
Di pagi yang cerah ini. Terlihat seorang anak perempuan yang mengenakan seragam putih biru sedang memotong sayuran di sebuah warung yang sederhana, lalu dibawanya sayuran yang sudah di potong-potong itu kepada seorang ibu-ibu yang tak lain adalah ibunya. "Emak, tos angges. Eneng rek mangkat ka sakola heulanya." (Terjemah: Emak, udah selesai. Eneng mau berangkat ke sekolah dulu ya). Ujarnya sambil menyerahkan sayuran yang sudah di potongnya.
"Nya engges atuh, kade di jalanna." (Terjemah: Ya sudah, hati-hati di jalan). Kata emak sambil menerima sayuran dari putrinya yang tak lain adalah Yayah.
"Assalamualaikum." Sambil mencium punggung tangan ibunya.
"Waalaikum salam."
Yayah berjalan menuju ke sekolah dengan semangat berkobar di dadanya. Di tambah dengan cerahnya sinar mentari pagi, membuatnya tambah semangat.
Jarak antara rumahnya dan sekolah bisa di katakan cukup jauh, ditambah lagi ia harus melewati sawah dengan jalan setapak. Untung saja waktu malam tidak hujan, bayangkan saja kalau waktu malam hujan, pasti jalan ini akan sangat licin dan becek.
Dengan wajah yang ceria Yayah berjalan menyusuri sawah yang terhampar luas. Bukan tanpa alasan ia bahagia seperti ini, karena hari ini ada pelajaran kesukaannya yaitu pelajaran bahasa Indonesia. Yayah sangat menyukai pelajaran bahasa Indonesia, tak jarang Yayah selalu istirahat paling pertama karena mampu menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh guru.
Bahkan pun ia selalu juara pertama menulis puisi setiap tahun di sekolahnya. Kicauan burung yang saling bersahutan terdengar merdu dan menyejukkan hati. Tak terasa, Yayah pun sudah sampai didepan gerbang sekolahnya. "Assalamualaikum, mang Otong." Seru Yayah.
"Waalaikum salam. Eh…. Neng Yayah kumaha kabarna?" (Terjemah: Waalaikum salam. Eh…. Neng Yayah gimana kabarnya?) Kata mang Otong seorang penjaga sekolah.
"Alhamdulillah sehat Mang." Lalu Yayah mengeluarkan sebuah kotak makan didalam tasnya. "Ie Yayah te'h mawa timbel, Jeung mamang wehnya." (Terjemah: Ini Yayah bawa timbel, buat mamang aja ya). Menyodorkan kotak makan itu pada mang Otong.
"Kunaon atuh neng ka mamang keun?" (Terjemah: Kenapa atuh neng ke mamangin?) Sambil menerima kotak makan dari Yayah.
"Eta laukna jengkol, engke babaturan malah pingsan gara-gara Yayah ngaeumam jengkol." (Terjemah: Itu lauknya jengkol, nanti temen-temen malah pingsan gara-gara Yayah makan jengkol). Canda Yayah sambil tertawa.
"Eunya nya." (Terjemah: Iya ya). Mang Otong ikut tertawa.
__ADS_1
"Nya entos Mang, Yayah te'h asup ka kelas heula nya." (Terjemah: Yaudah Mang, Yayah masuk ke kelas dulu ya).
"Eunya Neng." (Terjemah: Iya Neng).
Lalu Yayah pun berjalan santai masuk kedalam kelasnya, yaitu kelas 9B. Kelas 9B adalah kelas yang terkenal dengan anak-anak muridnya yang luar biasa. Bagaimana tidak, kelas 9B ini sudah hampir tiga kali ganti wali kelas dalam sebulan ini. Tapi syukurlah wali kelas yang ketiga ini tetap memilih untuk bertahan, walau sebenarnya dia sudah frustasi menghadapi murid-murid 9B yang sangat luar biasa ini.
Saat Yayah masuk ke kelas 9B, terlihat teman-temannya sedang asyik dengan urusan mereka masing-masing. Ada yang sibuk piket kelas sesuai dengan jadwalnya, ada yang ngerumpi, ada yang sedang sibuk nyontek PR pada temannya dan ada juga yang sedang asyik nge-band menggunakan fasilitas sekolah seperti meja, sapu ijuk, sapu lidi dan tong sampah.
Bel berbunyi pertanda kalau upacara bendera yang rutin di laksanakan setiap hari senin akan segera dimulai. Para siswa-siswi pun langsung berbaris di lapangan untuk mengikuti upacara bendera.
Tibalah pada amanat upacara, yang kebetulan disampaikan oleh wali kelas 9B yaitu Bu Dini.
Sementara itu, seorang anak perempuan menggunakan seragam putih biru dengan rambut pendek tiga jari dibawah telinga sedang berlari menyusuri jalan setapak.
Saat ia sudah sampai di depan gerbang sekolah, raut wajahnya menunjukkan rasa kesal dan kecewa. "Sialan, gerbangnya udah di kunci lagi!" Gerutunya dengan nafas yang naik turun karena habis berlari.
"Aduh kaget gue!" Serunya sambil menatap kesal laki-laki berkacamata yang membuatnya kaget itu.
"Maaf, aku gak ada maksud ngagetin kamu." Sambil menyatukan kedua telapak tangannya tanda bahwa laki-laki itu meminta maaf. "Kamu lagi apa disini?"
Perempuan berambut pendek ini menatap lekat laki-laki berkacamata di hadapannya. Dia tidak mengenal laki-laki ini dan baru melihatnya. Pasti murid baru. "Ini gue dapat tugas dari guru buat ngelompatin pagar ini, ngukur tingginya gitu." Laki-laki berkacamata ini hanya manggut-manggut mendengarkan. "Murid baru?"
"Iya, nama ku Ardin pindahan dari Jakarta." Sambil menyodorkan tangannya.
"Sasa." Saling berjabat tangan.
__ADS_1
Tanpa basa-basi lagi, Sasa langsung melompati pagar dan berlari meninggalkan Ardin. Ardin hanya tersenyum melihat Sasa berlari sampai menghilang di belokan. Manis.
Sasa mengendap-endap masuk ke lingkungan sekolah, lalu ia pun mengintip di balik pohon besar. Di lihatnya upacara masih berlangsung. Ini kesempatan yang bagus untuknya masuk ke dalam kelas, begitu pikirnya.
Sasa pun mulai melancarkan aksinya. Ia berlari kecil menuju ke kelasnya, yaitu kelas 9B. Akhirnya Sasa berhasil masuk ke dalam kelas 9B. "Yey! Untung gak ada yang liat gue." Melompat-lompat kegirangan.
"Tapi Mamang liat Neng." Sahut Mang Otong yang entah dari mana datangnya, tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu kelas 9B.
"Hah! Mang Otong, aduh Mang please jangan bawa Sasa ke guru BK ya Mang. Kali ini aja Mang, Sasa gak akan mengulanginya lagi." Rengek nya sambil menyatukan kedua telapak tangannya.
"Maaf Neng, Mamang hanya menjalankan tugas." Berjalan mendahului Sasa. Dengan terpaksa Sasa pun mengikuti Mang Otong berjalan menuju ke ruang BK.
"Upacara selesai, pemimpin pasukan membubarkan pasukannya masing-masing." Seru pembawa acara.
"Tanpa penghormatan, bubar barisan jalan!!!" Serempak masing-masing pemimpin pasukan dengan suara lantang.
Semua murid pun bubar dari barisannya, mereka langsung menuju ke kelas mereka masing-masing. Sementara itu di ruang BK, Sasa tampak tertunduk memainkan jari-jarinya di bawah meja mendengar kan Bu Teti yaitu selalu guru BK menceramahi nya.
Bersambung....
☀️☀️☀️☀️
*Hi kakak semua apa kabar, semoga kita semua selalu di berikan kesehatan. Aamiin.... Mohon dukungannya untuk novel kedua ku ini yang berjudul Mentari Ku Cahaya Hidupku. Mohon maaf apabila novel banyak kekurangan, silahkan beri saran dan kritik dari kakak-kakak semua. Sekali lagi maaf apabila novel ini masih banyak kekurangan nya.
Mohon dukungannya dengan cara baca, like, rate, coment dan juga Vote.
__ADS_1
Terimakasih 😊