
Sekarang Arum ada dilapangan tapi banyak bangku dan kursi dihadapnya duduk seorang perempuan sedang menulis dan sedang berbicara namun Arum tak mengerti dia berbicara apa. Suaranya sangat menyeramkan.
Dia memakai seragam seperti kak Tri, rambutnya panjang sangat indah sekali. Dibelakang Arum tiba-tiba keluar api yang berkobar sangat besar. Mau tak mau Arum harus maju dan saat Arum hampir dekat dengan perempuan itu. Dia mendogakkan wajahnya terpampanglah wajahnya sama persis dengannya sedang menyeringai lalu mengapai tangannya.
Arum yang kaget segera membalikan badannya dan berlari kerah kobaran api itu dalam kobaran api itu keluar sebuah tangan lalu memegang kaki Arum dan menariknya sampai Arum jatuh dan hampir tertarik kedalam.
Hantu itu yang wajahnya sama dengan Arum hanya tersenyum melihat Arum kesusahan. Sekuat tenaga Arum menarik kakinya lalu berlari dari sana.
"Rum kamu kenapa Rum bangun " ucap Bella yang khawatir dengan Arum karena dalam tidurnya Arum berkeringat sangat banyak dan badannya tak diam wajahnya pun gelisah seperti sedang dikejar oleh hantu saja.
Arum segera bangun dari tidurnya segera mengatur nafasnya yang memburu, segera Arum memeluk Bella dengan tubuh yang bergetar.
"Kamu kenapa Rum"
"Aku mimpi buruk Bell, ada seseorang yang wajahnya mirip dengan ku dan dia adalah murid sekolah ini "
"Maksudnya Rum, disekolah ini ada yang mirip wajahnya sama kamu gitu "
"Iya Bell, tapi dalam wujud yang lain "
"Hantu maksud kamu Rum "
"Iya Bell, iya hantu "
"Yaudah sekarang kamu mandi aja sekarang kita kan ada ulangan, kamu harus segera bersiap-siap ya aku tunggu kok. Aku gak akan ninggalin kamu "
__ADS_1
"Iya Bell sebentar ya "
Bella segera merenungkan apa yang diucapkan Arum jadi Tinah tidak berbuat drama sama sekali, berarti semua ini menang nyata tapi Tinah tak bisa membedakan mana Arum yang asli dan mana yang hantu. Apakah sebegitu miripnya sampai tak bisa membedakan.
Sepertinya disekolah ini harus segera dipecahkan tentang perempuan itu, yang mirip dengan Arum dan untuk kamar mereka juga pasti ada sesuatu disini tak mungkin tak ada. Sekarang bukan Arum saja yang curiga tentang kamar ini namun Bella pun sama.
Nyatanya Arum baru datang kesini dia sudah kesurupan bahkan Tinah sama diganggu. Pasti kak Tri tahu sesuatu tentang masalah ini tak mungkin kalau dia tak tahu apa-apa.
Setiap ada masalah pasti selalu ada kak Tri dia patut untuk dicurigai. Siapa tau kan memang ada sangkut pautnya. Orang yang hanya ingin berbicara bersama Arum sepertinya.
Bella segera sadar saat Arum sudah keluar dari kamar mandi sudah rapih dengan seragamnya. Arum segera mengajak Bella untuk segera masuk kekelas mereka.
Mereka berdua berjalan bergandengan kekelas tanpa ada pembicaraan sama sekali fokus dengan pemikiran mereka masing-masing.
Sebenarnya apa yang harus dirinya pecahkan tentang semua ini apa semua ini ada sangkut pautnya dengan dirinya. Sampai dia diganggy seperti ini. Tapi sepertinya dia tak pernah bertemu dengan mereka mereka ini.
Arum segera duduk dibangkunya bersama Bella, segera ketua krlas menyuruh mereka semua untuk mengumpukan handphone mereka semua agar tak terjadi contek-contekan.
Sebelum ulangan dimulai Arum melihat kebelakang melihat kak Reyhan yang juga menatapnya lalu segera dia menundukan kepalanya lagi memperhatikan kertas yang ada dihadapnnya.
Segera pak guru membagikan kertas ulangannya, dengan teliti Arum segera mengejakan soalnya cukup sulit melenceng dari yang dia pelajari semalam. Tapi sebisa mungkin harus dia kerjakan yang penting ada nilainya kan.
Reyhan yang sedang fokus-fokusnya membantu pak gurunya untuk memeriksa jawaban mereka yang benar dan yang salahnya, tiba-tiba saja kertas yang dihadapannya berubah menjadi merah darah dan saat dipegang oleh Reyhan memang benar itu darah.
Clak clak, Reyhan segera mendogakkan wajahnya keatas dan alangkah kagetnya saat dirinya melihat wanita yang membalikan tubuhnya seperti kelelawar ada diatas kepalanya sambil meneteskan darah. Itu adalah hantu yang berwujud sama dengan Arum.
__ADS_1
"Akhhh " teriak Reyhan sampai terjatuh dari kursinya dan menutup kedua matanya.
Pak guru segera menghampiri kak Rey yang sedang ketakutan "ada apa Rey apa ada sesuatu " sambil membangunkan kak Rey dan menyibak tangan kak Rey yang penuh dengan gorekan seperti bekas silet.
"Apa yang kau lakukan pada tanganmu "
"Bukan aku pak " dengan wajah yang sudah celingak-celingguk melihat sekitar seperti ada yang mengawasinya saja.
Pak guru segera membawa kak Rey keuks meninggalkan mereka yang sedang melaksanakan ulangan. Dan menyuruh murid-muridnya untuk segera mengerjakan ulangannya kembali.
Semua murid kembali fokus kembali dengan ulangan mereka. Arum yang memang sudah sedikit lagi tinggal beberapa lagi dikerjakan segera berhenti dahulu untuk mengerjakan ulangannya.
Tadi kak Rey berteriak apa ada penampakan, tapi kenapa dirinya tak melihat sama sekali penampakan itu. Apa sekarang indigonya mulai hilang, apakah benar jika benar aku akan senang akan kembali normal kembali sama seperti teman-temamnya yang lain.
Rey diuks sedang berteriak-teriak dan tiba-tiba saja melukai tanganya tanpa sebab, namun matanya hanya fokus pada satu pandangan. Rey memang melihat hantu yang tadi memerintah dirinya untuk melukai dirinya sendiri dan Rey tertipu dan mau saja, tangannya seperti bergerak sendiri tanpa Rey kendalikan.
Guru-guru disana segera menghentikan tindaka Rey yang bisa membunuhnya, dipeganngnya tangan serta kaki Rey dengan erat oleh mereka semua. Namun entah kekuatan dari mana Rey bisa menumbangkan guru-guru yang lain.
Lalu datang kak Tri, segera kak Tri menangkap kak Rey. Setelahnya kak Rey tenang dan mau mengikuti kata-kata kak Tri. Entah apa yang diucapkan kak Tri kenapa kak Rey sampai-sampai kak Rey bisa langsung tenang
Saat datang kak Tri hantu itu pun sama pergi entah kemana, dipapahnya kak Rey lalu ditidurkannya dan diselimuti pula. Untuk guru-guru yang lainnya sudah menyerahkan Rey pada Tri untuk dijaga kak Tri saja.
Dengan senang hati kak Tri menjaganya "tolong jangan ganggu kami seperti ini " ucap kak Tri yang tiba-tiba saja berbicara sendiri dan brakk gelas pecah, kak Tri hanya diam tanpa mengucapkan apa-apa lagi sudah lah susah percuma dia bicara juga tak ada gunanya.
kak Tri segera membaringkan dirinya diranjang sebelah menangkan fikirannya yang sedang pusing. Kejadia-kejadian aneh mulai muncul kembali sebenarnya akan sampai kapan dendam ini usai karena dirinya pun binggung siapa pembunuhnya.
__ADS_1