Mentari Ku Cahaya Hidupku

Mentari Ku Cahaya Hidupku
Mimpi kita


__ADS_3

"Wah.... Yayah selamat ya." Ina yang langsung memeluk Yayah.


"Iya, kami senang banget." Sahut Angel.


"Terimakasih ya, karena dukungan dari kalian akhirnya aku bisa juara 2 lomba nyanyi." Yayah yang benar-benar sangat bahagia.


"Tentu aja lah, kita pasti akan selalu mendukung kamu." Ujar Sasa.


Hari ini, ke empat sahabat ini benar-benar sangat bahagia atas kemenangan yang di raih Yayah.


Pulang sekolah, Yayah dan ketiga sahabatnya berjalan-jalan menyusuri jalanan sawah. Terlihat padi-padi mulai menguning tanda sebentar lagi akan siap di panen.


Mereka terlihat sangat bahagia melihat indahnya kampung yang di cintai mereka. Walau Sasa dan Angel bukan lahir dan asli anak kampung di sini, tapi mereka berjuang dan menempuh pendidikan di sini. Itulah yang membuat mereka mencintai kampung yang subur dan indah ini.


Setelah berjalan agak cukup jauh dan melelahkan, mereka pun berhenti di sebuah saung (gubuk) yang menjadi beskem mereka.


"Akhirnya sampai juga, aduh hari ini kok panas banget." Keluh Sasa sambil mengelap peluh yang ada di dahinya dengan punggung tangan.


"Iya nih, kayaknya nanti sore bakal hujan deh." Kata Ina sambil meneguk habis air minumnya.


Sementara itu Yayah terlihat sedang sibuk membuat sesuatu dengan kertas.


"Kamu lagi apa, Yah?" Tanya Angel yang sedari tadi memperhatikan Yayah.


"Ini aku lagi bikin pesawat kertas. Kalian juga bikin dong, nanti pesawat kertas ini kita tuliskan harapan-harapan dan mimpi-mimpi kita." Jelas Yayah.


Ina, Angel dan Sasa pun langsung membuat pesawat kertas seperti kata Yayah tadi, setelah selesai membuat pesawat kertas, mereka menuliskan harapan dan impian mereka di pesawat kertas yang mereka buat.


**Ina,


Aku berharap aku bisa menggapai mimpi ku yaitu menjadi seorang model terkenal dan aku bisa membahagiakan orang tua ku. Dan juga bisa membuatkan Mamah Rumah makan impiannya.


Angel,


Harapan ku yaitu aku ingin keluarga kecilku bisa harmonis seperti dulu, semoga kedua orang tua ku tidak bertengkar lagi. Dan semoga aku bisa bertemu Mamah yang sekarang berada di Korea.


Sasa,


Harapan gue semoga gue bisa membahagiakan orang tua gue, semoga gue menjadi desainer terkenal seperti impian gue selama ini. And gue bisa ke Jepang.

__ADS_1


Yayah,


Tuhan, semoga aku dapat menggapai impian ku dan kedua orang tua ku yaitu membuka toko buku dan taman membaca untuk Emak dan membeli hewan ternak untuk Abah. Semoga ke dua adikku menjadi orang sukses, aku ingin kuliah di luar negeri dan aku ingin menjadi penulis**.


Setelah selesai menulis harapan-harapan dan impian, mereka pun langsung menerbangkan pesawat kertas yang mereka buat. Pesawat kertas mereka pun terbang terbawa kencangnya angin.


Pesawat terbang itu berisi harapan dan mimpi-mimpi mereka. Namun, ada satu hal yang mereka lupakan, yaitu harapan agar mereka selalu bersama.


Yayah menatap mentari yang sedang menjalankan tugasnya menerangi bumi di atas langit. "Mentari, terimakasih telah menjadi penyemangat di pagi hari. Dan selalu siap tuk menerangi bumi. Mentari lihatlah kami suatu hari nanti, yang akan sukses menggapai mimpi. Mentari ku cahaya hidupku." Teriak Yayah dengan suara lantang.


Mereka pun saling berpelukan dan saling mendukung dan menyemangati satu sama lain. Mentari ku cahaya hidupku. Yayah menatap mentari yang bersinar terang di langit.


☀️☀️☀️☀️


Arsalan menatap Yayah yang sudah selesai bercerita padanya. "Wow, aku benar-benar merasa iri dengan persahabatan kalian. Kamu merindukan mereka?"


"Sangat, aku sangat merindukan sahabat-sahabat ku itu. Entah di mana sekarang mereka, dan bagaimana keadaannya mereka." Ujar Yayah yang sedang dalam pangkuan Arsalan.


"Yasudah sekarang kita tidur yuk, lama-lama kok kamu berat juga ya." Canda Arsalan pada istrinya.


Yayah langsung mencubit pinggang suaminya. Arsalan langsung terperanjat, karena cubitan Yayah tidak sakit tapi malah membuat geli. "Sudah-sudah sayang, sekarang kita tidur yuk, aku sudah ngantuk."


Mereka pun mulai terlelap dalam tidur. Berharap esok lebih baik lagi dari pada hari ini.


Tak lama Arsalan keluar dari kamar mandi, yang membuat Yayah merasa bingung Arsalan menggunakan pakaian santai. Apakah Arsalan hari ini tidak berangkat ke kantor?


"Sayang kamu tidak berangkat ke kantor hari ini?" Tanya Yayah yang masih di kuasai rasa kantuk.


"Hari ini aku sengaja tidak berangkat ke kantor karena aku ingin seharian bersama dengan mu." Arsalan dengan senyum seindah pelangi. "Sekarang kamu ganti baju sana, kita joging."


"Joging sepagi ini? males ah sayang." Yayah yang malah kembali membalut tubuhnya dengan selimut.


Melihat Yayah seperti itu, Arsalan pun langsung menarik selimut yang di gunakan Yayah dan langsung menggendong Yayah ke kamar mandi.


Arsalan memasukkan Yayah kedalam bathtub yang sudah terisi air. "Sayang dingin banget tahu." Rengek Yayah.


"Walau pun dingin kamu harus tetap mandi."


"Iya.... Iya.... Aku bisa sendiri."

__ADS_1


"Yasudah, aku tunggu di ruang tengah." Berlalu.


Setelah selesai mandi dan berpakaian, Yayah pun langsung menghampiri Arsalan di ruang tengah.


Terlihat di ruang tengah Arsalan sedang ngobrol dengan sekretarisnya Kin. Kok ada sekretaris Kin sih?


"Selamat pagi, Nona muda." Kin berdiri dan menunduk hormat.


"Sekretaris Kin, kenapa kamu ada di sini?" Tanya Yayah yang agak tidak suka karena menganggap kalau Kin hanya akan menggangu.


"Saya di perintahkan Tuan Muda, untuk mengkawal Tuan dan Nona joging."


"Apa? Memangnya kamu tidak ada pekerjaan lain sampai harus ikut kami joging." Seru Yayah tidak suka.


"Sayang kamu jangan marah, Kin hanya menjalankan tugas dari ku." Jelas Arsalan.


Nona kenapa anda marah kepada saya, saya hanya menjalankan tugas dari suami anda. Anda pikir saya suka menjadi nyamuk diantara kalian. Batin Kin.


"Yasudah, tidak apa-apa kalau sekretaris Kin mau ikut, mungkin dia lagi gak ada kerjaan makannya ikut kita." Kin menghela nafas mendengarnya.


Yayah dan Arsalan pun joging dengan di kawal oleh Kin. Tapi bukannya joging, Yayah dan Arsalan malah saling berpegangan tangan dan bercanda-canda.


Lihatlah mereka malah asyik bercanda, kenapa malah aku yang benar-benar joging di sini. Padahal aku hanya mengkawal mereka saja. Kin.


"Sayang aku mau ice cream." Kata Yayah sambil menunjuk gerobak ice cream di taman.


"Kalau begitu kamu tunggu di sini ya, aku mau membeli ice cream dulu."


"Biar saya yang belikan Tuan." Ujar Kin.


"Yasudah, sayang kamu mau ice cream rasa apa?" Tanya Arsalan.


"Rasa coklat saja."


"Rasa coklat dua ya." Kata Arsalan.


"Baik Tuan." Kin langsung membelikan Arsalan dan Yayah ice cream.


Bersambung....

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️


Mohon dukungannya dengan cara baca, like, rate, coment dan juga Vote. Terimakasih 😊


__ADS_2