
"Kak lihat deh disana apa ada orang " tanya Arum pada kak Tri.
Segera kak Tri mengalihkan pandangannya. Itu bukannya kamarnya Arumkan kenapa seperti ramai begitu. Kak Tri segera berlari kearah pak Yandi " pak lihat itu. Apa didalam sana ada orang dikamarnya Arum pak "
Pak Yandi segera memfokuskan pandangannya, dan benar saja disana terdengar teriakan yang sangat melengking tak karuan seperti ini. "Baiklah anak-anak segera kalian bagi kelompok ya " ucap pak Yandi dengan tergesa-gesa takut nanti ada korban lagi. Sungguh dirinya tak akan sanggup.
Arum yang binggung segera pergi kearah bu Tika disana sudah banyak teman-temannya termasuk Tinah " kenapa lo kesini sana sama ka Tri temen lo itu " sinis Tinah.
"Ada apasih sama kamu Tin, kamu tuh masalah apa sama aku. Aku ga pernah ya usik hidup kamu. Yang ada kamu usik hidup aku terus. Kamu tuh orang ga punya kerjaan tahu ga " jawab Arum dengan berani. Dirinya tak mau sampai harus kalah kembali dengan perempuan gila ini.
Arum yang kesal segera pergi namun Angga segera mencekalnya dan mengelengkan kepalanya untuk tak pergi dan diam bersamanya jangan kemana-mana. Tinah yang melihatnya hanya tersenyum sinis.
Akhirnya Arum diam karena tangannya dipegang erat oleh Angga. Angga tak mau kalau harus sampai berpisah dengan Arum kembali. Jika terjadi apa-apa dengan Arum pasti orang lain akan meninggalkannya jadi lebih baik bersama dirinya saja agar aman.
Segera rombongan bu Tika berjalan terlebih dahulu didalam kegelapan, lampu tiba-tiba gelap sekarang pak satpam sedang mengeceknya namun sampai sekarang tak ada informasi sama sekali. Apa pak satpam sudah kena oleh pembunuhnya ?
Dengan menjajar mereka semua berjalan keatas untuk segera mengapai asrama perempuan, namun saat hampir sampai diatas dibawah tepatnya digudang sangat berisik sekali. Seperti ada seseorang. Siapa tau itu pembunuhnya harus segera ditangkap.
Bu Tika yang penasaran segera turun kembali, menyuruh untuk murid-muridnya menunggu ditangga jangan kemana-mana biar dirinya sendiri yang mengecek keadaan. Bu Tika membawa kayu yang banyak pakunya tertancap dengan banyak.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu itu terbuka dan bruk bu Tika segera mengayunkan kayu itu pada orang yang keluar dari dalam gudangg"akhhh " kayu itu tertancap kelengan atas pak satpam.
Ternyata yang ada didalam adalah pak satpan "bapak sedang apa disini " tanya bu Tika yang merasa bersalah karena telah salah sasaran dan membuat pak satpam terluka seperti ini. Mau apa coba pak satpam ada didalam gudang.
"Sayakan sedang membenarkan listrik bu " sambil dengan perlahan-lahan melepaskan kayu yang tertempel ditangannya saking sakitnya pak satpam sampai berteriak.
Murid yang lain sampai ngeri melihatnya, banyak sekali darah yang bercucuran "maafkan saya pak " ucap bu Tika dengan wajah khawatirnya.
"Tidak apa-apa bu " jawab pak satpam sambil melengos pergi meninggalkan mereka semua. Apa pak satpam marah.
Namun bagi Arum itu sangat aneh, sepertinya pak satpam sangat mencurigakan. Apa ada sesuatu yang disembunyikan oleh pak satpam dari mereka semua. Pasti ada dari tadi pak satpam tak beres-beres untuk membenarkan listrik dan malah keluar dari gudang bukannya ruangan kontrol ada di sebelah kantin ya setau dirinya.
Bu Tika segera mengiring kembali mereka semua untuk keasrama dan menyelamatkan anak-anak yang lainnya. Angga segera mengandeng Arum tak melepaskan sama sekali pegangan tangannya dari Arum takut nanti Arum hilang lagi.
"Bu tolong kami takut bu, pembunuhnya ada disekitar sini bu tolong saya" teriak murid yang lainnya.
"Tenang-tenang mana kuncinya mana " ucap Bu Tika.
Segera salah satu dari mereka memberikan kuncinya. Dengan secepatnya bu Tika membukannya dan mengeluarkan mereka semua yang terjebak didalamnya. Untung saja mereka masih selamatkan.
__ADS_1
Baru juga terbuka dan masuk semua muridnya tiba-tiba lampu berkedip-kedip dan membuat mereka semua ketakutan bahkan tiba-tiba banyak anak-anak yang ketarik kedalam sebuah ruangan. Teriakan-teriakan makin bersautan membuat bu Tika menjadi panik sendiri. Harus menyelatkan yang mana terlebih dahulu.
Angga yang tahu keadaan sedang tak baik segera memeluk Arum dengan erat, Arum hanya bisa dia menyender ditembok sambil memeluk Angga juga. Arum bahkan melihat jelas ada darah didepan matanya ada yang dibunuh di depan matanya. Siapa orang yang memakai topeng itu siapa ??
Bahkan orang yang sedang ditusuk itu berteriak-teriak meminta tolong namun tak ada satupun yang bisa menolong dirinya. Arum tak bisa melihat orang itu dengan jelas. Yang Arum tahu orang itu adalah seorang laki-laki perawakannya persis seperti....
Seketika lampu menyala dan memperlihatkan temannya yang sudah mati dengan memelototkan kedua matanya. Banyak yang menangis dan ingin pulang tak ingin ada disini. Namun mana bisa, dirinya saja sama ingin pulang namun keadaan yang memaksa mereka semua untuk tetap disini.
Bu Tika dengan tenang segera memapah kembali mereka semua untuk kembali lagi kekelas mereka. tanpa menghiraukan murid yang mati. Dirinya juga sedih tapi bagaimana tak bisa membantu mereka semua.Sedangkan dilain tempat.
Pak Yandi sedang memecahkan sebuah sandi yang ada dihadapnnya. Murid-murid yang lain pun sama sedang memecahkan sesuatu yang tak ada petunjuknya sama sekali. Hanya mereka disuruh memecahkan tanggal lahir seseorang.
Pak Yandi tiba-tiba teringat tanggal lahir Lidya. Pak Yandi segera maju dan mengetik tanggal lahir Lidya 28-08-1998 dan terbuka, terlihat seorang anak perempuan yang sedang disiksa didalam komputer itu.
Bahkan sekarang muridnya itu sedang digantung tangannya dan sedang berteriak-teriak merasakan sakit. Rekaman ini langsung menghilang dan komputer mati seketika.
Pak Yandi segera mengajak murid-muridnya untuk kembali kekelas lagi, berkumpul dengan yang lain. Berarti semua ini ada sangkut pautnya dengan Lidya. Apa yang melakukan ini adalah arwah Lidya.
Tapi masa iya Lidya bisa balas dendam diakan sudah mati tak akan mungkin bisa melakukannya itu sangat mustahil seorang hantu bisa melakukan pembunuhan dan membuat suara pula.
__ADS_1
Pasti semua ini ada dalangnya, yang berusaha menyangkut pautkan dengan kematian Lidya. Tapi siapa apakah Rey atau Tri tapi tidak mungkin anak didiknya mampu melakukan hal sekeji ini. Hanya untuk membalaskan dendam atas kematian Lidya.
Tapikan kematian Lidya itu bunuh diri bukan dibunuh oleh seseorang, sampai sekarang bahkan polisi menyatakan bahwa Lidya bunuh diri bukan dibunuh oleh seseorang.