Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Jari kelingking


__ADS_3

Feri yang kesal segera menghampiri Ayu dan memegang tangan Ayu agar terlepas dari kepala kedua anak kecil itu.


"lepaskan Ayu kamu jangan keras kepala " namun bukannya terlepas malahan hantu itu mengalihkan pandangannya pada Feri.


Dengan seringai liciknya kedua hantu itu menarik Ayu sekencang-kencangnya, sampai Ayu menabrak tembok dan badannya hancur seketika. Ini semua mustahil diluar nalar manusia. Hanya menabrak tembok saja namun bisa sampai hancur berkeping-keping seperti Ayu tak mempunyai tulang.


"Akhhb Ayu " teriak Tinah yang syok.


Feri segera mengandeng Tinah untuk segera pergi dari sini "hahahaha kalian takut hahahaaha dasar pengecut " ledek kedua hantu itu sambil mengikuti langkah Tinah dan Feri.


Setelah mereka tak mendengar suara anak kecil itu segera memberhentikan langkah mereka berdua yang sudah ngos ngosan. Feri segera mencari kayu untuk jaga-jaga saja.


Namun Tinah malah terus berjalan dan memungut sebuah buku catatan kecil , saat Tinah buka itu adalah buku catatan Arum ada foto Arum dan Angga, Tinah segera meremas foto itu dan menyakui semuanya.


"Kamu menemukan apa Tin " tanya Feri.


"Tidak, aku hanya mencari senjata saja " alibi Tinah.


"Baiklah ayo kita cari teman-teman yang lain "


"Ayo Fer "


Sedangkan dilain tempat Angga sedang mencari Arum berlari kesana kemari mencari keberadaan Arum yang tak ada "Rum, Arum kamu dimana " teriak Angga sambil celingak -celinguk.


Namun hanya ada suara angin saja yang menjawab Angga "kamu dimana Rum, jangan buat aku khawatir "


"Arum Arum " namun teta saja tak ada jawaban sama sekali.


Angga tiba-tiba mendengar suara langkah kaki dan seperti sedang mengusur sesuatu. Pasti itu orang yang membawa palu. Dengan sekuat tenaga Angga segera pergi.


Berlari kembali tanpa arah untuk menghindari orang itu dan mencari keberadaan Arum yang menghilang entah kemana. Mencari dikegelapan sungguh susah dan mengaharuskan selalu waspada.


Arum tiba-tiba saja terbangun. Namun terbangun sudah ada didalam kamar mandi, segera Arum berdiri dengan kaki yang sakit. Namun ada suara sesuatu didalam bilik kamar mandi ini. Seperti sesuatu yang digantung dan bergerak-gerak gitu.

__ADS_1


Dengam berani Arum membuka satu persatu pintunya pertama tak ada apa-apa, kedua kosong dan yang ketiga Bella tergantung dengan mata yang terbelalak "tidak tidak Bella kamu kenapa "


Arum segera mengigat-ngigat kembali tentang dirinya yang tadi membentak Bella dengan kasar "maafkan aku Bell, maaf aku tadi tak sadar sudah membentakmu, aku tak ada maksud apa Bell, aku dari refleks mengatakan kata-kata itu " ucap Arum sambil menitihkan air matanya lalu berlari dengan tertatih-tatih keluar dari kamar mandi.


Tinah dan Feri sudah masuk kedalam sebuah laboratorium yang berantakan "coba kau cari sesuatu disini, siapa tau ada sesuatu yang bisa berguna untuk kita" ucap Tinah.


"Iya benar Tin " segera mereka berdua mencarinya dan Feri menemukan sebuah kaset.


"Tin ini isinya apa ya "


"Mana, sepertinya disini ada petunjuknya kau bawa ya "


"Baiklah aku akan membawanya "


"Tiba-tiba kulkas yang di pinggir Tinah terbuka, Tinah yang penasaran segera menghampirinya dan membukanya makin lebar. Didalam kulkas itu ada sebuah toples da isinya adalah jari kelingking.


"Fer lihat, pasti yang mereka cari ini "


"Lewat mana Fer, pasti itu orang yang ngebunuh Nova "


"Sini, sini " tarik Feri membawa Tinah kekolong meja yang diatasnya banyak buku serta kayu-kayu yang bisa menghalagi mereka berdua.


Orang yang membawa palu semakin mendekat , Tinah segera membekap mulutnya agar tak berteriak. Dia sudah melihat ada bayangan orang itu dipinggir meja yang mereka. Orang itu makin mendekar kearahnya. Yatuhan bagaimana ini.


Saat orang itu akan menundukan kepalanya ada sesuatu jatuh dan itu mengalihkan orang itu untuk pergi kesana dan memukul-mukulkan palunya.


Tinah dan Feri bernafas lega "ayo pergi " sambil menarik Tinah dan mengendap-endap keluar dari ruangan itu.


Angga melihat ada seseorang yang sedang duduk dipojokan segera Angga menghampirinya "Arum " ucap Angga sambil memeluk Arum.


"Kamu kenapa diam disini, bagaimana kalau terjadi sesuatu Rum "tanya Angga yang khawatir.


"Bella Angga, Bella dia gantung diri dikamar mandi "

__ADS_1


"Kenapa bisa Rum, "


"Dia sakit hati aku memarihinya tadi, aku tak sadar telah memarahinya aku tak bermasud untuk memarahinya Angga, tapi Bella malah bunuh diri. Bagaimana ini Angga. Aku sudah membunuh Bella sahabatku sendiri " dengan mata yang kosong..


Angga yang melihat kaki Arum diperban segera menyuruh Arum untuk naik kepungungnya "ayo naik Rum, jangan kau fikirkan, kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri. Mungkin saja Bella di gantung oleh hantu yang ada disini "


"Aku berat Angga, aku jalan saja, mana mungkin Angga hantu bisa seeprti itu "


"Sudah ayo naik saja, jangan fikirkan masalah tadi, kita cari teman-teman yang lain saja. Takut nanti terjadi sesuatu ayo kita harus pergi Rum. "


"Baiklah " Arum segera naik tanpa banyak membantah, matanya masih kosong memikirkan tentang kematian Bella sahabatnya yang mengenaskan.Meskipun Angga sudah melarangnya untuk memikirnya, tetap saja terfikirkan apalagi ini orang yang selalu ada dalam hidupnya. Mati karena sakit hati oleh perkatannya.


**


Tinah dan Feri kembali bertemu dengan kedua akan kecil tadi yang membunuh Ayudia. Merekan berdua terkurung disebuah ruangan bahkan pintu keluar tertutup sendiri dan tak bisa dibuka.


Kedua anak kecil itu terus saja berjalan kearah Tinah dan Angga lalu menerjang mereka berdua. Mencekik Tinah dan Feri sampai toples itu mengelinding jauh.


Tinah segera mencoba mengapainya namun bukannya mendekat malah menjauh saja toples itu dengan sekuat tenaga Tinah mendorong anak perempuan yang menindihnya.


Merangkak mengambil toples itu dan meleparnya sampai hancur "ambilah ambil itukan yang kalian carikan, jangan ganggu kami lagi tolong " ucap Tinah dengan ngos ngosan.


Kedua anak kecil itu segera menghampirinya dan lampu didalam ruangan itu menjadi terang dan menjadi bersih juga tempat. Tidak seperti tadi kumuh dan kotor sekali.


"Kalian diam lah disini, disini adalah tempat paling aman. Jangan kemana-kemana, Sarah sangat jahat nanti kalau kalian keluar jari kelingking kalian hilang seperti kami. Lalu sarah akan membunuh kalian juga untuk hidup abadi sini dengan dirinya " pinta hantu anak kecil itu.


"Gak bisa aku harus mencari teman-temanku, mereka sekarang sedang ada dalam bahaya, aku ga bisa biarin mereka mati. Sudah cukup kematian Nova dan Ayudia jangan sampai ada korban lagi " ucap Feri


"Tidak Fer, kita harus diam disini jangan kemana mana, fikirkan tentang nyawa kita. kita tunggu saja disini tak usah mencari mereka" cegah Tinah.


"Tidak aku akan mencari yang lain silahkan jika kamu ingin disini " Feri segera berlari pergi.


"Tidak aku ikut " sambil mengekor mengikuti Feri

__ADS_1


__ADS_2