel berjalan dan duduk di atas tempat tidur.
"Aku gak tau harus ngomong apa lagi, semua usaha aku rasanya sia-sia." Ujar Angel.
"Maksud kamu apa?" Tanya Ina.
Tapi Angel tidak menjawab dan hanya menangis tersedu-sedu.
"Yasudah kalo kamu belum mau cerita, kamu tenangin diri kamu dulu ya." Ujar Ina sambil merangkul Angel.
"Aku bingung," kata Angel sambil mengelus dadanya. "Ibu dan Ayah berpisah, dan pastinya mereka akan merebutkan masalah hak asuh aku. Dan yang terberatnya adalah aku bingung harus memilih siapa, Ibu atau Ayah?"
Ina, Yayah dan Sasa sangat terkejut dengan perkataan Angel, tentunya masalah ini mereka tidak dapat ikut campur. Ini adalah masalah keluarga Angel.
"Angel maaf untuk masalah ini kami tidak bisa membantu, tapi percayalah kami selalu mendoakan yang terbaik untukmu." Yayah memeluk erat sahabatnya yang sedang bersedih ini.
"Aku mengerti kesedihan kamu Angel, tapi aku sangat yakin kamu adalah orang yang kuat, tetap semangat dan jangan pernah putus asa. Percayalah kamu pasti bisa melalui ini semua." Kata Sasa.
"Iya Angel, kami selalu ada untuk mendukung dan mendoakan yang terbaik untukmu." Tambah Ina.
Angel benar-benar terharu, dia sangat beruntung memiliki sahabat seperti mereka. Saat dia bersedih, sahabat-sahabatnya ini selalu ada untuk menghibur dan menyemangatinya.
**Bersambung....
Jangan lupa like, coment, rate, beri hadiah dan vote. Terimakasih 😊**
__ADS_1