Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Mengajak untuk ikut dengannya


__ADS_3

Arum sudah pulang baru saja tadi Angga mengantarnya pulang, Arum segera masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum tidur. Kalau tidak nanti badannya gatal-gatal.


Lalu memakai pakaian tidurnya, segera Arum membaringkan tubuhnya dan berdoa terlebih dahulu agar tidurnya lebih nyenyak dan tak diganggu oleh makhluk halus. Arum langsung tertidur dengan nyenyak.


Namun tiba-tiba saja Arum bermimpi ada seorang perempuan yang sedang dikejar-kejar oleh laki-laki pada malam hari dan berteriak-teriak namun tak ada satupun yang menolong perempuan itu.


Sampai tiba-tiba perempuan itu tertangkap dan Arum tak bisa membantunya sama sekali hanya bisa melihat bagaimana perempuan itu dilecehkan dan dibunuh dan ditinggakan jasadnya begitu saja di pinggir danau.


Pelaku itu saat sudah melakukan hal kejih itu mengambil pula uang perempuan itu yanga ada ditasnya, mengambil semua perhiasan yang dipakai oleh perempuan itu satu persatu.


Lalu mereka pergi sambil tertawa-tawa senang kebutuhan sexnya sudah terpuaskan dan mendapatkan untung juga dari perempuan itu.


Karena hujan yang tiba-tiba saja turun perlahan-lahan jasad itu bergeser dan masuk kedalam air danau.


Sepertinya alam menyayangkan atas kematian perempuan ini, pasti akan menyakitkan untuk keluarganya kehilangan anak mereka yang mati karena di bunuh serta dilecehkan.


"Bagaimana apa kau bisa merasakan apa yang aku rasakan, aku kedinginan dan tak punya teman sama sekali, aku sangat marah pada mereka, aku ingin keturunan mereka merasakan apa yang aku rasakan juga" ucap perempuan yang baru saja tadi dibunuh dihadapan Arum. Namun sekarang ada dihadapan Arum.


"Kamu siapa, aku tak kenal dengan mu lalu apa maksudmu sampai kau seperti ini padaku "tanya Arum yang binggung.


"Aku adalah perempuan yang diceritakan oleh temanmu tadi sore bagaimana apa kau siap untuk menemaniku, tadi disana kenapa kau pura-pura tak melihatku padahal kau tau aku ada disana " dengan suara melengkingnya dan cekikikan.


"Kenapa harus aku yang menemani mu, dunia kita saja berbeda " ucap Arum dengan suara pelan takut menyingungnya.


Padahal kan tadi Arum memang tak melihat wujudnya hanya, keanehan-keanehan yang wajar saja.


"Karena aku menyukaimu, aku sekarang ingin menjemputmu. Aku kesepian selalu sendiri saja tak ada yang peduli dengan ku "tiba-tiba saja wajahnya berubah menjadi memelas.

__ADS_1


Arum sangat takut apa maksudnya ini, kenapa bisa seperti ini, sedangkan tubuh Arum yang sebenarnya merasakan seperti ketindihan dan ada suara langkah kaki yang menggema sekali.


Malahan sampai bulak-balik dan suara langkah kaki itu semakin terdengar jelas ditelinga Arum tapi tubuh Arum tak bisa bergerak dan kedua matanya pun tak bisa dibuka sama sekali.


"Ayo segera ikut dengan ku, lebih baik kau ikut dengan ku daripada dirimu hanya sendirian" teriak perempuan itu sambil menarik tangan Arum.


Arum sudah meronta-ronta untuk bisa melepaskan cekalan itu namun cekalannya itu malah makin erat, sekarang didepannya sudah ada sebuah pintu berwarna merah dan cahaya yanh sangat menyilaukan sekali.


Tapi saat Arum setengah lagi akan masuk bersama perempuan itu, tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh almarhumah neneknya yang sudah lama meninggalkan Arum.


Neneknya makin memegang erat tangan Arum, wanita itu sampai melotot kearahnya dan neneknya. Mencoba untuk menakut-nakutinya.


Wujud wanita itu tiba-tiba berubah menjadi sangat menyeramkan pakaiannya berubah menjadi warna merah darah wujudnya sangat besar matanya keluar dan wajahnya penuh dengan darah segera.


Aku dengan sekuat tenaga membaca ayat-ayat alquran mencoba melawan setan ini dengan dibantu oleh nenekku yang setia memegang tanganku.


Dan setan itu tiba-tiba berteriak melengking dan aku terjengkal kebelakang dan pintu itu perlahan-lahan tertutup dan aku langsung terbangun dari tidurku terengah-engah dengan peluh yang membanjiri tubuhku.


"Lihat saja aku akan kembali lagi untuk membawamu untuk tinggal bersamaku selama karena waktu mu sudah habis didunia ini dan harus segera ikut dengan diriku hidup bersama-sama denganku " tiba-tiba saja muncul suara tanpa ada wujud sama sekali. Arum hanya bisa mendengarkan dengan hati yang resah dan rasa tak tenang.


"Kakak, kenapa kakak bisa berurusan dengan setan itu " ucap Adel yang tiba-tiba ada dihadapnnya.


"Apakah kamu melihatnya Dell " tanya Arum mencoba tak kaget dengan keadiran Adell yang selalu datang tiba-tiba.


"Ya aku melihatnya, kakak dia sangat menakutkan dia adalah makhluk yang tercipta karena kebenciannya yang sangat besar. Kakak jangan sampai melamun ya kalau sendirian karena wanita itu tidak akan menyerah dan akan terus mengusik kakak, sebelum kakak ikut dengannya " ucap Adell dengan panjang.


"Lalu kakak harus bagaimana Dell, kakak takut "

__ADS_1


"Kakak harus bisa melawannya, Adell yakin kakak pasti bisa menghadapinya, sekarang kakak tidur lagi "


Arum segera melihat jam, ternyata sekarang tepat jam 12 malam. Segera Arum menidurkan kembali badanya ditemani Adell yang setia mengelus rambutnya dan akhirnya Arum tertidur nyenyak.


Adell yang melihat Arum tertidur tersenyum senang lalu bermain-main dikamar Arum sendirian sambil memainkan boneka yang Arum punya.


Adell sangat senang sekali akhirnya dia bisa mempunyai teman baik seperti kak Arum yang mau menerimanya malahan tak takut dengannya, kalau orang lain pasti akan takut dengan dirinya ini.


Pokoknya mulai sekarang aku harus selalu jaga kak Arum, jangan sampai kejadian seperti ini lagi. Dasar setan jahanam jahat sekali dia itu.


Sebenarnya tadi dia menyaksikan bagaiaman setan itu masuk kesini berjalan-jalan dikamar kak Arum sambil menatap terus badan kak Arum.


Memang saat pertama datang kesini wujudnya sangat cantik seperti manusia biasa dan aku yang tadi tak bisa menolong kak Arum karena aku di tahan olehnya dan dinampakan wujudnya yang menyeramkan.


Aku ya takut jadi diam saja menyaksikan setan itu tak mampu melawannya sama sekali, namun sekarang aku akan mencoba untuk berani supaya bisa menjaga kak Arum.


Jangan sampai kak Arum dibawa oleh perempuan jahat itu, kasihan kak Arum kalau sampai dibawana nantinya.


dia sangat sayang kepada kak Arum yang baik hati sekali padanya ini. Meskipun dia tak bisa memiliki kak Arum seutuhnya setidaknya kak Arum selalu ada untuknya.


Ia menjadi ingat pada ibunya, mungkin sekarang dia akan menganggap Arum sebagai penganti ibunya tak apalah yang penting ada yang menyayanginya seperti ibunya dulu menyayanginya.


"Kak Arum jangan tinggalin aku ya " ucap Adell mendekati tubuh Arum dan berbicara sendiri.


Tak apa meskipun kak Arum tak mendengarnya yang penting dia sudah memintanya pada kak Arum.


Adell segera membaringkan tubuhnya di pinggir kak Arum, menatap wajah kak Arum yang sedang tertidur dengan nyenyak.

__ADS_1


__ADS_2