Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Mengikuti


__ADS_3

Arum yang tak sengaja melihat kearah belakang seperti melihat orang yang dirinya kenal, ya karena orang itu adalah orang yang tadi sore bersama suaminya, orang yang memberikannya makanan.


"Angga itu dibelakang Bima ya "


"Hah apa sayang " tanya Angga sedikit berteriak


"Emm itu Angga coba deh kamu liat dikaca spion itu Bimakan "


Angga langsung melakukan apa yang istrinya suruh, dan benar saja itu Bima, kenapa tiba tiba ada Bima apa dia mengikutiku dan juga istriku tapi untuk apa, kenapa harus mengikuti emangnya ada apa.


Apa tidak sengaja saja mereka bertemu ya seperti ya seperti itu, mana mungkin Kan dia mengikutiku dan juga istriku.


"Mungkin hanya kebetulan sayang, mungkin dia akan keluar rumah atau tujuannya hampir sama, sudah jangan kau hiraukan, sekarang bagaimana dengan dirimu apakah masih mual, atau merasakan yang lain sayang "


Arum diam dan mencerna apa kata kata dari suaminya, masa sih sama, ya sudahlah anggap saja Bima sedang pergi jalan jalan dan tak mengikuti dirinya dan juga Angga, sudahlah berfikir seperti itu Saja.


"Hemm baiklah Angga, aku baik baik saja, aku tak apa apa dan tak ada yang aku rasakan "


"Baiklah sayang, sebentar lagi kita akan sampai "


Arum menganggukkan kepalanya dan makin memeluk suaminya dengan erat.


...***...


"Bagaimana dagangan kamu pak "tanya Neneng pada suaminya.

__ADS_1


"Ya seperti biasa Bu, "


"Gimana kita mau kayak pak, kapan kita kayak orang lain kalau bapak kayak gini terus, kapan kita punya uang banyak kapan kita bisa tenang dan juga bahagia "


"Yang sabar Bu, pasti suatu saat apa yang ibu inginkan akan terkabul selalulah berdoa kepada Allah Bu pasti kita akan sama seperti orang lain, ibu jangan terus mengeluh ya ini juga bapak bakso nggak habis"


"Selalu saja begitu jawaban bapak, ibu selalu berdoa bahkan tidak sampai terlewatkan doa itu tapi mana tak ada hasilnya, bertahun-tahun ibu berdoa tidak ada perubahan sama sekali daganganmu daganganku sama sekali tidak laku banyak, aku lihat tetangga sebelah mereka dagang seperti kita tapi mereka kaya mereka bisa mengelolanya dengan baik banyak pembelinya lalu kita kenapa kan sama-sama saja kan tidak ada bedanya"


Suami Bu Neneng mengusap wajahnya dan menatap sang istri, "ya mungkin itu udah rezeki mereka dan kita juga syukuri rezeki yang Allah beri segini juga kita diberi rezeki, kamu jangan terus mengeluh Bu aku setiap hari pulang ke rumah capek kalau kau terus saja mengeluh padaku seperti ini"


"Tau ah makannya bapak dengarkan apa kataku, apa mauku bukannya seperti ini terus aku ingin kayak dan cara satu satunya adalah itu yang pernah aku bilang sama bapak "


Suaminya langsung memelotokan mataknya, "tidak akan bu, aku tidak akan mau melakukan apa yang ibu mau, haram Bu aku tidak mau Allah murka padaku, aku tidak mau kau jangan melakukan perbuatan yang Allah tak suka "


"Ist bapak ini ya gak ada berubahnya, tau ah selalu saja begitu, ibu kesal pada bapak, bapak terlalu alim tapi mana rezeki kita hanya segini gini saja "


...***...


Arum yang sudah diperiksa langsung duduk bersama suaminya, namun tiba tiba dokter tersenyum dan menyalami Angga dan juga Arum.


Arum yang masih tak mengerti hanya menerimanya saja dengan senyum bingungnya "selamat yaa bapak ibu, ibu sedang mengandung dan sekarang baru 3 Minggu ".


Arum langsung menatap suaminya dengan wajah yang sulit diartikan, dan Angga pun sama dia masih tak menyangka kalau sang istri hamil dengan cepat Angga melihat kembali kearah dokter.


"Ini beneran kan dok, ini beneran Isti saya sedang mengandung "

__ADS_1


"Iya pak benar selamat ya pak, tolong dijaga ya istrinya dengan baik dan ibu jangan stres ya jangan banyak fikiran"


"Baik dok saya pasti akan menjaga istri saya, terimakasih dok, saya dan istri saja permisi dulu "


Dengan senang Angga segera memapah istrinya keluar dari ruangan dokter "aku senang banget Rum, aku juga gak nyangka bisa secepat ini menjadi seorang ayah, tapi aku sangat bersyukur sudah diberikan kebahagiaan lagi oleh Allah "


Arum tersenyum kearah suaminya "iya Angga aku juga senang, aku juga nggak nyangka bisa jadi seorang ibu secepat ini aku jadi nggak sabar deh Angga "


Angga mencubit hidung istrinya "kamu ini udah gak sabar aja "


"Ist sakit Angga ya gak apa apa dong, aku seneng banget pengen cepet cepet lahir Dede bayinya "


"Tunggu sayang, 9 bulan lagi yang sabar ya "


Tanpa mereka sadari dari tadi ada yang mengintip dan mengerutkan dahinya dengan binggung, lalu melihat kearah ruangan dokter dan kembali melihat kearah Angga dan juga Arum.


"Apa Arum hamil, masa sih baru juga mereka nikahkan belum lama mungkin mereka baru nikah 2 bulan atau 3 bulanan kan kok cepet ya "


"Terus gimana aku kan pengen kejar Arum masa sih dia hamil, terus nanti aku kalau dapet Arum harus urus anaknya Angga juga dong, ist nyebelin deh jangan sampai itu terjadi, Arum gak boleh hamil, dia gak boleh punya anak dari Angga pokoknya gak boleh "


Bima segera berjalan kearah parkiran dan mengambil motornya, dia masih melihat Angga dan juga Arum sedang mengobrol dengan tersenyum senyum senang.


"Kalau aja Arum pertama kali ketemu sama aku mungkin dia udah jadi istri aku sekarang, nggak usah kan aku ngajar-ngejar istri orang segala aneh juga nih tiba-tiba kayak gini pengen istri orang "


Selama perjalanan terus saja Bima melihat ke arah Arum dan juga Angga yang sepertinya sedang bahagia hatinya begitu panas dan tak rela melihat perempuan idamannya bersama laki-laki lain. Seharusnya dirinya yang ada di posisi itu bukan Angga seharusnya dirinya yang dipeluk oleh Arum dan bukan Angga.

__ADS_1


Memang benar hati tidak tahu akan berlabuh pada siapa dan sekarang dirinya yang pilih-pilih malah berlabuh pada istri orang, hatinya aneh-aneh saja padahal dulu saat Angga dan juga Arum menikah tak ada perasaan sedikitpun tapi sekarang saat sudah melihat Arum yang sesungguhnya dia malah makin tertarik.


Dan dirinya ingin memilikinya, mungkin itu sangat tidak wajar dan kurang ajar sebagai teman ingin memiliki istri temannya sendiri tapi bagaimana lagi hatinya berkata seperti itu dan dirinya ingin mendapatkan apa yang dirinya inginkan. Tak mungkin dirinya diam saja seperti itu dan tidak melakukan apa-apa ya semoga saja Arum nanti mau dengannya kita lihat saja ke depannya bagaimana apakah harus main dukun atau harus main seperti apa.


__ADS_2