
Saat pak Yandi masuk sudah ada bu Tika dan murid-murid yang lainnya bahkan sekarang lampu sudah padam kembali. Pak Yandi segera menghampiri murid-murid yang tadi kabur dan memarahi mereka semua karena keteledoran mereka yang membahayakan keselamatan mereka semua.
"Kenapa harus memisahkan diri, apa sangat sulit untuk diam saja disini dan tak kemana-kemana kami juga guru tak akan membunuh kalian dengan tiba-tiba "
"Maaf pak " ucap salah satu siswa mewakili semuanya.
"Baiklah jika kalian melakukannya lagi, akan benar-benar aku bunuh kalian semua "
Tiba-tiba ada yang membuka pintu kelas dan membuat semua murid berteriak "bapak mengagetkan saja ada apa pak" kata bu Tika.
"Tidak bu saya hanya mengecek kenapa sepi, ternyata ada disini toh " jawab pak satpam masuk dan bergabung dengan anak-anak yang lainnya.
Arum yang melihat gelagat pak satpam makin curiga saja, sebenarnya rahasia besar apa yang disembunyikan pak satpam dari kami semua. Pasti ada yang tak beres dengan kejadian ini semua. Yang membunuh pastinya orang dalam yang sudah tahu seluk beluk sekolah dan asrama ini.
"Baiklah bapak diam disini, saya dan bu Tikaa serta Arum dan Angga akan pergi keluar mengecek, bapak jaga anak-anak jangan sampai kecolongan ya " minta pak Yandi.
"Baik pak "
Segera mereka berempat pergi untuk mengecek dan menyalakan kembali listrik yang padam ini. Sungguh kalau seperti ini terus kapan akan nyalanya pak satpam juga tak bisa diandalkan. Sepertinya dari tadi dia hanya memantau kami saja.
Mereka berempat menelusuri tempat paling bawah menyenteri memakai senter yang Angga punya dan Arum sama sekali tak melepaskan pegangannya menguatkan satu sama lain.
__ADS_1
Mereka semua menemukan sebuah tempat rahasia, yang dibawah itu banyak sekali kabel-kabelnya. Dengan sangat hati-hati pak Yandi membukannya dan terbukalah tembus kebelang sekolah.
Arum yang seperti melihat sesuatu segera menyenternya ternyata itu kak Rey" pak lihat itu ada kak Rey "
Disana kak Rey sedang menunduk namun sambil tertawa-tawa begitu seperti orang gila. Tiba-tiba kak Rey bangkit dan berlari kearah Arum sambil membawa pisau.
Angga yang refleks segera menghalangi Arum dan menahan pisau itu agar tak menusuknya. Bahkan Arum sudah sangat histeris. Terjatuh melihat Angga yang sedang ditusuk oleh kak Rey.
Pak Yandi pun tak tinggal diam, dia segera menarik Rey, namun entah kenapa tenaga Rey sangat kuat jlep, pisau itu menusuk Angga. Bahkan Angga yang merasakannya sudah tak bisa berkata apa-apa lagi hanya bisa menatap wajah kak Rey yanh sedang tersenyum menyeringai dihadapannya.
"Anggaaa " teriak Arum histeris segera melepaskan pelukan dari bu Tika dan pak Yandi segera memegang Rey dan membantingnya sampai terjatuh terkapar telungkup. Pak Yandi sangat marah sekali denga kelakuan Rey. Yang mampu melakukan hal keji itu.
Pak Yandi memanfaatkan hal itu, segera pak Yandi mengambil baru besar lalu memukulkannya ke kepala kak Rey "mati kau mati, ternyata kau pembunhnya rey matiiii" teriak pak Yandi dengan mengelegar. Menumpah semua rasa marah dan kesalnya pada kak Rey. Yang ternyata dalang dari semua ini. Tapi benarkah kak Rey mari kita lihat saja.
Bu Tika tak menyangka, pak Yandi bisa membunuh dengan semudah itu. Padahalkan Rey adalah murid kesayangannya. Kenapa tega sekali langsung membunuh Rey tanpa menanyakan kebenarannya terlebih dahulu.
Sedangkan Arum sedang membalut tangan Angga yang terkena tusukan, Arum sampai menyobekkan baju seragamnya agar Angga tak kehabisan darah "jangan menangis terus Rum aku sudah baik baik saja "sambil mengusap air mata Arum dan langsung memeluknya dengan sangat erat.
Bu Tika dan pak Yandi seperti melihat Lidya dan Reyhan saja, cinta mereka sangat persis sekali. Apalagi dengan wajah Arum yang mendukung sama seperti Lidya. Mereka seperti melihat Lidya kembali.
Melihat bagaimana kisah cinta mereka antara Lidya dan Rey, perjuangan mereka berdua untuk sampai ketitik ini dan maut yang memisahkan mereka.
__ADS_1
Namun beda sifat dan sikap, Lidya lebih cenderung bawel aktif dan mudah berbaur dengan siapa pun sedangkan Arum lebih banyak diam dan banyak misteri yang dia simpan sepertinya dari penglihatan pak Yandi.
Namun sekarang, Rey pun mati semua dalang ini yaitu Rey tapi apakah benar Rey pelakunnya apakah Rey belum siap kehilangan Lidya sampai menuntut balas pada orang yang tak bersalah. Bahkan sekarangkan kebanyakan bukan teman-teman dari Lidya hanya beberapa yang ada disekolah ini.
Segera mereka berempat pergi dari sini. Mereka berempat sekarang sudah lega, berarti teror ini sudah usai dan mereka semua akan selamat.
Namun tanpa disangka-sangka ditempat yang lain, yaitu sebuah ruangan yang mereka sama sekali tak tahu. Sedang ada seseorang yang ditawan kembali perempuan yang tadi menghilang saat pak Nur meninggal.
Perempuan itu sudah berganti pakaian menggunakan piama dan sekarang dia sedang dicambuk oleh seseorang. Bahkan sampai wajahnya sudah rusak penuh goresan pisau.
Itu adalah perempuan yang ada direkan saat pak Yandi dan murid-muridnya berhasil memecahkan sandi. Pak Yandi sampai lupa dengan perempuan itu saking sudah leganya karena dalang dari semua sudah ketemu.
Perempuan itu hanya bisa berteriak histeris dengan keadaannya. Sebentar lagi apa dirinya akan menemui ajalnya. Atau akan terus seperti ini disiksa.
Dengan kasar pelaku itu menarik rambut perempuan itu tak menghiraukan setiap teriakan yang diberikan perempuan itu. Fokus saja dengan tujuannya menarik perempuan itu sampai rambut-rambutnya tertarik oleh sang pelaku.
Dibawanya perempuan itu keruang cucian pakaian. Lalu tanpa belas kasih sedikit pun dimasukannya perempuan itu kedalam mesin cuci. Bahkan perempuan itu sama sekali tak bisa melawan karena tenagannya sudah terkuras habis.
Segera penjahat itu menjalakan mesin cuci dan membiarkan perempuan itu tercuci sampai bersih segera dirinya bergegas pergi untuk mencari korban selanjutnya. Mungkin tak akan habis sekarang namun satu persatu akan dirinya habisi.
Tiba-tiba saja Arum pusing dan pingsan seketika, Angga dengan refleks menangkapnya. "Rum bangun, Rum kamu kenapa " tanya Angga dengan cemas.
__ADS_1
Namun kalian tahu tak akan ada jawaban sama sekali ya kan Arumnya pingsan masa iya nyaut berarti Arumnya ga jadi pingsan dong. suka aneh ya aku ini.
Angga dengan sekuat tenaga mengangkat Arum menghiraukan lukanya yang kembali mengeluarkan darah kembali akibat tekananan yang diberikan oleh tubuh Arum dan berlari tanpa mengiraukan teriakan dari guru-gurunya itu. Yang terpenting sekarang adalah keselamat Arum seorang.