Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Diam saja


__ADS_3

Arum sekaranh sudah ada duluar asrama menunggu Sasa yang tak kunjung datang juga, dengan sabar Arum menunggu, sudah satu jam terlewat, dua jam terlewat namun tak ada, masih tak datang juga.


"Kemana sih sebenarnya Sasa, aku sudah menunggunya disini cukup lama " guman Arum


"Bu Arum "


Saat namanya di panggil Arum segera membalikan badanya ternyata itu bu Wati.


"Iya bu ada apaa "


"Ada yang ingin bertemu dengan mu kau ditunggu diruangan kepala sekolah "


"Baiklah bu Wati aku permisi dulu ya "


"Baik bu Arum "


Arum dengan cepat segera bergegas pergi keruangan kepala sekolah.

__ADS_1


Tok tok tok "masuklah "


"Permisi bu apa anda memanggil saya "


"Iya bu Arum ada yang ingin bertemu denganmu, dia adalah anaknua bu Salma yang kau temukan tengkoraknya ada didalam tembok "


Arum hanya mengangguk dan tersenyum, sedangkan orang itu melonggo karena memang mereka berdua pernah bertemu. Arum segera duduk dan perempuan itu yang bernama Fitri segera memegang tangan Arum.


"Terimakasih Arum kau sudah bisa menemukam ibuku yang sudah hilang bertahun tahun lamaannya, pasti ayahku sangat senang, aku sungguh tak tau harus mengatakan apa lagi padamu, aku sungguh sangat senang sekali "


"Iya sama sama, itu sudah tugasku, aku senang bisa menolongmu bisa menolong bu Salma dan pak Paul, aku senang "


"Aku turut berduka, kau masih punya masa depan jalani saja dulu yang ada, aku yakin semuanya akan baik baik saja pasti bu Salma dan pak Paul akan bangga padamu, "


Fitri segera memeluk Arum, Arum pun sama balik memeluk Fitri dengan sayang. Sungguh Arum tak menyangka orang yang dulu jutek padanya akan kesini menemuinya. Namun fikiran Arum masih saja tertuju pada Sasa.


***

__ADS_1


Sedangkan Sasa yang tadi Arum tunggu yang tak kunjung tiba sedang di bully, kembali Farah yang melakukannya padahal dia sudah di beri peringatan tapi masih saja.


"Mau kemana sih kau sebenarnya sudah rapih, kau mau berkencan ya, aku dandani " Farah mencorat coret wajah Sasa mengunakan bedak dan juga lipstik.


"Lepaskan Farah, kau ini kenapa sih "


"Tunggu dulu Sasa kau belum cantik biatkan aku memepercantik diriku ya, jangan sungkan aku aka membantumu dengan sebaik mungkin, sebenarnya kau kemana sih jawab aku " teriak Farah


"Aku mau kerumah sakit "


"Hah kerumah sakit apakah kau hamil, apakah kau akan menggugurkan bayi itu "


Deg kenapa Farah mengetahuinya, Sasa mencoba mengubah raut wajah kagetnya menjadi biasa biasa.


"Bagaimana apakah aku benar, apakah kau hamil anak siapa yang kau kandung Sasa ayo katakan "


Sasa hanya diam saja tiba tiba saja plak Farah menampar Sasa, kembali plak namun Sasa masih saja diam tak membalas sedikit pun perlakuan Farah.

__ADS_1


Namun saat akan yang ketiga kalinya tangan Farah ada yang menahanya dengan marah Farah segera menghempaskan tangan itu dan menampar orang yang menghalanginya.


Tak peduli orang itu siapa yang terpenting dirinya terpuaskan dan jangan sampai ada yang menghalanginya sedikit pun. Sasa harus habis ditangannya sekarang juga.


__ADS_2