Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Aku butuh waktu


__ADS_3

"Habibi " teriak Arum sambil terbangun dari pingsannya.


"Arum kamu gak apa-apa, kamu baik-baik aja kan, aku di sini Rum. Aku disini"


Arum segera mengalihkan pandangannya dan sekarang yang ada dihadapannya adalah Angga, "Angga sejak kapan kamu di sini Kenapa tiba-tiba kamu ada di sini "


"Iya tadi waktu aku nelpon kamu tiba-tiba ada yang angkat telepon kamu, katanya itu dokter Andrian dia bilang kalau kamu pingsan dan juga dia udah ceritain semua apa yang terjadi di sini, kamu gak papa kan maaf ya aku datang telat banget, aku kesini jalan tuh serasa muter-muter gak pernah ketemu dan sekarang waktu dokter Andrian Sherlock baru ketemu aneh kan, tapi itu enggak masalah aku bersyukur Akhirnya aku bisa ketemu sama kamu lagi Rumm. Maaf aku dulu pernah ninggalin kamu, aku ninggalin kamu bukan karena aku udah gak mau sahabatan sama kamu ataupun rasa cinta aku tuh udah ilang sama kamu tapi aku pengen cari uang dulu buat nanti kita nikah"


Arum tak bisa menjawab apa-apa dia hanya bisa diam dan pikirannya hanya tertuju pada Habibie, hantu laki-laki yang selalu menemaninya.


Mereka berdua yang menyelesaikan sebuah misi yang sedikit rumit, Angga mencoba bertanya pada Arum kembali"apa yang terjadi pada Habibie, siapa Habibie sebenarnya . Apakah dia sekarang pacarmu. Apakah aku sudah telat dan kau sudah mencintai Habibie"


"Tidak Angga Habibie adalah hantu yang aku tolong, dia yang membuat dirimu selalu tersesat jika ingin bertemu denganku, maafkan dia ya dia tidak ada maksud apa-apa, dia hanya ingin menjaga ku itu saja "


"Lalu apakah sekarang di hatimu ada dia, apakah sekarang kau mencintainya "


"Aku belum bisa menjawab sekarang Angga aku belum bisa"


"Iya aku tahu, aku sudah lama menghilang dan tak memberikan kabar sedikitpun untukmu tapi Arum aku sudah berbicara pada ayah dan ibumu tentang aku yang melamarmu dan mereka setuju sekarang tinggal dari dirimu saja menerima aku atau tidak "


" Apakah boleh aku berpikir dulu Angga karena aku tidak bisa mengambil keputusan yang gagah "

__ADS_1


" Iya aku tahu 0 aku akan menunggu menunggu seperti dulu, saat kita masih sekolah aku tidak akan pernah bosan menunggu mu Arum, sampai kapanpun aku akan menunggu sampai hatimu kembali untukku Rum "


Arum hanya bisa mengangguk dan tersenyum samar pada Angga rasanya hatinya sekarang sudah penuh oleh hantu itu. Tapi mana mungkin dia mencintai seorang hantu, Apakah itu mungkin entahlah bingung sekali rasanya.


Sekarang misi mereka sudah berhasil, sudah tak ada lagi yang harus Arum lakukan, Saidah pun sudah ketemu ternyata Saidah adalah bibinya sendiri. Oh yah dia belum menengok Sasa apakah dia baik-baik saja.


"Angga apakah kau bisa membantuku untuk menemui Sasa"


"Tentu aku akan mengantarmu, dimana ruangan dia mau memakai kursi roda" tawar Angga


"Tidak aku ingin jalan saja, aku masih kuat kok untuk berjalan Angga, tak sampai harus memakai kursi roda aku mampu"


"Baiklah ayo kita pergi kesana dan temui temanmu itu"


"Farah Kamu ngapain disini"


"Bu Arum aku cuman mau tunggu Sasa aja, aku nggak akan lakuin apa-apa kok sama Sasa"


Namun yang Arum lihat wajah Sasa sangat pucat dan seperti ada suatu "Sasa apa kau baik-baik saja kapan kau bangun "


"Aku baru saja bangun beberapa jam tadi kakak kemana saja Kenapa tidak ada disampingku saat aku terbangun. Apakah kakak sudah tidak peduli lagi denganku"

__ADS_1


"Bukan gitu kakak harus menyelesaikan sebuah misi dan sekarang sudah selesai, kamu udah baik-baik aja kan kamu udah nggak apa-apa kan ada yang sakit nggak sekarang"


"Aku kira kakak mau ninggalin aku . Aku kira Kakak udah enggak peduli lagi sama aku "


"Enggak mungkinlah kakak akan selalu ada di samping kamu dan gak akan pernah tinggalin kamu dan yah Farah kamu boleh keluar biar saya saja yang menjaga Sasa, kamu kan juga lagi sakit kenapa Kamu nunggu di sini, seharusnya kan kamu tiduran di ruangan kamu jangan menyusahkan diri sendiri , ayo Farah cepat pergi ke kamarmu ya oh ya mana teman-temanmu biasanya mereka ikut denganmu"


"Baik bu kalau begitu, aku sendirian tidak tahu teman-teman ku dimana, mereka belum ke sini mungkin mereka masih di sekolah saya permisi "Farah segera pergi dengan wajah masam nya.


"Apa yang terjadi Sasa ayo ceritakan pada Kakak apakah Farah mengancammu"


Sasa segera mengangkat kepalanya, flashback dimana Farah masuk ke dalam ruangan Sasa.


Saat itu Sasa baru saja tersadar dan baru diperiksa oleh dokter dan suster, Farah sudah menunggu di depan pintu dan tersenyum pada Sasa.


"Aku kira kamu nggak akan bangun ,aku kira kamu bakal tiduran terus, aku udah seneng lo tadinya, Oh ya teman teman ku sekarang lagi mau laporin tentang kejadian aku yang dorong kamu dan aku tau kamu ke guguran kan, aku bener kan kamu hamil, aku tau semua rahasia tentang kehamilan mu, aku gak akan bocorin tentang kehamilan mu, asal kau harus bilang sama kepala sekolah kalau kamu gak sama sekali didorong sama aku ataupun pernah dibully sama aku. Kalau kamu ucapin satu kata aja aku bakal bocorin semuanya, kalau kamu nyerahin diri kamu ke Pak Bima cuman buat nilai aja, aku udah tahu semuanya, Jadi gimana mau jujur tapi dapat malu atau bohong tapi kau selamat dariku dan rahasia mu pun aman. "


"Lalu untungnya buat kamu apa bikin temen-temen kamu hancur, kamu seharusnya mengakui kesalahan mu bukannya malah mengancam aku seperti ini, sebenarnya di sini siapa sih yang salah aku atau kamu sih sebenarnya, di sini siapa sih yang tersakiti aku atau kamu sih seharusnya di zaman sekarang itu gak ada lagi yang namanya pembullyan itu gak banget tau Farah"


"Gak usah banyak bicara deh yang penting lo lakuin apa yang gue bicarain tadi, gak usah sok karena ada bu Arum yang bela lo, kalau lo gak dengerin apa yany gue katakan nyawa lo taruhannya, dan sampai gue dikeluarin gue gak akan pernah lepasin lo Sasa, jangan ngarep hidup lo akan tenang, gue akan selalu menjadi bayang bayang lo, selamanya "


Sasa yang masih lemah tak menjawabnnya lebih baik diam saja, dari pada menghambiskan energinya untuk melawan orang seperti dia.

__ADS_1


flashback off


__ADS_2