
Setelah selesai dengan urusannya di toilet, Yayah pun langsung cepat-cepat menuju ke kursi peserta lagi. Tapi ia tidak sengaja menabrak seseorang.
"Aduh maaf, aku gak sengaja."
"Iya gak apa-apa kok."
Tiba-tiba Yayah terdiam saat melihat siapa orang yang telah di tabraknya.
"Yo....Yogi?!" Yayah menatap tak percaya laki-laki yang ada dihadapannya ini.
Yogi adalah penyanyi idolanya, ia adalah penyanyi yang sangat berbakat. Berbagai macam penghargaan telah diraihnya, tak heran kalau ia menjadi idola di berbagai kalangan.
Rasa tak percaya menyelimuti hati Yayah, ia tak menyangka bisa bertemu dengan idolanya. Yayah terus menatap Yogi dengan tatapan kagum dan tak percaya. Dan yang ditatapnya jadi salah tingkah.
"Mbak....Mbak..... Gak apa-apa kan?" Yogi menepuk-nepuk pundak Yayah.
Yayah pun langsung tersadar dari lamunannya. "Eh. Eng.... Enggak apa-apa kok." Yayah jadi malu sendiri dibuatnya.
"Syukur kalo gak apa-apa, aku permisi ya." Ujar Yogi dengan sopan, kemudian berlalu meninggalkan Yayah.
Yayah menepuk-nepuk keningnya. "Aduh..... Yayah kamu tuh apa-apaan sih! Ada idola di depan mata bukannya minta foto kek atau enggak minta tandatangan, eh ini mah malah bengong kayak orang ke hipnotis. Aduh...."
Di tempat peserta, terlihat Ina, Angel dan Sasa sudah mulai bosan menunggu nomor urut peserta mereka di panggil.
"Lama banget sih, kapan kita di panggilnya?" Keluh Angel.
Tak lama datang Yayah. "Kamu cuma ke toilet aja lama bener." Kata Ina sambil menyeka keringat di dahinya.
"Maaf ya lama, tapi aku mau ngasih tahu sesuatu yang wow sama kalian."
"Apaan?" Tanya Sasa, sedangkan Angel hanya diam saja tidak tertarik.
"Tadi waktu aku habis dari toilet, aku gak sengaja tabrakan sama Yogi saat jalan mau ke sini."
"What! Yogi?" Ina antara senang dan terkejut mendengarnya.
"Waduh, nyesel banget gue tadi gak jadi nganter lo ke toilet." Kata Sasa sambil meninju udara.
Angel yang semula cuek dan tidak tertarik kepada cerita Yayah, langsung pindah tempat duduk dekat Yayah.
__ADS_1
"Terus gimana tuh kamu pas ketemu sama dia?" Tanya Ina.
"Minta foto gak, atau tandatangan?" Angel dengan bersemangat.
"Emmmm.... Aku diem pas liat dia, terus dianya langsung pamit pergi." Kata Yayah sambil cengengesan.
"Astaga, kalo gue nih ya yang tadi ke toilet terus tabrakan sama Yogi, gue bakalan minta foto plus tandatangan dia." Ujar Sasa.
"Tahu nih, Yayah. Rugi banget." Tambah Angel.
"Ya coba kalian bayangin aja, sang idola tiba-tiba dan gak di sangka-sangka ada di depan mata. Aku antara kaget, seneng dan terpesona melihat Yogi, sampe gak bisa berkutik." Jelas Yayah.
Hari sudah mulai malam, langit yang semula terang berubah menjadi senja, dan senjata pun mulai memudar yang akan di gantikan menjadi langit malam.
"Hari udah mulai malam, tapi kita belum di panggil-panggil juga. Uang aku udah mulai menipis nih dari tadi beli buat makan dan minum." Gerutu Angel.
"Sabar ya Ade-ade, bayangin aja ada ratusan peserta yang ikutan audisi. Jadi gak heran kalau kalian menunggu sampai malam." Ujar salah satu scurity.
"Tapi lama banget pak." Protes Yayah.
"Kuncinya adalah sabar ya." Kata scurity.
Saat masuk ke dalam ruang audisi, mereka terkejut karena yang akan menjadi juri adalah penyanyi-penyanyi hebat dan terkenal, yaitu Yogi, Felly dan Nina.
"Hi all, perkenalkan nama band kalian." Kata Nina dengan wajah jutek.
Yayah pun menghela nafas terlebih dahulu untuk mengurangi rasa gugup sebelum bicara.
"Hi kak, band kami bernama GTB yaitu singkatan dari Girls The Best." Kata Yayah.
Nina pun kemudian menatap garang kepada Angel dan Sasa. "Kamu mau audisi band apa audisi marawis, bawa dumbuk batu." Menunjuk Angel, kemudian menunjuk Sasa. "Kamu juga, mau audisi band apa tampil di acara SD, bawa pianika."
"Ka.... Kami mau audisi band kak." Jawab Angel dengan gugup.
"Saya kok jadi ragu kepada kalian."
"Sudahlah, Nina. Kita lihat dulu saja penampilan mereka, baru setelah itu kita bisa memberikan komentar." Kata Yogi.
"Baik, aku ingin melihat seperti apa penampilan mereka." Kata Nina dengan nada bicara meremehkan.
__ADS_1
Yayah dan sahabat-sahabatnya langsung mengatur posisi, setelah itu mereka mulai masuk ke intro.
Perlahan tapi pasti Yayah memegang mic-nya dengan kokoh.
Tangan Angel memukul-mukul dumbuk batu dengan lincah, di susul dengan petikan gitar Ina. Sasa pun tak mau kalah ia meniup pianikanya dengan penuh semangat. Suara-suara alat musik itu begitu menyatu dan terdengar sangat harmonis, mengiringi Yayah yang sedang bernyanyi mengeluarkan suara merdunya.
Yogi dan Felly terlihat begitu terpukau melihat penampilan mereka, Nina pun terlihat begitu tidak percaya dengan apa yang di lihat dan di dengarnya.
Bila sendiri hati bagai langit...... Berselimut kabut.........
Yogi dan Felly pun langsung memberikan SO setelah penampilan mereka selesai, sedangkan Nina hanya tersenyum sambil menatap satu per satu ke empat sahabat itu.
"Aku pengen komentar pertama dong." Seru Felly dengan semangat.
"Wow, Felly kamu terlihat sangat bersemangat." Kata Yogi yang sebenarnya juga sangat bersemangat.
"Iya dong melihat penampilan mereka yang luar biasa ini membuat aku jadi semangat." Seru Felly. "Hi GTB."
"Hi juga kak." Jawab mereka dengan serempak.
"Aku gak tau harus berkomentar apa, penampilan kalian itu begitu wow. Apalagi vocalisnya, aku suka banget sama warna vocal kamu. Vocal kamu itu unik, aku yang paling suka itu suara kamu yang di intro, gila itu keren banget sih. Semangat ya." Kata Felly sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Sekarang giliran aku yang komentar ya." Kata Yogi. "GTB, penampilan kalian begitu memukau, aku gak nyangka dengan alat musik sederhana yang kalian gunakan ini bisa mengeluarkan alunan musik yang sangat indah. Dan aku juga suka banget sama suara vocalisnya, siapa nama kamu?"
"Nama aku Yayah kak." Jawab Yayah dengan senyum cerianya.
"Oh Yayah. Kalo gak salah kamu yang waktu siang tabrakan sama aku di dekat toilet itu kan?" Yayah hanya diam sambil tersenyum malu. "Hahaha, iya benar kan ya, soalnya ingatan aku itu kuat. Ok, penampilan kalian begitu luar biasa dan aku sangat suka." Ujar Yogi.
"Ok, sekarang giliran aku komentar." Kata Nina, kemudian suasana pun hening sejenak.
"Sebelumnya aku mau minta maaf kepada kalian, maaf karena aku telah meremehkan kemampuan kalian, kalian begitu hebat dan luar biasa. Alat musik yang kalian bawa dan gunakan itu sederhana, tapi mengeluarkan alunan musik yang begitu mewah. Sederhana tapi mewah. Sukses untuk kalian semua."
Ke empat sahabat ini pun tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih atas pujian yang mereka dapatkan, sungguh usaha yang tidak sia-sia.
**bersambung....
dukung penulis dengan cara baca, like, rate, coment dan vote, jangan lupa juga beri hadiah ya😊
terimakasih**
__ADS_1