
Arum dan juga Angga sekarang sudah ada dirumah Angga dan akan berbicara bersama sang ibu.
"Jadi apa yang ingin kalian bicarakan pada ibu"
"Emm maaf Angga mau tanya sesuatu sama ibu, ibu dapat rumah itu dari mana rumah yang sekarang Angga dan Arum tinggalin ibu dapat dari siapa sampai-sampai ibu kontrak 1 tahun "
"Ya kan yang punya kontrakan temannya ibu makannya rumahnya murah, emangnya kenapa kalian tidak suka ya sama rumah yang ibu kontrakin itu apa rumahnya kurang gede ya atau gimana, atau kurang nyaman sama tetangganya "
"Rumahnya gede Bu, kita suka sama rumahnya tetangganya juga pada baik tapi apakah ibu sebelum kontrak rumah itu ibu tanya dulu nggak asal usulnya rumah itu, kenapa kosong lama kenapa dikasih harga yang murah ibu tanya dulu nggak sama yang punya"
__ADS_1
Ibu Angga mengernyitkan dahinya saat mendengar kata rumah itu kosong " kosong gimana dulu kan ada yang tempatin. Emang ibu tuh jarang keluar rumah kalau di sini kan , jadi ibu tidak terlalu tahu dan ibu juga keliling ya cuman main-main di sini aja setahu Ibu kata temen Ibu itu rumahnya isi kok dulu cuman ditinggalin udah beberapa bulan kenapa emang"
"Tau nggak sih ibu itu ditipu sama dia, rumah itu tuh udah bertahun-tahun kosong dan kemarin juga Arum sampai kesurupan kita di sana tinggal diganggu terus Bu nggak pernah kita hidup damai sedikitpun, awalnya Arum nggak mau pindah dari sana karena takut ibu sakit hati atau Ibu merasa kalau kita tidak menghargai apa yang Ibu berikan, tapi setelah kejadian kemarin Angga lebih baik pindah saja. Bukannya Angga menolak pemberian dari ibu tapi ini begitu sangat menyeramkan Bu, kalau Arum sama Angga tinggal terus di situ yang ada rumah tangga kami berdua yang hancur Bu, kita nggak bisa harus tinggal terus di sana kita lebih baik cari kontrakan yang lain aja Bu. Enggak apa-apa kan kalau kita tinggalin rumah itu kalau ibu masih enggak percaya kita sekarang datang ke rumah teman ibu yang kontrakin rumah itu kita tanya semuanya kita buat dia berbicara jujur biar Ibu juga enggak sakit hati sama kita berdua"
Ibu Angga menatap kearaha anaknya lalu kearah menantunya "sebenarnya Ibu nggak percaya sama yang kayak gitu-gituan diganggu atau sampai kesurupan. Ya udah nanti kita datang ke sana sekarang Ibu mau siap-siap dulu kalian tunggu aja di sini ya Ibu siap-siap dan kita pergi ke sana ke rumah temen Ibu yang punya rumah itu kita tanyakan kebenarannya "
"Udah ya Rum stop kita nggak usah berdebat lagi karena masalah ini, kita udah tentuin kalau kita harus pindah rumah masalah Ibu marah mau nggak yang penting kita nggak kenapa-napa, apa harus Ibu lihat dulu baru dia percaya. udah lah Rum yang terpenting kita selamat itu aja dulu nggak usah mikirin gimana Ibu dia juga nanti bakal sadar sendiri kok ,pasti tentang kamu yang kesurupan ini akan tersebar tentang hantu yang minta tolong itu dan sekarang juga kita akan pergi ke rumah yang punya rumah itu dulu udah tenang aja kamu nggak usah risau, nanti kalau ibu sudah tau dia juga akan sadar dan akan minta maaf karena telah membuat kita tersiksa hidup disana "
Arum memegang erat tangan suaminya" Ya udah aku ikutin kata-kata kamu aja Angga, aku nggak akan nolak lagi mungkin kalau Ibu nggak percaya ya udah kita nggak usah maksa dia buat percaya. Karena itu percuma kalau kitannya maksa, biar ibu nannti tahu aja dari yang punya rumah "
__ADS_1
Angga mengangguk dan mengusap rambut sang istri, tiba tiba ibunya datang dengan pakaian yang sudah rapih "yaudah ayo sekarang kita pergi, biar masalahnya cepet selesai, kalau kalian tidak mau terima rumah yang Ibu kontrakan ya bicara jangan seperti ini membawa-bawa hantu, semua itu tuh tidak ada di dunia ini, kalau tidak mau ya sudah kalau mau cari tempat lain ya bilang mau cari nggak usah kayak gini alasannya nanti kalau kebenarannya rumah itu emang nggak ada hantunya dan bukan bekas pembunuhan gimana ibu yang malu nanti di depan mereka di depan orang yang punya rumahnya nanti. Ibu aja yang tinggal di sana sekalian biar kalian tuh tahu kalau rumah itu tuh nggak berhantu"
Angga berdiri sambil menggandeng istrinya "ya udah Bu nanti kita buktiin aja siapa yang bener siapa yang salah Angga buat apa bohong sejak kapan Angga pernah nolak apa yang Ibu beri nggak pernah ini aja kali ini aja. Emang Angga gak srek tinggal di sini dan nggak cocok aja terlalu banyak gangguan terlalu banyak hantu. Kalau Ibu mau cobain tinggal di sana ya udah tinggal aja di sana nggak usah remehin gitu juga kali Bu, bukannya kita mau cari kontrakan karena enggak mau sama pemberian ibu tapi itu emang ada hantunya"
Arum mencoba menenangkan suaminya yang sudah tersulut emosi jangan sampai mereka bertengkar karena masalah rumah itu, jangan sampai. Sudah hanya dirinya saja dan suami yang bertengkar jangan sampai anak dan ibu yang bertengkar gara-gara rumah itu memang ya rumah itu sangat menyebalkan sekali membuat setiap orang menjadi bertengkar seperti ini.
Ibunya Angga langsung berjalan terlebih dahulu "kamu yang sabar nggak boleh kayak gitu dia itu ibu kamu. Kamu jangan emosian kayak gitu nanti kalau kamu kelepasan gimana. Tenang ya jangan terbawa emosi terus-menerus kamu harus tenang dalam menghadapi masalah ini, soalnya masalah itu bersangkutan sama orang tua kamu juga, udah sabar ya jangan apa apa pake emosi Angga gak baik ah "
"Iya aku tahu tapi aku kesel aja sama ibu aku, kok gitu sih responnya kayak nggak percaya sama anak dan mantunya aja . Ya udah yuk kita pergi sekarang daripada nanti cerewet dia marah-marah karena kita masih ada di dalam rumah, kita buktiin apa yang kita rasain di sana kalau dia masih nggak percaya udah ibu suruh tinggal aja di sana sehari pasti juga enggak akan betah deh tinggal di sana"
__ADS_1