
Arum segera keluar dengan wajah seperti tak bersalah, lalu menghampiri dokter Adam dan menatapnya dengan wajah tak percaya
"Jadi selama ini saidah adalah Bibiku. Jadi selama ini dokter yang selingkuh dengan Putri Ayu dan dokter malah mau fitnah pengacaranya Putri Ayu, apa dokter tidak malu , dokter juga sudah membunuh istrinya nya, dokter telah memasukkan istri Pak Paul ke dalam tembok dan menguburnya selama bertahun-tahun. Kenapa melakukan itu apa sebenarnya salah Bu Salma apa Pak kenapa seperti itu "
"Kau hanyalah anak kecil, kau tidak tahu apa-apa. Jadi jangan ikut campur tentang urusanku , ini urusanku dengan mereka. Oh ya kau kan ingin sekali mendengar cerita yang sesungguhnya kenapa aku dan Putri Ayu bisa mempunyai anak, aku akan menceritakan semuanya dari awal. Apakah kau mau mendengarkannya, pasti mau lah "
Beralih pada tahun dimana Putri Ayu dan dokter Adam selingkuh ,sebenarnya dokter Adam sudah punya istri dan istrinya itu sedang sedang hamil malahan hamil besar, saat berselingkuh dengan Putri Ayu.
Saat pertengkaran itu terjadi dokter Adam mengucapkan satu kata "kau tenang saja Putri Ayu, aku akan membunuh istriku dan seolah-olah aku menyelamatkan anaknya, kau tenang saja orang-orang tidak akan tahu kalau kau mempunyai anak dariku. Apakah kau mau seperti itu, jadi nanti kau seolah olah mengadopsi anak ku dan istriku"
"Tentu kau lakukan itu, sekarang juga aku tidak mau tahu karena itu harus berhasil dengan lancar"
"Iya Putri aku harus menunggu dia sampai lahiran, tidak mungkin kan aku langsung membunuhnya begitu saja tanpa alasan"
"Baiklah akan kutunggu hari itu, aku tidak mau tahu semua orang jangan pernah ada yang tahu kalau aku hamil anakmu Adam, aku belum menikah masa sudah mengandung anak dan punya anak itu gila Adam "
"Baik Putri Ayu Saya mengerti saya mengerti, anda hanya perlu tenang saja "
Di mana kelahiran anak dokter Adam dan istrinya terjadi, dokter Adam sendiri yang membantu istrinya untuk melahirkan, namun sebelum anak itu keluar, Adam sudah menyuntikan sesuatu pada lengan istrinya.
"Maafkan aku Bu, ini harus aku lakukan aku tidak punya pilihan lain. Tenang saja anak kita akan selamat"
Istri dokter Adam yang sudah tak bisa bergerak lagi, badannya sudah kaku dan tak bisa bicara juga . Dia hanya bisa menatap wajah dokter Adam dengan wajah yang sudah kecewa dengan apa yang telah dokter Adam lalukan.
Tak lama kemudian istrinya menghembuskan Nafas Terakhir dan dengan cepat pula dokter Adam mengeluarkan anaknya dari perut sang istri, menukar anaknya menjadi Saidah dan anaknya disimpan di Panti Asuhan.
Dan sungguh tega sekali seorang ayah yang menyimpan anaknya dipanti Asuhan demi seorang selingkuhan dan anaknya dari selingkuhannya pula, sungguy kejam apa dia tak bisa mengurusnya sendiri.?
Saidah diurus oleh ibu kandungnya namun seperti tidak dianggap anak, dia sering disiksa bahkan dimarahi tanpa alasan.
Di sering dikurung di gudang belakang, Saidah kecil hidupnya sangat menderita dan saat sudah besar pun sama, tepat di umurnya 11 tahun dia dikurung lagi oleh ibunya.
Di ruangan kecil itu, namun dia tidak lupa selalu membawa buku ceritanya tentang penyihir jahat. Saidah menggambarkan penyihir jahat itu adalah ibunya sendiri.
Lalu saat dirinya mempunyai ide, dia kabur dari ruangan itu dengan mencoba membobol kunci dari gudang itu ,dan akhirnya berhasil.
Saat Saidah akan keluar dia malah bertemu dengan ibunya "Saidah kau mau ke mana. Ayo masuk lagi kau ini ya sudah nakal tak tahu diri lagi"
Namun Saidah yang ingin lepas dari ibunya dia terus saja berlari ke arah kolam, dan membiarkan ibunya mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Lalu dengan sengaja Saidah menuangkan air di teras dekat kolam, lalu bersembunyi supaya ibunya tidak tahu "di mana kau Saidah Saidah jangan kau lari dari ku Saidah, kemari kau"
Saidah yang sekarang bersembunyi di belakang tanaman, ibunya berlari dengan sekencang-kencangnya ke arah kolam dan malah terpeleset masuk ke dalam kolam, sebelum masuk kepalanya sudah terbentur terlebih dahulu.
Putri Ayu yang memang tidak bisa berenang, dia mengangkat tangannya meminta tolong namun Saidau hanya bisa menatapnya, tanpa ada niat untuk menolongnya.
Yang dia lihat dia sudah membunuh Penyihir itu, penyihir jahat itu dan saat Putri Ayu sudah mengambang datanglah Adam ayah dari Saidah dan selingkuhan Putri Aya.
Adam yang melihat anaknya telah membunuh ibunya, segera mengambil Pacul seorang pekerja kebun dan mengoleskan darah yang berceceran di lantai akibat benturan kepala Putri Ayu.
Lalu Adam kembali masuk ke kamar Putri Ayu mengambil emas pokoknya semua barang berharga Putri Ayuz disimpannya di lemari pekerja kebun itu dan setelah semuanya selesai membawa Saidah pergi dari sana, meninggalkan mayat Putri Ayu mengambang tanpa ada yang mau menolongnya.
"Bagaimana sekarang kau sudah lihatkan bagaimana Saidah yang telah membunuh ibunya sendiri, dan tukang kebun itu yang menjadi tersangka setelah kau tahu kamu mau apa, Arum aku sudah menceritakan semuanya padamu. Apa yang kau inginkan dari Bibirmu, Oh iya kau juga tahu kan aku yang membunuh seorang laki-laki yang mencari tahu tentang penyebab kematian Putri Ayu sungguh Naif dan aku puas setelah dia meninggal, karena dia sudah banyak tanya padaku, dari pada rahasia Saidah terbongkar lebih baik aku bunuh dia saja"
"Kau jahat sekali dokter. Kenapa kau melakukan itu , kau bisa menegurnya kan tanpa harus membunuh orang itu, kenapa kau lakukan itu dan menuduh orang lain, kan bibi pembunuhnya. Apakah kau tidak kasihan dengan keluarganya dia bukan orang berada dan dia bukan orang yang bisa membuat hukum percaya padanya kenapa kau berbuat itu"
"Ini semua demi masa depan anak ku , sekarang kau menjadi keponakannya kan dan dia Saidah menjadi bibimu. Kenapa kau menjadi menyalahkanku seperti ini seharusnya kau mendukungku karena sudah menyelamatkan Bibimu dari masalah itu , seharusnya kau senang Arum bukannya seperti ini aku sudah tahu kau datang ke rumahku untuk menyelidiki Semua kasus Putri Ayu, makanya aku mempersulit semuanya tapi kau dengan pintar bisa memecahkannya juga"
"Tapi tak begitu caranya dokter, jika kau ingin menyelamatkan putrimu kau tidak boleh membuat orang lain menjadi dipenjara. Kau jahat sekali dengan melakukan itu kau sangat berdosa, seharusnya kau juga dipenjara karena sudah membunuh kakak tingkat laki-laki yang sedang mencari sebab kenapa Putri Ayu bisa meninggal. Dia mencari itu karena ingin memperbaiki nama pamannya lagi, karena memang buka pamannya yang melakukannya tapi kau sungguh jahat sekali dokter"
"Wah hwah wah wah kau berani memarahiku hebat sekali Arum hebat sekali apakah kau ingin mati, seperti anak laki-laki itu apa yang ingin kau lakukan, kabur sekarang atau pasrah dan bergabung dengan anak laki-laki itu, Sepertinya kau ingin bergabung dengan dia karena aku tahu kalian berteman dan kau disuruh oleh anak laki-laki itu untuk membeberkan semua masalah yang ada, aku tahu semuanya tak usah kau sembunyikan lagi dariku Arum. Emangnya dirimu saja yang bisa melihat hantu aku pun sama "
"Oh jadi kau ingin bibi mu Saidah dipenjara begitu dan membela tukang kebun itu yang miskin itu, itu maumu "
Dokter Adam segera menarik Arum dan mendorongnya kearah jendela" lihat ke bawah lihat apakah aku ingin mati ke sana, pasti kau ingin matikan menyusul temanmu itu. Baiklah aku akan melakukannya "
Dokter Adam segera mendorong Arum ke bawah, Arum yang belum siap dan belum memegang apapun dia benar-benar terjatuh ke bawah, namun saat Arum sudah pasrah dia memejamkan kedua bola matanya, mungkin ini sudah saatnya dia mati.
Dia terjatuh dan saat dia membuka kembali bola matanya ternyata dia ditangkap oleh kakak tingkat itu dan setelah aman Arrum diturunkan oleh kakak tingkat itu.
Mereka berdua saling pandang dan kakak tingkat itu lalu tersenyum pada ? Arum.
"Oh ya aku belum sempat memperkenalkan namaku padamu, aku adalah Habibi, mungkin Ini pertama kalinya aku memberi tahu padamu namaku dan ini mungkin terakhir kalinya kita bertemu, karena urusanku sudah selesai, semuanya sudah selesai Arum aku sudah tidak bisa di sini kembali, aku harus pulang ke Alamku dan tenang di alam sana bersama pamanku "
"Apakah secepat itu. Apakah kau tidak bisa menunggu lagi apa kau tidak bisa menemaniku lagi sampai kapanpun. Kenapa harus pergi begitu cepat kita belum menghabiskan waktu dengan banyak"
"Arum kita ini berbeda kita ini nggak sama, kita ini beda alam kita udah nggak bisa sama-sama lagi, pokoknya aku mau kamu di sini hidup bahagia dan Maaf aku yang telah membuat Amgga susah menghubungimu maaf aku tidak bermaksud untuk menyusahkanmu, tapi aku tidak mau kalau kau diganggu oleh orang lain sebelum aku mengenal siapa dia, kau berbicara kalau dia adalah teman dekatmu, tapi aku tidak mau kau dipermainkan ataupun laki-laki itu macam-macam padamu "sambil memegang tangan Arum
"Apakah kita boleh berpelukan untuk perpisahan. Kau bilang kau akan pergi kan dariku "
__ADS_1
Tanpa banyak bicara kakak tingkat itu memeluk Arum, namun lama-kelamaan tubuh kakak tingkat itu memudar dan Arum yang melihatnya tak bisa menahan tangisnya.
Meraba-raba tubuh itu , namun sudah tidak bisa dipegang lagi, dari kaki sampai atas sudah tak ada, tinggal kepalanya saja, lalu memegang kepala itu dan mengusapnya dengan sayang.
"Semoga di kehidupan selanjutnya kita akan bertemu sebagai manusia, bukan sebagai manusia dan hantu aku berdoa seperti itu Habibie aku sudah lebih nyaman denganmu, tapi dunia kita berbeda kau jangan lupakan aku"
Habibie tiba-tiba saja sudah menghilang tak berbekas sama sekali Arum yang lemas terduduk di bawah, dan menangis sejadi-jadinya. Sedangkan di ruangan Saidah Adam malah melihat penampakan istrinya yang sedang berdiri menghadap kepadanya, meminta pertanggung jawabannya.
"Aku sudah lama menunggu mu mas, ayo ikut denganku hidupmu sudah cukup sampai disini saja hidupmu. Jangan terlalu lama temani aku kau sudah membuang anak kita dan lebih menyayangi anak orang lain sekarang waktunya kau ikut denganku "
"Tidak tidak aku tidak mau, aku tidak mau kau sudah tidak ada dan hidup ku masih panjang, jadi kau jangan macam-macam dan membawa aku pergi dari sini aku ingin melihat Saidah hidup dengan bahagia, dia belum sadar dia aku ingin melihatnya, aku tidak mau "
"Tapi hidupmu sudah berakhir, aku akan mengambil semua apa yang perlu aku ambil, kau sudah menelantarkan anak kita kau sudah jahat sekali Mas, aku tidak rela kau hidup dengan enak sedangkan aku menjadi hantu seperti ini, karena kau aku mati mas. Seharusnya aku belum mati tapi kau yang membuat aku mati"
Hantu itu lalu berubah wujud sangat seram, langsung mendorong dokter Adam ke bawah dengan dirinya yang memeluk suaminya. Arum yang masih menangis di bawah sambil menundukkan kepalanya dikagetkan dengan jatuhnya dokter Adam yang jatuh di sampingnya.
Arum berteriak histeris melihat dokter Adam yang meninggal begitu saja, dengan seorang perempuan yang memeluknya dengan erat.
"Terima kasih kau telah mengungkapkan bahwa suamiku ternyata selingkuh dan membuat aku mati Terima kasih "
Hantu itu menghilang dengan sendirinya dan menyisakan dokter Adam yang mati dengan kepala yang sudah pecah dan darah yang berceceran.
"Arum kamu tidak apa-apa kan "tanya dokter Andrian
"Saya tidak apa-apa tapi tapi dokter Adam dokter Adam ini saya"
Tiba-tiba Arum pingsan begitu saja tak bisa berkata apa-apa lagi, karena sangat syok melihat jasad yang ada di sampingnya dan tentang semua kejadian ini
"Arum Arum Kau kenapa Arum bangun Arum " dokter Andrian yang tak bisa membiarkan Arum seperti ini terus dengan cepat segera memangkunya dan membawanya ke dalam rumah sakit,
Sedangkan paramedis yang lain mengevakuasi mayat dokter Adam, membawanya ke dalam rumah sakit dan menjadikan semuanya ini adalah sebuah kecelakaan.
Karena memang tidak ada yang tahu kan , karena Arum kan sudah ada di bawah kalau memang Arum yang membunuhnya mungkin sekarang Arum ada di atas tidak dibawa seperti ini, terduduk diam dengan mayat itu.
Dokter Andrian dengan setia menemani Arum, dia sama sekali tak meninggalkannya menggenggam tangan Arum dengan erat. namun dari tadi Arum mengigau terus memanggil habibi-habibi dan Habibie
Dokter Adrian yang bingung tak bisa melakukan apa-apa hanya membiarkan saja. Mungkinkah itu pacarnya Arum pikir dokter Andrian "Arum segeralah sadar Kau jangan mengigau seperti ini siapa Habibie Kenapa kau selalu memanggil nama itu apa hubunganmu dengan dia, Apakah dia pacarmu yang kau sebut-sebut itu, ternyata aku lebih dulu dengan Habibie Apakah aku boleh berkenalan dengan Habibie mu itu Erum"
Arum tidak bisa menjawab masih mengigau tak karuan dan membuat dokter Andrian semakin sedih karena perempuan yang dia cintai ternyata sudah memiliki Tambatan Hati dan terus memanggil Habibie di mana dia harus mencari Habibie
__ADS_1