Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Ada apa dengan dia


__ADS_3

"Novi kenapa kau ikut campur, aku bilang jangan ada yang ikut campur, kau ingin mati oleh ku hah"


"Sudah Farah, Sasa itu manusia kamu jangan seperti ini dong nanti bukan kamu aja yang disalahin tapi kita semua pun bakal disalahin, kita udah ditegur dan kita malah lakuin kaya gini lagi "


"Oh sekarang kamu pengen jadi kubunya Sasa, kamu pengen bela dia, ya udah kamu bela dia aja. Dasar Pengecut Novi seharusnya kau tuh bantu aku bukannya seperti ini"


"Benar kata Novi, sudah Farah kita sudah memberikan pelajaran pada Sasa sudah biarkan dia kasihan" kini Dea yang berbicara.


"Kau juga sama saja "


Saat Farah akan keluar tiba tiba saja pintu kamar itu tertutup, barang barang mengapung dan meghantam kearah Farah.


"Apa ini, ada apa ini tolong aku jangan diam saja "


Namun mereka hanya diam, mereka juga takut, barang barang begitu saja berterbangan dan mengarah pada Farah.


Sasa pun sama dia diam di pojokan tak bisa bergerah dan melihat saja apa yang terjadi. Namun tiba tiba pintu terbuka.


"Stoppp " teriak Arum, dan benar berhenti, barang batang tak lagi berterbangan dan jatuh begitu saja.


"Apa yang kalian lakukan, kenapa masih didalam kelas, pergi kekelas kalian sekarang " teriak Arum.


Tanpa banyak bicara mereka semua pergi termasuk Sasa, dia tak berani menatap Arum sama sekali.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan "


"Aku hanya membantu teman mu Arum, tenang dia sudah selamat aku hebatkan "


"Kau gila ya, kenapa kau melakukan itu "


"Kamu ini, aku ingin melakukan hal baik kenapa masih salah saja, kasian temanmu ditindas lagi oleh teman temannya, aku hanya ingin membatu mu saja, agar kau tak terlalu banyak beban, ayo kita kerumah sakit, kita tanyakan apa yang disuntikan oleh dokter tua itu pada Putri Ayu "


"Baiklah ayo sekarang kita pergi kerumah sakit, aku pun sama ingin tau cairan apa itu yang disuntikan kepada Putri Ayu "


Mereka berdua segera bergegas pergi meninggalkan asrama, pergi kerumah sakit untuk menanyakan pada dokten Andrian.


**


"Tentu aku tau, orang tua ku dulu yang menceritakannya ada apa"


"Apa itu cairan apa dok, boleh aku tau ayolah aku sangat ingin tau "


"Boleh tapi kau harus pergi makan malam bersama ku "


"Hah makan malam "


"Ya kau temani aku makan malam, tentu bersama mu juga makannya lalu nanti aku akan memberitahu dirimu tentang cairan apa dan memakai obat apa. Kenapa Putri Ayu bisa meninggal, aku tau semuanya bagaimana mau kan "

__ADS_1


"Emm boleh kita ketemu dimana "


"Aku akan menjemputmu, bagaimana "


"Jangan biarkan aku pergi sendiri, dokter nanti berikan saja padaku ya dimana alamatnya aku akan datang kesana "


"Baiklah Arum cantik. aku akan memberi kabar padamu "


Tiba tiba saja pintu tertutup dengan kencang dan membuat mereka berdua kaget.


"Apakah ada angin lewat Arum kenapa pintu bisa terbuka dan tertutup sendiri "


"Mungkin saja dok, saya permisi dulu ya "


Arum segera berlari dan menghampiri kakak tingkat yang sedang berdiri membelakanginya.


"Kenapa kau harus setuju "


"Lalu aku harus bagimana, apakah aku harus menolaknya, lalu dengan mu bagaimana "


"Sudahlah terserah kau saja "


Hantu itu tiba tiba menghilang dan Arum juga membiarkannya, entah ada apa dengan hantu itu. Katanya pengen dibantu.

__ADS_1


__ADS_2