Mentari Ku Cahaya Hidupku

Mentari Ku Cahaya Hidupku
Lomba nyanyi


__ADS_3

Tak berapa lama datang Ina, Angel dan Sasa sambil tertawa-tawa bersama. Entah apa yang mereka tertawakan. Mereka menghampiri Yayah yang sedang berdiri di depan mading.


Tawa Sasa pun lenyap seketika, saat melihat siapa yang sedang berdiri bersama dengan Yayah di depan mading.


Dia kan murid baru yang mergokin gue yang lagi ngelompatin pagar, aduh gimana nih kalo sampe dia bilang-bilang ke yang lain. Batin Sasa.


"Sasa, ketemu lagi rupanya kita." Sapa Ardin.


"Kamu kenal sama dia, Sa?" Tanya Ina.


"Iya, kita ketemu waktu Sasa lagi_"


"Waktu aku di jalan mau ke sekolah." Sela Sasa dengan cepat memotong perkataan Ardin. "Yaudah, kita ke kantin yuk gue udah lapar nih." Menarik-narik ketiga sahabatnya itu.


Ardin masih setia berdiri dan menatap kepergian Sasa dan sahabat-sahabatnya itu sambil tersenyum. Manis. Batin Ardin.


Di kantin seperti biasa Yayah, Ina, Angel dan Sasa selalu memesan makanan kesukaan mereka. "Bi Titin meser bakso opat jeung es teh manis na opat nya, Bi." ( Terjemah: Bi Titin beli bakso empat sama es teh manisnya empat ya, Bi ). Seru Yayah.


"Siap, Neng." Sahut Bi Titin penjual kantin sekolah.


"Yayah udah denger belum? katanya minggu depan mau diadain lomba nyanyi tradisional Sunda." Ujar Ina.


"Iya aku udah tahu." Kata Yayah.


"Ikutan aja, Yah." Angel.


"Betul itu, kita pasti bakalan dukung lo." Sasa sambil dari tadi melahap gorengan di depannya.


"Ngedukung sih ngedukung, tapi itu kamu gorengan udah abis berapa?" Tanya Angel yang menahan tawanya.


"Eungke darmaji, dahar lima ngaku hiji." (Terjemah: Nanti darmaji, makan lima ngaku satu). Ujar Yayah yang di susul gelak tawa sahabat-sahabatnya.


Pesanan mereka pun akhirnya datang. "Yeuh Neng, bakso opat jeung es teh manis na opat." (Terjemah: Ini Neng, bakso empat sama es teh manisnya empat).


"Eunya, nuhun nya Bi." (Terjemah: Iya, makasih ya Bi). Yayah sambil menerima pesanannya.


"Sami-sami, Neng." (Terjemah: Sama-sama, Neng).


Keempat sahabat itu pun menikmati makan bakso yang mereka pesan. "Ina, kalo mau kalo mau ikutan lomba nyanyi, nanti ngambil formulir pendaftarannya di siapa?" Tanya Yayah.


"Gak pake formulir, langsung daftar aja ke panitia OSIS kelas 8." Kata Ina.


"Oh." Yayah beranjak dari tempat duduknya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Angel.


"Mau daftar lomba nyanyi."

__ADS_1


"Terus baksonya gimana?"


"Buat Sasa aja." Seru Yayah sambil berlari kecil.


"Alhamdulillah, rezeki anak Solehah." Sasa mengucap syukur lalu setelah itu memakan bakso dari Yayah.


Yayah berlari kecil menuju ke ruang OSIS. Setelah sampai akhirnya Yayah pun masuk barisan peserta.


Peserta yang ingin mengikuti lomba nyanyi tradisional Sunda pun lumayan banyak, dari kelas 7, 8 sampai 9 hampir semuanya bersemangat untuk mengikuti lomba.


Bukan tanpa alasan mereka bersemangat seperti itu, karena hadiah yang di janjikan bagi pemenang lomba pun sangat lumayan, yaitu uang tunai dan juga piagam. Bukan hanya itu, salah satunya juga karena wujud kecintaan mereka terhadap lagu daerah mereka.


Setelah lumayan lama berbaris, akhirnya giliran Yayah pun tiba untuk mendaftar.


"Selanjutnya." Seru salah satu OSIS yang bernama Nino yang menjadi panitia pelaksana lomba.


"Saya." Sahut Yayah.


"Iya, nama kakak siapa?" Tanya Nino yang mengetahui kalau Yayah adalah kakak kelasnya.


"Nama asli apa nama panggilan?"


"Nama asli kakak saja."


"Nama saya Sarbayah, kelas 9B."


Yayah pun merasa lega karena dia sudah mendaftar, sekarang dia tinggal latihan nyanyi agar ada persiapan saat mengikuti lomba nanti.


Saat Yayah sedang berjalan menuju ke kelasnya, tiba-tiba ada orang yang memanggilnya. "Yayah!"


Yayah pun langsung berhenti dan melihat ke belakang, ternyata orang yang memanggilnya adalah Jo, murid kelas 9A teman dekat Reyhan.


"Eh, Jo. Aya naon?" (Terjemah: Eh, Jo. Ada apa?). Tanya Yayah yang bingung.


"Mmmm.... Kajeun ulah urang muhape coklat ieu, ke' ku maneh pang be're'keun ka si Sasa." (Terjemah: Mmmm.... Boleh gak aku nitip coklat ini, nanti sama kamu tolong kasihin ke si Sasa). Ujar Jo dengan ragu-ragu takut Yayah tidak mau membantu.


"Urang hayang mantuan mane'h, tapi kan maneh nyaho sorangan loba lalaki nu me're' hadiah ka si Sasa, tapina di tolakan kabe'h." (Terjemah: Aku mau bantuin kamu, tapi kan kamu tahu sendiri banyak laki-laki yang ngasih hadiah ke si Sasa, tapinya pada di tolakin semua).


"Lamun misalna hadiah urang di tolak, geus Jeung mane'h we'h." (Terjemah: Kalo misalnya hadiah aku di tolak, yaudah buat kamu aja).


"Oh nyaengges, urang re'k ka kelas heula nya." (Terjemah: Oh yaudah, aku mau ke kelas dulu ya).


"Eunya." (Terjemah: Iya).


Saat Yayah sudah sampai kelas, dia melihat Sasa yang ternyata sudah kembali dari Kanti. "Nih, coklat." Duduk di samping Sasa sambil menyerahkan coklat.


"Dari siapa?" Tanya Sasa yang belum menerima coklat yang di sodorkan Yayah.

__ADS_1


"Dari Jo, kelas 9A yang temennya si Reyhan itu."


"Ah males, buat kamu aja." Tolak Sasa.


"Oh yaudah, makasih."


Yayah pun langsung memasukkan coklat itu ke dalam tasnya.


Sedangkan Sasa sedang sibuk menggambar tokoh animasi di buku gambarnya. "Yayah gimana, kamu udah daftar buat ikut lomba balum?" Tanya Sasa yang tangganya masih sibuk menggambar.


"Udah, nanti pulang sekolah aku mau latihan nyanyi. Kamu mau nemenin aku latihan gak?"


"Duh, sorry banget ya aku gak bisa. Soalnya di rumah banyak pesanan jahitan."


"Iya gak apa-apa, yang penting aku minta doanya semoga aku dilancarkan saat mengikuti lomba nanti."


"Aamiin, pasti aku akan selalu mendukung kamu."


Pulang sekolah, Yayah pun langsung masuk ke kamarnya untuk latihan nyanyi. Yayah tarik nafas dalam-dalam sebelum mulai bernyanyi. Yayah pun bernyanyi dengan suara lantang.


Tiba-tiba ada yang menggedor-gedor pintu kamar Yayah. "Neng, Eneng kunaon? Istighfar, Neng." (Terjemah: Neng, Eneng kenapa? Istighfar, Neng). Seru Emaknya yang kaget mendengar anaknya teriak-teriak.


"Teu nanaon, Mak. Eneng keur latihan nyanyi." (Terjemah: Gak kenapa-kenapa, Mak. Eneng lagi latihan nyanyi).


"Sugan te'h kunaon, piraku latihan nyanyi kos nu ka asupan." (Terjemah: Kirain kenapa, masa yang latihan nyanyi kayak yang kemasukkan). Gerutu Emak karena di buat kaget oleh anaknya, lalu kembali lagi ke dapur.


"Hampura, Mak." (Terjemah: Maaf, Mak).


Saat Yayah sedang fokus latihan, tiba-tiba hpnya berbunyi tanda ada pesan yang masuk. Yayah pun segera mengecek hpnya, ada pesan masuk dari nomor tak dikenal.


Reyhan: [Hi, Yayah]


Yayah: [Iya, ini siapa ya?]


Reyhan: [Ini aku Rey kelas 9A]


Yayah: [Oh, ada apa Rey kok tahu nomor ku?]


Reyhan: [Aku mau minta nomor hp Sasa dong]


[Aku dapet nomor kamu dari Jo]


Setelah membaca pesan dari Reyhan Yayah pun beralih menulis pesan pada Jo.


Bersambung....


☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan cara baca, like, rate, coment dan jangan lupa juga untuk Vote. Terimakasih 😊


__ADS_2