Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Kejadian yang sebenarnya yang ke 2


__ADS_3

Segera dirinya membopong Lidya dan membawanya kedalam kamar mandi perempuan untuk mengantung Lidya. Bahkan dirinya sudah mempersiapkan semuanya sudah ada tali tergantung dan sebuah kursi juga. Supaya memang real ini adalah bunuh diri bukan pembunuhan.


Segera pak guru mengantungkan mayat Lidya dan menjatuhkan kursinya dengan segaja. Setelah semuanya selesai pak guru pergi untuk pulang dan esok hari tinggal melihat kehebohan ini. Tak sabar rasanya menunggu kabar yang cukup menyenangkan untuknya.


Diasrama Tri sedang mondar-mandir khawatir dengan keadaat Lidya yang sampai sekarang belum kembali bahkan sekarang sudah malam. Dengan berani Tri menelfon polisi namun jawabannya sekarang belum 24 jam dan harus menunggu sampai 24 jam. Yatuhan apa yang harus dirinya lakukan sedangkan Rey dari tadi dihubungi tak menjawab.


Bahkan dirinya sudah memberitahu pada guru-guru yang lain, namun tak ada satupun yang tau keberadaan Lidya. Bahkan anak yang tadi memangil Lidya tak mengaku siapa guru yang memanggil Lidya sudah dirinya desak namun tak berbica sedikit pun sialan.


Apakah murid itu sudah sekongkol dengan gurunya itu, agar tak memberitahu keberadaan Lidya sekarang, dirinya sangat khawatir takut terjadi apa-apa dengan Lidya.


Kembali dahulu pada Arum dan Angga. Angga sudah mengoleskan wewangian pada hidung Arum namun tak ada satupun yang mempan dan sekarang diluar ada seseorang yang sedang berdiri dan itu terpantul masuk kedalam uks.


Angga yang was-was dan memang melihat banyang itu, segera mengangkat Arum dan membawanya kekolong tempat tidur menghalanginya dengan sebuah kain bahkan Angga masih sempat-sempatnya merapihkan kembali tempat tidur agar tak ketahuan bahwa disini ada orang.


Handle pintu itu sudah bergerak dengan cepat ingin segera cepat-cepat dibuka. Namun tiba-tiba brak pintu itu didobrak. Angga dengan sekuat tenaga membekap mulutnya agar tak terdengar suara nafasnya.

__ADS_1


Langkah kaki itu terdengar sangat jelas menghampirinya. Ya Allah ini siapa yang datang kesini dan orang itu seperti mengusur sesuatu. Apakah itu pembunuh semua teman-temannya.


Sekarang kenapa harus kesini. Padahal dirinya sudah mengecek semuanya bahwa aman dan tak akan terjadi apa-apa namun malah datang kesini. Padahalkan pembunuhnya sudah ketemu kak Rey apakah ada orang lain selain kak Rey yang pembunuhnya.


Semoga saja dirinya tak ketahuan ya allah, harus berlari kemana sekarang sedangkan Arum masih pingsan tak sadarkan diri. Tak bisa dirinya meninggalkan Arum begitu saja. Lebih baik mati bersama dari pada harus pergi seperti ini.


Hidup dan mati harus selalu bersama tak boleh berpisah sama sekali. Angga segera membererat pelukannya pada Arum. Berdoa agar mereka tak ketahuan..


Pagi tiba namun Tri belum bisa menemukan sahabatnya bahkan disini pun di kamar mereka belum ada keberadaan Lidya. Namun wangi tubuh Lidya sudah semerbak ada disini. Sekarang harus mencari kemana.


Dengan inisiatif Tri mengikuti wangi tubuh Lidya sahabatnya. Dengan perlahan-lahan Tri membuka pintu kamar mandi alangkah kagetnya dirinya melihay Lidya sedang tergantung.


Tak mungkin Lidya melakukan bunuh diri, dengan sekuat tenaga Tri segera bangun dan berlari mencari pertolongan. Tri bahkan tak mengetuk ruangan guru langsung saja masuk " tolong pak bu, Lidya gantung diri tolong " teriak Tri histeris


Pak guru dan bu gurunya yang mendengar segera berlarian kearah kamar mandi. Namun ada sosok gurunya yang tersenyum saat mendengar ini bahkan tak ada rasa kasihan atau gelisah. Hanya diam mematung sendirian.

__ADS_1


Tri yang dibantu oleh bu Tika segera dibawa kedalam uks, sebenarnya dirinya enggan untuk dibawa ke uks namun demi memulihkan kembali rasa syoknya akhirnya dia mau. Namun sekarang pandangannya kosong dengan air mata yang terus saja mengalir.


Kenapa harus secepat ini dirinya kehilangan sosok sahabat seperti Lidya. Sekarang harus pada siapa dirinya bergantung dan berkeluh kesah. Sekarang siapa yang akan menemaninya mengajarkannya pelajaran yang dia belum faham.


Kenapa kemarin dirinya tak mengikuti Lidya, kenapa malah diam saja. Seharusnya dirinya ikut memata-matai saja. Tak usah mengiraukan larangan Lidya.


***


Polisi sudah ada ditkp jasad Lidya sudah dibawa kerumah sakit, bahkan kedua orang tua Lidya sudah datang dan Arum mendapatkan kejutan kembali. Orang itu ayahnya kak Lidya sekarang ada disini disekolah ini. Apa semua dalang membunuhan ini yanh sebenarnya ayahnya kak Lidya yang menuntut balas atas kematian kak Lidya.


Yang sama sekali tak di urus dengan benar, bahkan polisi sama sekali tak mengecek dengan detail, apa semua ini memang sudah direncanakan. Arum lalu kembali lagi ketempat kejadian awal. Melihat kak Lidya yang sedang berdiri membelakanginya..


Dengan keberaniannya Arum segera menghampiri kak Lidya dan berjajar dengan kak Lidya. Mereka berdua seperti anak kembar. Kak Lidya lalu memalingkan wajahnya kearah Arum dan menoel bahu Arum.


Segera Arum mengalihkan pandangannya dan menatap kembali wajah kak Arum yang sama dengannya "terimakasih Rum kamu mau dibawa kedalam dimensiku "

__ADS_1


"Aku hanya ingin meminta tolong padamu, aku ingin semua orang tahu bahwa aku sebenarnya tidak bunuh diri tapi aku dibunuh Rum oleh guru bejad itu. Kalau tidak bantu aku untuk membuat guru itu mengakui kesalahannya dan tolong beritahu Tri aku akan selalu ada dalam hatinya. Aku tak pernah meninggalkan Tri sedetik pun. Maafkan aku telah menakutimu serta teman mu. Aku merasa hidup kembali saat melihat mu Rum, wajah kita yang sama dan aku tak suka dengan temanmu yang selalu saja menganggumu makannya aku menakutinya maafkan aku. Aku hanya melindungi mu. Kau tahu sulit sekali menerima kenyataan yang pahit ini. Aku belum siap untuk mati Rum. Tapi semuanya berkehendak lain. Aku sangat ingin meminta maaf pada Rey. Pacarku yang setia namun aku malah menghianatinya dengan memberikan sesuatu yang berharga pada orang lain hanya demi sebuah nilai. Namun semua itu sangat berarti untukku Rum. Namun sekarang aku menyesal melihat ayah dan ibuku terpuruk dan pada akhirnya melakukan hal yang seharusnya tak dilakukan. Sekarang kamu tahu kan siapa sebenarnya yang melakukan pembunuhan ini. Rey tak ada sangkut pautnya dengan kematian-kematian murid disini. Aku meminta tolong padamu untuk menyadarkan mereka Rum. Aku tak mau sampai mereka dipenjara. Salam pada mereka aku Lidya selalu menyayanginya. Ini peganganglah Rum untuk membuat pembunuh itu ingat bahwa ada sesuatu yang dia tinggalkan. Terimakasih kamu mau membantuku dan melihat semua kejadian yang sebenarnya terjadi padaku " jelas kak Lidya sambi tersenyum sendu pada Arum.


Lalu dengan perlahan, kak Lidya memudar, tubuhnya memudar entah menghilang kemana.


__ADS_2