
Sekarang Arum pulang terlebih dahulu ke asrama karena dirinya harus mengambil pakaian dan yang lainnya, tidak mungkin kan kalau dirinya terus saja memakai pakaian yang sama.
Arum mengambil beberapa pakaian lalu duduk di tempat tidurnya merenung tentang Habibie yang sudah meninggalkannya, rasanya hampa sekali tak ada lagi yang merecokinya dan tak ada lagi yang berisik menasehatinya.
Namun tiba tiba saja" Arum" , Arum yang tahu itu suara siapa Aku mencari kemana hantu itu berada "Habibie Apakah kau di sini kau di mana kenapa kau menghilang Ayo tunjukkan dirimu aku sangat merindukanmu jangan buat aku seperti ini"
"Hai Rum iya ini aku, mungkin sekarang kau sudah tidak bisa melihat wujud ku kembali, tapi aku ingin kau kembali menjalani hidupmu seperti semula lagi, maafkan aku yang sudah mengganggu kehidupan mu aku tidak akan mungkin bisa kembali untuk terus bersamamu, kau jalani hidupmu ya. Jangan terpaku oleh ku terus-menerus karena kita tidak sama kita beda dunia Rum "
"Iya aku tahu kita beda dunia lalu apakah kita nanti bisa bertemu lagi kenapa harus secepat ini"
"Aku sudah tidak mempunyai urusan apa-apa lagi di dunia ini semuanya sudah terpecahkan, dan aku juga sudah tahu kenapa aku bisa mati seperti ini Rum, jadi tak ada lagi yang perlu aku khawatirkan kalau sudah membantuku dan juga membantu menyadarkan ku "
Arum langsung terduduk lemah, bagaimana ini kenapa tak bisa bertemu kembali, kenapa harus begini.
Arum menangis dengan histeris Angga yang mendengar tangisan Arum segera membuka pintu kamar Arum dan menghampiri Arum yang menangis.
"Ada apa Rum, kenapa "
" Habibie Angga dia tidak akan kembali lagi dia pergi buat tinggalin aku selama-lamanya aku nggak bisa sama dia lagi aku nggak bisa sama-sama lagi sama dia, aku harus gimana Angga "
"Kamu yang tenang Rum, kamu dan Habibie itu seharusnya memang tidak bersama kalian beda dunia. Kamu manusia sedangkan Habibie hantu, kamu jangan mengharapkan yang seharusnya memang tidak akan mungkin kamu gapai, di sini ada aku yang menunggu kamu Rum "
Arum lalu melihat ke arah Angga yang selalu ada di sampingnya ada laki-laki yang selalu ada untuknya. Lalu tiba-tiba saja dengan sekejap dia bisa mencintai seorang hantu yang menemaninya padahal Ia sangat mencintai Angga.
__ADS_1
Arum langsung memeluk Angga mencurahkan semua kesedihannya dengan rasa sakitnya, rasa cintanya kepada Habibie sama dengan rasa cinta kepada Angga dulu Kenapa harus seperti ini kenapa. Ada apa dengan dirinya ini apakah dia bisa kembali mencintai Angga.
**
"Farah kamu pulang kapan nanti biar bapak antar kan kamu ke Asrama "
"Hari ini Pak Bima aku pulang, Apakah benar bapak akan mengantarkan aku pulang"
"Tentu bapak akan mengantarkanmu pulang. Kenapa kamu jadi ragu pada bapak kita kan sudah dekat dari lama"
" ya Aku ragu karena Bapak kan sedang dekat dengan Sasa dan harus bertanggung jawab pula kan, bapak kan bilang kalau Bapak sudah menghamilinya masa Bapak tidak akan bertanggung jawab padanya, meskipun ya aku tahu dia sudah keguguran tapi kan dia sudah dipakai oleh Bapak mana ada laki-laki yang mau dengan yaa nantinya,"
" Tenang saja dia sudah setuju dengan semuanya, dia tidak akan meminta tanggung jawab apapun lagi dari saya, saya tidak peduli dia mau ada yang mau atau tidak Itu salahnya karena sudah memberikannya pada saya dengan percuma. Suruh siapa saya tak menyuruhnya dia sendiri yang datang pada saya Farah"
"Baiklah pak kalau begitu saya tenangkan"
Sasa yang memang tadi ingin jalan jalan malah tak sengaja mendengar itu semua, saat akan masuk dia malah berpapasan dengan sang ayah.
"Ayah "
"Kenapa kamu keluar nak, ayah sudah bilang kamu jangan kemana mana diam dikamar kamu "
"Sasa jenuh ingin keluar dahulu ya menghurup udara segar itu saja "
__ADS_1
"Ya sudah ayo masuk kembali "
Sasa menurut dan duduk diatas tempat tidur menatap ayahnya " Ayah sudah meminta pertanggung jawaban pada gurumu itu yang telah berani menghamilimu, dia akan menikahimu "
"Tidak ya Aku tidak mau menikah dengan dia, Anakku saja sudah matikan lalu untuk apa aku menikah dengan dia, dia juga tidak mencintaiku ayah dia hanya mempermainkanku saja "
"Kenapa seperti itu, lalu bagaimana dengan dirimu apakah nanti ada yang mau denganmu Bila kau sudah seperti ini "
"Ya ayah percaya nanti suatu saat akan ada laki-laki baik yang akan menerima aku dengan suka rela menerima masa laluku Aku tidak mau sampai masa depanku hancur bersama pak Bima, karena dia bukan laki-laki baik "
"Tapi ayah tak bisa membiarkan laki-laki itu hidup dengan tenang. Ayah tidak suka dengan laki-laki seperti dia yang tidak memperjuangkan kamu sedikitpun"
"Sudahlah Ayah biarkan dia hidup dengan tenang. Aku pun tidak mau ayah mengotori tangan ayah sendiri untuk mencelakainya "
"Tidak ayah tidak mau kau menderita sedangkan dia baik-baik saja tenang Ayah tidak akan melibatkan mu, ini adalah urusan Ayah dengan orang itu l, kamu tak usah banyak berpikir yang kamu harus pikirkan adalah kesehatan kamu, kesembuhan kamu ya ayah akan selalu mendukung kamu apapun itu dan ayah tidak akan marah, karena ayah tahu ayah bukan ayah yang baik dan bisa mendidik kamu dengan baik. Makanya kamu seperti ini ayah terlalu mendiamkan kamu sibuk dengan pekerjaan ayah sendiri tanpa tahu kamu Kenapa di mana Sedang apa dan bersama siapa "
"Tidak semua ini bukan salah ayah tapi salah Sasa yang bodoh memberikan sesuatu yang seharusnya Sasa jaga, Sasa bodoh ya udah ngecewain ayah, ayah adalah Ayah terbaik dan nggak pernah membuat Syifa kekurangan sedikitpun, kekurangan apapun itu Ayah memberikan semuanya pada Sasa, jadi Jangan menyalahkan diri sendiri Ayah ini semua salah ayah"
"Kita perbaiki dari awal lagi ya hubungan ini nak, ayah akan lebih memperhatikan kamu lagi ya "
"Mari kita susun dari awal lagi ada penting"
"Iya benar nak, lalu apakah kau ingin pindah sekolah ayah tahu kau disana selalu dibully lebih baik kau beralih sekolah saja ya"
__ADS_1
"Tapi aku sudah senang sekolah di sana Aku tidak ingin pindah ke mana-mana ayah"
"Untuk hal ini menurut lah pada ayah Sasa, Ayah ingin yang terbaik untuk kamu, jadi kamu pindah sekolah saja tak usah di sana dan ayah akan memberhentikan uang yang selalu ayah beri pada sekolah itu setiap bulan. Ayah sudah tahu kepala sekolahmu tidak adil saat ada teman-temanmu yang berbicara tentang pembullyan mu oleh Farah, jadi ayah sudah menentukannya"