Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Lia Lilis


__ADS_3

Mereka sudah ada dirumah ibu yang mengontrakan " Iya saya jujur kalau rumah itu dulu bekas pembunuhan, dan adik saya dibunuh oleh suaminya di sana beberapa tahun yang lalu tapi saya yakin rumah itu tidak akan berhantu tidak mungkin itu"


Ibunya Angga sampai menganga mendengar jawaban temannya itu "kenapa kamu nggak bilang dari awal kalau rumah itu di kontrakan dengan murah karena bekas pembunuhan kenapa kamu nggak cerita dari awal sama saya"


"Kamu juga kan tidak tanya-tanya sama saya, kamu juga langsung ambil kan rumah itu makanya saya langsung kasih tanpa menjelaskan dulu, kamu juga waktu itu bilang kan nggak usah dijelasin kamu percaya sama saya, ya udah saya nggak ceritain semuanya sama kamu kalau rumah itu bekas pembunuhan tapi yakin kok saya 100% rumah itu nggak akan banyak hantunya itu tuh udah lama kosong. Jadi nggak mungkin deh ada hantunya"


Arum mengernyitkan dahinya dalam hati berkata Ibu ini gimana sih rumah makin lama ditinggalin dan tak terurus malah makin banyak hantunya apa lagi rumah setelah ditinggalkan 40 hari pasti akan ada yang tinggal di sana. Ini sudah bertahun-tahun pasti akan menjadi sarangnya sudahlah aku jangan ikut campur biarkan ibu mertua yang berbicara dengan ibu ini.


"Ya tetap saja kamu itu harus cerita sama saya asal usul rumah itu, meskipun saya menolak untuk mendengar ceritanya tapi setidaknya kamu memberikan sedikit saja info pada saya. Kenapa rumah itu diberi harga murah waktu itu saya tanyakan sama kamu. Kenapa harganya murah kata kamu ya katanya biar ada yang ngurus aja sayang rumahnya nggak ada yang tinggalin gitu aja kan kamu juga nggak langsung to the point kan, jadi saya nggak mikir yang aneh-aneh. Apalagi saya kurang percaya dengan yang gitu-gituan"


"Ya udah ya udah saya di sini yang salah jadi mau bagaimana lagi mau tetap tinggal di sana setelah mengetahui kebenarannya atau mau udahan aja kontrakannya, tapi uangnya nggak bisa dibalikin karena sudah sesuai perjanjian 'kan uang tetap milik saya meskipun kalian baru juga berapa bulan tinggal di situ, belum satu bulan pun belum kan jadi nggak bisa uangnya dibalikin, pokoknya uangnya gak bisa dibalikin "


"Kenapa gitu anak saya juga baru tinggal di situ berapa minggu, ya seharusnya uang bisa dikembalikan lah kalau kita udah tinggal di situ beberapa bulan baru kamu boleh tidak mengembalikan uangnya. Ini juga baru beberapa minggu jangan membuat alasan lah, pasti uangnya sudah habis kan kau gunakan semuanya, di sini kami yang dirugikan karena Rumah itu berhantu dan juga bekas pembunuhan dan kamu juga yang salah kan tidak memberitahu pada awalnya rumah itu bekas apa"

__ADS_1


Mereka sedang bertengkar hebat, dan Angga mencoba untuk melerainya namun Arum malah terfokus pada anak yang sedang duduk dikursi seperti pulang sekolah, tiba tiba saja dadanya sesak dan ingin menangis.


Dan tanpa bisa Arum tahan dia berjalan kearah anak kecil itu dan memeluknya dengan erat air matanya sampai mengalir deras "sayang ini mamah " ucapa Arum


Mereka berdua yang sedang bertengkar berhenti dan melihat kearah Arum, Angga langsung menghampiri istrinya, namun Angga sudah menyangka Arum kesurupan.


"Bu jaga Arum ya, Angga mau jemput pak ustad dulu Arum kesurupan "


Tanpa mendengarkan jawaban dari sang ibu Angga langsung pergi, sedangkan Arum masih saja memeluk anak kecil itu "ini ibu nak, kamu baik baik sajakan, kamu disini bahagiakan, maafkan ibu yang telah meninggalkan kamu, kalau aja ayah gak jahat sama ibu mungkin semua ini gak akan terjadi "


Tangis hantu Lia makin histeris sambil memeluk anaknya, dan anaknya juga Lilis menangis dan memeluk ibunya yang ada didalam tubuh Arum. Dia begitu kangen dengan ibunya sekarang dia dipeluk lagi oleh ibunya.


"Iya Lia tenang kalau Lilis sama teteh, Lia nggak mau kalau Lilis diurus sama keluarganya Dion, Lia gak mau Lilis malah disakitin kayak Lia nantinya, Lia nggak tahu waktu itu kalau Lilis dibawa sama teteh, kalau begini Lia jadi tenang buat pulang , Lia nggak bisa tenang Teteh karena Lia belum bisa lihat anak Lia apa dia baik-baik saja apa dia bahagia atau tidak dan dia sama siap ternyata sama teteh "

__ADS_1


"Iya Lilis udah Teteh ambil kok Lilis akan bahagia sama teteh , kamu juga harus bahagia ya jangan kayak gini kamu pulang ya Teteh pasti kirim doa terus buat kamu. Lilis juga pasti akan doain ibunya, kamu tenang aja pokoknya Lilis akan bahagia sama Teteh"


"Lilis jangan susahin Uwa ya harus mandiri. Nanti kalau udah besar bantu Uwa Mama nggak bisa lama-lama, Mama udah senang lihat Lilis Mama harus pergi Mama udah ada yang jemput mama sekarang udah tenang Lilis udah ada yang jagain Mama tenang. Kalau Lilis dijaga sama uwa ya udah Teh, Lilis Mama pergi ya"


Tiba tiba Arum pingsan sedangkan ibu kontrakan langsung memeluk Lilis dan ibunya Angga menopang tubuh Arum, ini untuk pertama kalinya dirinya melihat orang kesurupan merinding sekali sampai sampai bulu kuduknya berdiri.


Sekarang dirinya percaya kalau makhluk seperti itu memang ada didunia ini dan nyata, ternyata menatakutkan sekali ya, "Rum bangun Rum, bisa apa ada yang memiliki kayu putih, tolong menantu saya "


Ibu kontakan itu langsung pergi dan kembali lagi sambil membawa minyak kayu putih dan memberikannya pada ibunya Angga, lalu ibunya Angga segera mengusapnya kehidung Arum kekaki dan tangan agar hangat.


Bagaimana ini dengan menantunya anaknya juga belum kemari lagi, kenapa begitu lama, jangan sampai terjadi kenapa napa dengan menantunya ini.


Ibunya Angga terus saja mengusap ngusap kening menantunya "Rum bangun Rum, jangan buat ibu khawatir bangun Rum "

__ADS_1


Namun tetap saja tidak bangun masih saja seperti itu, Arum masih belum sadarkan diri dengan panik ibunya Angga menelfon anaknya.


__ADS_2