Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Antar pulang Tinah


__ADS_3

"Gabisa pulang sendiri aja " tolak Angga sambil menurunkan tangan Tinah dari bahunya.


"Sampai depan aja Angga plis " minta Tinah dengan tangan memohon.


"Ga bisa, aku kan udah bilang gabisa kenapa sih ngotot banget " ucap Angga sambil berlalu.


Baru juga beberapa langkah, Angga mendengar suara jatuh segera Angga mengeceknya ternyata itu Tinah terjatuh sambil memegang kepalanya, Angga segera berjalan kearah Tinah menolongnya dan menapahnya.


Menuruti tangga satu persatu, Tinah malah menjadikannya kesempatan dirinya semakin memegang kepalanya supaya Angga semakin kasihan dengan dirinya.


Segera Angga membantu Tinah naik keatas motornya, Angga menjalankan motornya dengan hati-hati takut nanti dia harus tanggyng jawab, Tinah dengan berani memeluk Angga dengan eratnya.


Angga sudah menegurnya namun dia beralasan takut jatuh dan mau tak mau Angga menurutinya dan tak banyak bicara. Sebenarnya dia enggan untuk mengantarkan Tinah dan membuat Arum menjadi lebih marah padanya tapi sungguh dirinya tak tega saat melihat tadi Tinah jatuh. Dia ini laki-laki masa iya membiarkan perempuan yang sedang membutuhkan bantuan malah membiarkannya.


Tinah yang mendapatkan Izin sangat senang sekali, kapan lagi kan bisa peluk Angga. Padahalkan tadi dirinya pura-pura jatuh agar Angga mau mengantarkannya pulang dan berhasilkan.


Sengaja agar Arum makin marah pada Angga, dia juga tadi tahu Arum cemburu pada mereka berdua. Tadi juga sengaja dirinya memeluk Angga. Memang Arum saja yang bisa selalu sama Angga dirinya juga bisa kok meskipun dengan cara licik.


Akhirnya dirinya bisa dekat dengan Angga, ini adalah awal dirinya untuk bisa mendapatkan Angga siapa tau Angga nanti bisa mencintainya dan menjadi pacarnya. Coba dulu kan ga ada yang tau hati seseorang.

__ADS_1


Dan untuk dirinya yang pingsan didepan kelas itu bohongan hanya ingin menarik simpati teman-temannya dan nantinya teman-temannya akan memarahi Bella, namun kenyataannya tak ada satupun yang menolongnya malah pada diam saja. Dirinya seperti tak diangkap sekali dikelasnya itu. Padahal kesalahannya tak fatal-fatal banget kok.


Tapi untungnya ada Angga yang menolongnya kalau tidak dirinya akan malu, masa iya nanti tiba -tiba bangun sendiri yang ada dirinya bisa ditertawakan oleh seluruh kelas.


Dirinya ini tak mau dipermalukan lagi dihadapan siapa pun semua ini terjadi karena Arum, dia adalah salah satu penghalang pembawa sial. Kalau saja tak ada Arum pasti hidupnya tak akan berantakan seperti ini seharusnya Arum mati saja.


***


Sedangkan didalam angkot, Arum sedang mengipas-ngipas wajahnya dengan selembar kertas sungguh panas sakali, hari ini matahari sangat terik sekali. Arum celingak-celinguk melihat ada apa didepan, kenapa macet sekali dan yang malah Arum lihat adalah Angga yang sedang membonceng Tinah tak lupa tangan Tinah yang memeluk erat pinggang Angga.


Hati Arum tiba-tiba mencelos dan sakit kembali, belum puas ya ternyata mereka, apa mereka berdua pacaran, Arum dengan sekuat tenaga menahan tangisnya yang tiba-tiba saja ingin tumpah ada apa sebenarnya dengan hatinya ini. Jangan nangis plis jangan timbul lagi rasa cintannya ini.


Segera Arum memalingkan wajahnya agar tak melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit, dikeluarkannya handphonenya lalu melihat banyak notifikasi panggilan tak terjawab dari Hanin, Bella serta Ayudia.


Tapi itu refleks dari tubuhnya, entah kenapa dirinya bisa melakukan hal seceroboh itu, kenapa coba dirinya ini menjadi cemburuan seperti ini.


Harus bagaimana ini menjelaskan pada teman-temannya kalau dirinya baik-baik saja, tak mau sampai semuanya menjadi masalah lagi. Arum tak mau kalau teman-temanya tau kalau dirinya mempunyai rasa pada Angga lebih dari sebatas sahabat. Meskipun sudah mencoba untuk menghilangkannya namun sulit sekali.


Arum membuka sebuah permainan dan segera memainkannya agar semua bayangan tentang Angga dan Tinah pergi tak berkeliling terus didalam fikiranya dirinya harus menyibukan dengan sesuatu.

__ADS_1


Dirinya tak boleh memikirkan itu terus menerus, dirinya harus iklas jika memang Angga dan Tinah mempunyai hubungan. Itu kan hatinya Angga ingin suka dengan siapa dirinya tak bisa melarang Angga sama sekali.


Angga selama perjalanan mengantarkan Tinah hatinya sungguh tak enak, bagaimana perasaan Arum, apakah dia marah padanya sampai pergi seperti itu.


Bagaimana kalau Arum sampai tak mau bersahabat lagi dengan dirinya bagaimana kalau Arum menjauh darinya apa dia akan sanggup menerima semua itu. Dia tak mau kejadian saat bersama Wulan terjadi lagi dan membuat Arum pulang sendirian dengan keadaan marah.


Kenapa coba dirinya bisa kehilangan jejak Arum, ditelfon tidak diangkat, apa sekarang Arum masih disekolah. Khawatir sekali dirinya ini takut terjadi hal yang tidak-tidak terjadi pada Arum.


Padahal sebelum dirinya memutuskan untuk pulang, seharusnya dirinya mencari terlebih dahulu keseluruh ruangan yang ada disekolahnya itu, takutnya Arum bersembunyi lagi. Kenapa sih baru kefikiran sekarang dasar Angga bodoh bodoh kau ini sangat bodoh sampai tak terfikir kesana sama sekali.


Dirinya kan sudah berjanji untuk selalu menjaga Arum, tapi hari ini dirinya mengacaukan semuanya, bodoh-bodoh seharusnya saat dirinya akan menolong Tinah dirinya harus melihat Arum terlebih dahulu kalau tidak meminta izin lah pada Arum.


Dirinya gegabah sekali, tapi kan dia menolong karena kasihan dengan Tinah tak ada sama sekali yang menolongnya, jadi dengan rasa kemanusiannya Angga menolong Tinah, bukan karena ada maksud apa-apa.


Masa iya ada orang yang tergeletak dihadapan kita, masa didiamkan saja. Kalau hal itu sampai terjadi sama diri kita gimana. Pasti kita juga ingin ditolongkan.


Hanya ingin menolong tak lebih, memang Tinah sudah melakukan tindakan yang jahat pada Arum. Tapi kan posisinya Tinah sedang membutuhkan bantuan jadi kita harus membantunya bukan membiarkannya kalau seperti kita sama saja dengan Tinah tak ada bedanya.


Namun mungkin tanggapan Arum beda, bisa saja Arum menyangkanya kalau dirinya ini menyukai Tinah kan. Bisa saja kita tak bisa menepak hati seseorang, dia bisa berbicara iya dihadapan kita namun dihati pasti akan berbeda tak akan sama 100%

__ADS_1


Telfonnya sudah tak diangkat sama sekali oleh Arum, pasti dia marah sekali pada dirinya ini, apa Arum cemburu, apa Arum mencintainnya juga. Bolehkah dirinya merasa senang kalau memang itu benar. Tapi kalau tebakannya salah dia akan kecewa tapi itu tak masalah dia akan sekuat tenaga membuat Arum mencintainya.


Ini untuk kedua kalinya Arum marah padanya, sekarang apakah dirinya bisa dimaafkan oleh Arum begitu saja, atau kah Arum akan memutuskan persahabatan mereka yang sudah terjalin lama.


__ADS_2