Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Memberi pelajaran


__ADS_3

Sekarang giliran teman-teman Farah yang belum diberi pelajaran oleh hantu yang menyerupai Sasa hantu itu mencari mereka bertiga.


"Gimana nih, kita ditinggalin Farah apa dia gak akan marah"bisik Novi


"Udah biarin aja , yang penting sekarang nyawa kita dulu tentang Darah nanti kita bisa jelasin sama dia. Sebenarnya kita kan gak salah Farah yang salah, kita nggak ikut ikutan kok saat mendorong Sasa tadi, kan Farah yang lakuin "bisik Chika.


"Ya tetep aja, kita kan dukung kelakuan Farah , kita diam aja nggak nolongin Sasa sama sekali dan sekarang kita nggak tahu apa yang terjadi sama Sasa sebenarnya, apakah dia benar mati dan ber gentayangan , atau itu hanya halusinasi kita aja karna ketakutan ketahuan sama bu Wati dan sama yang lain di juga" sekaranf giliran Dea yang bicara


"Kalau misalnya halusinasi gak mungkin deh, masa kita semua lihat, kan halusinasi itu satu orang yang lihat nggak kita berempat lihat penampakan Sasa yang lagi duduk di tempat tidurnya, apa kita perlu telepon bu Arum dan menceritakan semuanya"Ucap Novi


"Kamu gila ya, kalau kita bicara sama bu Arum yang ada kita cari mati. Bu Arum itu sama Sasa deket banget kaya yang adik kakak gitu, kalau kita bicara yang ada nanti kita dibilangin lagi kepala sekolah dan kita dikeluarin dari sekolah ini emang kamu mau Nova, aku sih engga " jawab Dea dengan wajah juteknya.


Tiba tiba ada yang mengtuk kamar mandi , mereka bertiga langsung diam , bahkan wajah mereka sudah pucat.


"Novi, Chika, Dea apakah kalian tidak akan bertanggung jawab, perutku sakit dan kepalaku juga sakit kalian semua telah menyakitiku, apakah kalian akan diam saja seperti ini tolong aku keluarlah"


"Itu kan suarannya Sasa " bisik Dea


"Iya kau diam jangan berisik diamlah "


"Aku tahu kalian ada di dalam maka cepat keluar dan temui aku, minta maaf lah padaku dengan tulus setelah itu aku takkan bergentayangan kembali. Kalian jelaskan semuanya pada orang-orang kalau kalian yang telah melakukan ini padaku keluarlah "


"Bagimana ini " tanya Chika dengan panik


"Yasudah kita keluar saja ya "


"Kau gila Dea " marah Novi


"Masa bodo, aku masih ingin hidup jadi biarkan aku berbicara dengan hantu itu "


Dea segera menbuka pintunya dan tak ada siapa siapa,"ayo tak ada siapa siapa "


Mereka bertiga segera keluar dan mengendap endap keluar dari kamar mandi itu.


"Mau kemana kalian hi hi hi "


"Lari " teriak Chika


Namun mereka tiba tiba saja dihadang oleh hantu Sasa, dan otomatis membuat mereka putar balik, lalu kembali lagi kearah kamar mandi, namun sama saja ada kembali hantu itu


"Mau kemana, kenapa kalian berlari seperti itu, ayolah kemari bantu aku tanggung jawab agar aku tenang "


"Tidak aku tidak melakukan apa apa "teriak Novi.

__ADS_1


Mereka semua terkepung, Sasa menjadi banyak, dan membuat mereka tak bisa kemana mana.


Namun Chika yang ingin segera mengakhiri semua ini membawa pot bunga dan melemparkan pada hantu itu, dan tiba tiba saja hantu itu berubah menjadi Farah yang sudah berumuran darah.


"Farahhh " teriak Novi sambil berlari kearah Farah dan memangku kepalannya.


"Chika apa yang kau lakukan, apakah kau gila "


Chika hanya bisa mengelengkan kepalannya saja dan tak bisa berkata apa apa, dirinya juga tak menyaka kenapa bisa berubah menjadi Farah tadikan Sasa.


Chika dengan takut segera berlari meninggalkan teman temannya yang sibuk membawa Farah.


**


Mobil pak Bima tiba tiba dihadang oleh mobil yang entah siapa itu.


"Keluar kau " ucap laki laki yang memberhentikan mobil pak Bima.


Dengan cepat Pak Bima segera keluar dan menghadapi laki-laki yang menghadangnya, laki laki itu sedikit paruh baya tapi ya tidak tua tidak muda.


"Saya punya salah apa pak sampai memberhentikan mobil saya seperti ini"


"Kamu tidak menyadari kalau kamu mempunyai salah, saya Menghadang kamu karena ada sesuatu yang harus saya kasih tahu pada anda dan anda harus bertanggung jawab"


"Enteng sekali anda berbicara, kau tahu kau sudah menghamili seorang perempuan dan kau tidak bertanggung jawab, Kau ini laki-laki atau bencong"


"Jaga ucapan bapak "


" Kenapa saya harus menjaga bicara saya, sekarang ada ikut ke rumah sakit atau nyawa Anda taruhannya"


"Tiak saya tidak salah apa-apa maka untuk apa saya ke rumah sakit dan untuk apa. Siapa yang harus saya tengok"


"Berani sekali kau "


Tiba-tiba saja datang dua orang berbadan kekar dan berhadapan langsung dengan Bima.


"Hajar laki-laki ini sampai dia mau bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan pada anakku, kalau sampai dia masih tidak mau ke rumah sakit dan bertanggung jawab maka bunuh saja dia "


"Siap bos "


Laki laki itu segera pergi masuk kedalam mobil dan meninggalkan Bima yang dihajar oleh anak buahnya.


"Ayah akan melakukan apa yang terbaik untuk mu nak, jika orang itu tidak mau mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab maafkan ayah, ayah tidak akan menjamin kalau dia hidup lagi. Ini demi kebaikanmu demi kebaikan hidupmu ayah akan lakukan apapun itu "

__ADS_1


**


"Arum kau ada disini apakah menjenguk bibimu "


"Eh dokter Andrian, tidak aku disini menunggu muridku yang kecelakaan, aku sampai tak sadar kalau rumah sakit ini adalah tempat bibiku dirawat, saking aku syoknya dengan keadaan ini"


"Kalau boleh aku tau kenapa murid mu itu, apa dia terjatuh atau kenapa "


"Kau benar dia terjatuh, dia sekarang koma aku jadi binggung harus melakukan apa, karena ya murid ku yang ini selalu mendapatkan pembullyan, aku takutnya dia didorong oleh temannya "


"Zaman sekarang masih ada bully bullyan kah "


"Tentu ini salah satunya bisa kau lihatkan, dia dibully karena dekat dengab guru, entahlah anak sekarang bisa bisanya melakukan hal kriminal seperti itu, aku dulu saat waktu sekolah tidak seperti ini, maksudku tidak separah ini "


"Ya begitulah, makin kesini Zaman makin berubah, aku doakan semoga muridmu itu lekas sembuh dan bisa melakukan aktifitas seperti biasannya lagi, dan bisa menjelaskan keadaan yang sesungguhnya ya, aku tak ini sulit namun bila di hadapi dengan hati yang tenang pasti akan lebih nyaman "


"Terimakasih dokter "


Dokter Andrian mengangguk dan pergi meninggalkan Arum, sebelumnya dia mengusap dahulu kepala Arum sebelum pergi.


"Apakah harus seperti itu "


Arum yang kaget segera mengusap dadanya "ada apa dengab mu ini kenapa mengagetkan ku seperti itu, "


"Tidak aku hanya bertanya apa harus mengusap kepalamu seperti kucing "


"Kau ini ya aku bukan kucing, bagaimana apakah kau berhasil "


"Tentu aku berhasil dan membuat Farah terluka "


"Kenapa bisa seperti itu, apa yang terjadi kenapa sampai terluka"


"Temannta memukul kepala Farah dengab pot bunga dan akhirnya begitulah, aku tak tau dia mati atau tidak biarkan lah "


"Bagaimana ini "


"Kenapa kau menjadi gelisah sudah biarkan saja, biar dia tau rasa kalau itu tidak baik ok, sekarang aku hanya perlu fokus menunggu teman mu itu, lalu menyelesaikan misi ku lagi "


"Baiklah kau sabar dilu ya, aku pasti akan membantumu ok, aku akan membantumu sampai tuntas, setuntas tuntasnya ya "


"Baiklah Arum, senang bekerja sama dengan anda "


Hantu itu pergi menghilang tanpa jejak, Arum hanya bisa mengeleng gelengkan kepalanya dan dokter Andrian yang ternyata masih ada disana bergidik geri saat melihat Arum berbicara sediri seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2