Misteri Mumi Kiriman

Misteri Mumi Kiriman
Pusing


__ADS_3

“Kita harus menjaga dari para pemburunya, jangan sampai kita lelah dan terambil semua rahasia yang dia simpan pada si sakti itu,“ ujar para detektif, sementara bos mereka si As Kriting itu tengah istirahat menyembuhkan segala luka yang diderita baik itu luka batin, maupun luka ringan di kulitnya dengan berbagai pengobatan modern maupun alternatif yang memakai obat-obat termahal serta ramuan jamu, sampai benar-benar sembuh, sehingga untuk kegiatan selanjutnya sudah bisa berjalan lancar. Tidak ada kata mengeluh lagi akan kondisi fisiknya hanya untuk dipergunakan sebagai alasan yang dicari-curi.


“Benar bagaimanapun dia mesti kita jaga sebisa mungkin, meskipun mesti mempertaruhkan harta si bos, tetap akan kita lindungi mati-matian, semampu kita,“ kata si Detektif ganteng sembari mengepalkan tangan tanda semangat berapi-api yang tak kunjung padam. “Setidaknya sampai misteri itu terkuak. Kalau sudah jelas sih, akan kita buang atau dikembalikan ke negara asalnya, juga tidak jadi soal.“ Semua hanya mengangguk, membenarkan apa yang dikatakan kawannya itu secara benar. Dan benar-benar akan memanfaatkan semua sisa persenjataan yang dipunyai perusahaan kali ini secara maksimal. Sampai musuh benar-benar tak hendak melakukan kecerobohan lain, dengan mendatangi mereka setiap saat yang tak diduga-duga.

__ADS_1


“Bagaimana ketemu?“ ujar para detektif saat melihat detektif lain yang tengah mencari data-data akan kemungkinan keberadaan si mumi tampak.


“Sebagian,“ ujar detektif yang nampak kebingungan sembari mencari lagi dan mengerutkan sebagian keningnya, lalu menggaruk kepala untuk berpikir ulang. “Cari di internet sudah, tapi tak semuanya yang kita butuhkan ada, karena permasalahan ini mungkin belum terbuka, jadi masih tersimpan rapat dalam file pribadi mereka masing-masing.“

__ADS_1


“Di buku terbaru juga tak ada. Buku kuno kita tak memiliki. Mungkin kita mesti mencari di perpustakaan umum, perpus nasional, perpus Aleksandria atau perpustakaan Baghdad, yang banyak menyimpan buku-buku jadul sampai tintanya menghitam itu.“


“Terkadang ada yang belum sempat di unggah oleh mereka yang tahu akan keadaan si mumi tersebut, untuk bisa dipelajari bersama menjadi pengetahuan umum, sehingga menjadi lebih viral, sehingga mengurangi tanda tanya bagi para pemerhatinya.“

__ADS_1


Itu keinginan orang yang membutuhkan. Apa yang diinginkan mesti ada. Tersedia. Tanpa perlu banyak tenaga untuk mencari. Namun tak semua bisa. Bahkan ada sebagian kategori yang menginginkan sebaliknya. Dimana mengharapkan, ada usaha bagi mereka yang menginginkan pengetahuan yang uma sedikit itu. Dan yang sedikit, biasanya membuka jalan buat lebih mengetahui apa yang lebih besar tersembunyi itu. Dalam artian sedikit itu menjadi kunci untuk menguak kebenaran selanjutnya. Tidak terkecuali pada kasus kali ini. Kunci pembukanya belum ketemu. Maka untuk menguak lebih jauh, perlu waktu dalam perjalanannya. Masih ada langkah yang belum tersambung. Perlu penghubung untuk menggapainya. Sehingga nanti bisa melaju hingga kesimpulan akhir yang paling tepat didapatkan.


“Setelah semua benar-benar rampung, kita bisa kembalikan ke museum semula, tempat asalnya, kalau benar, artefak ini memang dia. Jadi, selain pengetahuan kita dapatkan, kita juga bisa menyumbang sebagai bagian dari sisi hati terbaik kita, juga untuk lebih baik keadaan dirinya tersebut, jika berada di dunianya. Tentu ini berhubungan dengan iklim, cuaca, kondisi alam, serta kelembaban udaranya yang sesuai, sehingga mampu secara alami, melindungi dia dalam waktu puluhan abad seperti keadaan sebelum ini.“

__ADS_1


__ADS_2