Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Adel menakuti Tinah


__ADS_3

Setelah kak Tri tenang Arum segera melepaskan pelukannya lalu memengang tangan kak Tri "saat aku masuk kedalam dunia kak Lidya. Dimana pembunuhan itu terjadi. Aku juga melihat kakak yang setia selalu ada untuk kak Lidya "


"Boleh aku meminta satu perminta Rum " tanya kak Tri


"Boleh apa yang ingin kakak minta dariku "


"Apa kamu bisa meceritakan semua saat pembunuhan terjadi. Kenapa Lidya bisi dibunuh oleh pak Yandi"


"Tapi kakak janji jangan marah sama kak Lidya"


"Aku janji Rum "


Sebelum bercerita Arum segera menarik nafasnya " Kak Lidya mempunyai hubungan dengan pak Yandi "


"Maksudnya hubungan apa Rum "


"Maaf kak Lidya mengunakan tubuhnya untuk bisa mendapatkan nilai besar dan selalu juara kelas dari pak Yandi. Mereka berdua melakukan *** dan saat itu pak Yandi entah bagaimana tak mau melakukan itu kembali dan tak bisa membantu kak Lidya untuk menjadi juara kelas lagi. Karena kak Lidya yang tak terima dengan semua itu akhirnya memutuskan untuk pergi melaporkannya. Namun pak Yandi malah menariknya dan mencekik kak Lidya dibelang sekolah sampai mati. Dan pada malam harinya pak Yandi kembali ke sekolah lalu membuat seolah-olah kak Lidya bunuh diri. "


"Lalu tadi maksudnya apa, Rey mengetahuinya semuanya "


"Ya dia adalah saksi mata, kak Rey melihat membunuhan itu semua namun engan menolong kak Lidya"


"Lalu kenapa, kenapa Rey tak menolong Lidya " dengan air matanya yang kembali turun.


"Kak Rey sakit hati oleh kak Lidya, karena kak Lidya sudah menghianatinya bahkan sudah memberikan kesuciannya kepada gurunya, sedangkan kak Rey menjaganya agar itu semua tak hilang. Dia kecewa kak. Kecawa dengan keputusan yang diambil oleh kak Lidya. Dirinya seperti tak berguna. Kalau kak bilang tetang kesulitannya kak Rey akan membantunya, meringankan beban kak Lidya "


"Tapi seharusnya Rey tak egois seperti itu Rum, dalam kondisi apapun seharusnya Rey membantunya meskipun Lidya salah"


"Tak ada yang tau kak, setiap orang itu berbeda kita tak bisa menyalahkan pada satu orang saja. Sebuah kekecewan bisa menghancurkan sebuah kepercayaan dan menghilangkan simpati kita. Mungkin itu yang dirasakan kak Rey "


"Akan aku beri pelajaran Rey karena sudah membuat sahabat kumati, kurang ajar sekali dia" kak Tri segera bangkit namun Arum segera memegang tangan kak Tri.


"Kak Rey sudah mati kak, menyusul kak Lidya. Mungkin sekarang mereka sudah bertemu "

__ADS_1


"Apa Rum, Rey mati. Kenapa bisa mati dimana dia "


"Dia tadinya ingin menyerangku kak, namun Angga mengalanginya dan pak Yandi membunuhnya "


Dengan syok kak Tri terduduk dibawah, kenapa semua orang meninggalkannya.


Pertama Lidya sekarang Rey, lalu setelah ini akan siapa lagi yang meninggalkannya. Hidupnya ini sungguh tak beruntung seperti orang lain. Selalu saja ada kesakitan dalam hidupnya ini. Seperti memang tuhan mengetuknya agar dirinya tak bisa merasakan kebahagian saja. Sudah orang tuanya yanh terlebih dahulu tuhan ambil sekarang sahabatnya.


**


Angga yang menyadari Arum tak ada disisinya segera bangun setelah selesai diobatin "Angga mau kemana "tanya Tinah yang dari tadi ada di sana menunggu Angga.


"Kepo banget sih jadi orang " malah Hanin yang menjawabnya.


"Apaan sih lo, selalu aja ikut campur. Lo kali yang kepo akut " balas Tinah


"Ihh sorry gue ga kaya lo, yang gegatelan sama cowo orang " balas Hanin kembali.


"Ya iyalah pea lo itu ya ga tau malu "


Bella yang mendengarnya langsung terduduk, hatinya sakit saat mendengar Arum dan Angga sepasang kekasih, tak boleh dibiarkan harus dipertanyakan kepada Arum nanti.


Angga yang sudah pusing mendengar ocehan mereka segera pergi mencari Arum, jangan sampai Arum diculik oleh orang tuanya Lidya.


Saat melihat kearah taman Angga lega, Arum ada disana dengan kak Tri, dengan cepat Angga segera menyusulnya kesana. Tinah mengikut Angga dengan cara mengendap-endap.


"Rum " panggil Angga.


Arum segera mengalihkan pandangannya kearah Arum "Angga kenapa kesini " dengan wajah khawatirnya Arum segera menghampiri Angga dan memapahnya untuk menemui kak Tri.


Angga segera mensejajarkan dirinya dengan kak Tri lalu memegang bahunya "kau tahu kak, dalam hidup ini ada yang namanya perpisahan. Jadi kakak harus kuat untuk diri kakak dan kak Lidya pula. Selalu doakan kak Lidya agar selalu berada disisi Allah "


"Terimakasih Angga, aku hanya ingin kamu berjanji selalu jaga Arum ya " sambil menyatukan tangan Arum dan Angga.

__ADS_1


"Pasti kak, aku akan selalu menjaga Arum dimana pun Arum berada disana ada aku, kakak harus semangat ya jangan menyerah " jawab Angga dengan yakin..


"Pasti aku akan semangat, aku akan mencoba untuk hidup tanpa bayang-bayang Lidya kembali "


"Boleh kita pelukan " lanjut kak Tri.


Mereka bertiga lalu berpelukan, menyalurkan kehangatan dan semangat untuk menjalani hidup mereka.


Kesalnya Tinah, makin menjadi-jadi saja. Saat mendengar ucapan Angga yang akan selalu ada dimana pun Arum berada.


Dirinya sudah kalah lagi saja oleh Arum, Arum Arum Arum semuanya Arum. Sepertinya Arum sudah memakai guna-guna supaya teman-temannya hanya selalu peduli padanya dan Angga juga pasti yang lebih parah.


"Ist kenapa sih susah sekali memisahkan mereka berdua ini sudah seperti perangko saja nempel terus aja sampai kiamat" ucap Tinah berbicara sendiri.


"Yaudah kamu ikut aku aja dari pada sendirian " tiba-tiba saja ada yang berbicara disebelah Tinah.


Segera mengedarkan padangannya namun tak ada siapun disana "siapa, jangan ganggu aku terus "


"Adell ayo ikut aku aja, kita sama-sama " tanpa menampakan wujudnya.


Tinah yang takut segera berlari kearah teman-temanya yang lain. Takut sekali hantu itu menganggunya saja.


Adell yang melihat Tinah berlari terbirit-birit segera tertawa. Selama ini yang selalu menganggu Tinah adalah dirinya. Soalnya temennya kak Arum yang satu itu jahat banget sam kak Arum makannya Adell suka menganggunya. Memang banyak energi yang harus dikeluarkan namun puaslah dirinya.


Sedangkan didalam ambulant ada yang tersenyum senang, semua rencannya dan orang tuanya berhasil. Ternyata sangat mudah dan menyenangkan. Menipu semua orang dan tak ada sama sekali yang mencurigainya.


Sukses semuanya. Menyenangkan sekali ternyata membuat permainan seperti ini. Ayahnya hebat sekali bisa membuat rencana sebagus ini dan semuanya lancar tanpa ada kendala. Mungkin saja kalau tadi arwah Lidya tak ada. Sudah habis semua orang yang ada disini.


Mungkin saja nanti dirinya bisa membawa Arum dan membuatnya seolah-olah adalah Lidyanya. Adiknya namun itu sekarang tak akan mungkin. Biarkan Arum untuk bebas mungkin suatu saat mereka akan bertemu lagi dan rasa kangennya kepada Lidya akan tergantikan oleh wajah Arum yang sangat sama persis dengan Lidya.


Lidya adik kesayangannya. Yang dia jaga dari kecil, namun orang jahat malah membunuhnya dengan sadis dan seolah-olah dirinya tak slaah hanya diam saja sampai 1 tahun dan pada akhirnya semuanya terbongkar.


Rasanya belum puas tadi dirinya melihat laki-laki itu mati oleh ayahnya saja. Maunya dirinya juga ikut andil, namun disana ada muridnya bisa terbongar kalau seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2