
Sekarang Arum ada disebuah ruangan sedang di rantai kakinya sebelah, namun tak jauh didepannya ada sosok yang mirip denganya hanya tersenyum pada Arum ruangan ini merah darah bahkan Arum berusaha untuk melepaskan rantai ini namun tak bisa.
Lalu perempuan itu mendekati Arum dan menyenderkan kepalanya di bahu Arum sambil bersenandung.
Sudah 2 jam Arum tak sadar-sadar "Angga angga " ucap Arum yang sedikit sadar dan kembali menagis lagi dengan mata terpejam dan berteriak kembali.
"Iya Rum ini aku Angga kamu sadar Rum jangan seperti ini " ucap Angga.
Namun bukannya jawaban yang Angga terima malah teriakan yang memekakan telinga" sanes Arum ieu teh ath aa hihihi "
"Saha atuh ieu teh tong ngaganggu anak didik abdi " ucap pa Nur.
"Jurig jarian " teriak sosok yang memasuki Arum lalu tertawa kembali sambil sesekali bersenandung.
Segera pak Nur, memegang tengkuk Arum dan membacakan doa doa. Alhamdullilah sudah keluar bahkan Arum sudah membuka kedua matanya.
Angga segera memindahkan Arum ketempat tidur dan mengambilkan Arum minum sedikit membangunkannya dan kembali memberingkan Arum.
Diambilnya tangan Arum oleh Angga. Angga mengenggamnya sambil menciumi tangan Arum dan menunduk menyembunyikan tangis leganya karena Arum sudah sadar dan tidak apa-apa.
Orang-orang yang melihat menangis haru melihat bagaimana Angga yang menghawatirkan Arum, apa begitu besarkah Angga mencintai Arum. Tanpa Angga berbicara pun sudah terlihat jelas dari tatapan Angga.
Arum masih tak bisa berbicara banyak, dia masih lelah. Arum terus saja menatap Angga yang masih menundukan kepalanya, dirinya ternyata salah besar Angga masih peduli dengannya dan dari tadi yang sekalu ada disampingnya Angga .
Arum menjadi merasa bersalah atas sikapnya yang egois serta tak mau mendengarkan kata-kata dari Angga terlebih dahulu, seharusnya kemarin dia memakluminya karena memang kemarin tak ada yang membantu Tinah jadi wajar kan kalau Angga menolongnya.
Bu Dea segera menghampiri Arum dan mengusap peluh Arum "kamu jangan gelamun Rum "
__ADS_1
Arum hanya mengangguk tak bisa berkata-kata tengorokannya sangat sakit sekali.
Sedangkan kak Tri menatap dari depan pintu diam memperhatikan semuanya dia tahu siapa yang memasuki Arum, makannya tadi hantu itu luluh dipelukannya karena ini dulu kamarnya beserta teman baiknya Lidya.
Kak Tri segera menghampiri Arum dan mengusap tangan Arum yang satunya lagi menatap mata Arum dalam-dalam lalu memalingkan wajahnya. Lantas langsung pergi tanpa mengucapkan apa-apa lagi.
"Apa Angga pacarnya Arum " tanya pak Nur.
Angga yang ditanya segera mendongakkan kepalanya dan mengusap air matanya, Angga binggung sekali tapi kan dirinya memang tak pacaran kenapa harus binggung coba ada-ada saja dirinya ini.
Angga hanya mengeleng sambil tersenyum sendu lalu pak Nur pergi di ikuti oleh bu Dea, sebelumnya bu Dea sudah menawarkan Arum untuk pindah namun Arum tak mau biarkan dirinya disini bersama teman-temannya saja.
Tinah tadi sudah ingin pindah kamar kepada bu Dea karena takut diserang kembali oleh Arum. Namun bu Dea menenangkannya bahwa Arum sekarang sudah tidak apa-apa dan menasehati Tinah juga agar tak berbicara yang aneh-aneh kembali pada Arum.
Adell yang takut terjadi apa dengan kakaknya itu segera berlari dan memeluk Arum dengan erat bahkan yang lain merasakan ada angin sekelebat yang melewati mereka. Seketika bulu kuduk mereka merinding.
Arum hanya memejamkan kedua matanya merasakan pelukan anak kecil itu. "Rum " panggih Angga.
"Iya aku gapapa Angga kamu jangan khawatir ya aku baik-baik aja kok "
"Beneran Rum, aku gamau sikap kamu kaya gitu "
"Iya nanti kita bicarain lagi, sekarang kamu pergi kekamar kamu lalu istirahat ya "
Angga hanya mengangguk dan tanpa mereka duga-duga Angga mencium kening Arum lalu berlari terbirit birit karena Hanin sudah melemparkan apa yang ada dihadapannya. Arum yang masih kaget hanya diam karena Angga yang tiba-tiba saja mengecupnya. Arum hanya menunduk malu dengan hati yang hangat.
Sedangkan Tinah menatap Arum dengan sengit melihat Arum yang dicium oleh Angga, kenapa sih semuanya sayang dengan tu anak satu, Bella pun sama menatap punggung Angga dengan sengit lihat saja akan ada yang dia lakukan pada Angga sudah berani-beraninya mencium Arumnya.
__ADS_1
Segera Hanin menutup pintu lalu duduk di tempat Arum bersama dengan Ayudia lalu memeluk Arum bersama-sama mencurahkan kasih sayang yang mereka punya untuk Arumnya. Kesayangan mereka ini.
Segera mereka semua bergegas berganti pakaian untuk segera tidur. Tadinya Bella ingin tidur dengan Arum, namun Arum menggelengkan kepalanya kalau dirinya tak apa dan menyuruh Bella untuk tidur diatas saja. Nanti kalau ada apa-apa dirinya akan membangunkan Bella dan yang lainnya.
Bella menurut dan naik keatas tempat tidurnya menarik selimbutnya dan mencoba memejamkan kedua matanya dirinya juga lelah sekali menahan tenaga Arum yang sangat kuat sekali.
Sebenarnya Arum tak mau merepotkan teman-temannya lagi, tadi sebenarnya siapa yang merantainya lalu perempuan yang mirip dengannya sebenarnya siapa kenapa bisa memasukinya apa ada sangkut pautnya dengan kamar ini. Bisa saja kan siapa tau kan.
Dan tanpa Arum sadari perempuan yang sedang Arum pikirkan ada dibelakan Arum memeluk tubuh arum dengan wajah menyeramkannya yang urat-urat wajahnya terlihat jelas memakai pakaian seragam sama dengan yang kak Tri pakai.
Perempuan itu mengusap-ngusap rambut Arum, Adell yang akan memberitahu kakaknya tak bisa karena hantu itu mengkat tangannya agar anak itu diam tak banyak bicara sambil memelototinya.
Yang namanya anak kecil pasti akan takut dengan keadaan itu dan hanya bisa diam tanpa bisa melakukan Apa-apa.
Arum segera terlelap dengan nyenyak, dirinya sungguh lelah tubuhnya lemas sekali tenaganya dikuras habis oleh hantu itu.
Sedangkan diasrama laki-laki Angga sedang tersenyum-senyum sendiri mengigat dirinya yang mencium kening Arum tanpa bantahan sama sekali dari Arum.
Rasanya seperti mimpi saja bisa seberani itu dirinya pada Arum, perempuan pujaannya. Namun Angga masih binggung dengan kata-kata hantu itu yang berbicara bahwa Tinah mengusirnya maksudnya itu apa ya.
Kan itu Arum bukan hantu itu, masa iya Tinah bisa melihat hantu juga sama kaya Arum, tapi ga deh setaunya. Tinah normal bukan anak indigo.
Sudah lah yang terpenting sekarang Arum sudah baik-baik saja dan untuk dirinya juga sudah baikan dengan Arum meski belum mendapatkan maaf tapi dilihat dari raut wajah Arum yang sudah biasa lagi dia sudah tau Arum sudah memaafkannya.
**
"Arum " ada suara berbisik ditelinga Arum.
__ADS_1
Arum yang mendengarnya segera membuka kedua matanya dan selimbutnya naik keatas seperti ada seseorang didalam selimbutnya. Perlahan-lahan yang ada didalam selimbut Arum maju kearah Arum.
Jantung Arum sudah berdeguk tak beraturan dan "akhhhhh" teriak Arum.