Misteri Mumi Kiriman

Misteri Mumi Kiriman
Lembah raja


__ADS_3

Kemudian menuju lembah para raja. Dimana para firaun disemayamkan pada ruangan di dalam gua-gua buatan bagi raja-raja itu. Yang dibuat menyerupai istana. Dengan bagian dasar yang kuat karena dari bebatuan alam pegunungan, membuatnya mampu bertahan hingga ribuan tahun. Serta bagian dalamnya hampir tak tersentuh, akibat banyaknya larangan, yang membuat orang-orang enggan menjamahnya, kecuali para pencuri harta yang dengan teganya mengobrak-abrik seluruh ruangan demi bekal kubur yang sangat berharga itu.


“Yang mana ini?“


“Itu di tempat panas,“ ditunjuknya suatu lokasi yang berada di tempat gersang. Tak ada tumbuhan asli. Bahkan pohon ciplukan juga tak ada. Ada palingan kalau dalam pot yang bukan dari situ. Dan sengaja dibawa untuk membuat rimbun lokasi. Jadi panasnya sedikit dikurangi. Karena lokasi ini berada di lahan gersang. Pada suatu pegunungan rendah. Meskipun berada dekat sungai Nil. Tapi lokasinya tak tersentuh air. Berada di seberangnya dahulu adalah istana. Pada timur sungai dianggap tempat kehidupan. Dan disisi barat menurut keyakinan mereka adalah daerah orang mati. Makanya kebanyakan makam berada di daerah barat sungai. Yang secara geografis juga aneh. Dengan batas suatu gurun yang sangat luas. Sehingga kalau orang dahulu berada disana, maka tak akan bertahan lama, sudah kurus kering saja, dehidrasi. Karena secara logika, daerah tersebut sangat gersang yang dengan jangkauan orang atau binatang sekalipun tak akan sanggup melintasinya. Makanya terkenal akan dunianya sebagai milik orang mati. Lain pada daerah timur sungai yang subur. Mungkin dalam jangkauan hari, atau jam saja sudah bertemu dengan perairan lain. Serta yang jelas memang dalam kepercayaan mereka yang meyakini demikian. Seiring tenggelamnya surya, maka tenggelam juga kehidupan yang hanya mengandalkan cahayanya. Sang Re.


“Malahan rendah ya.“


“Iya tapi tak pernah atau jarang tergenang air. Karena memang curah hujan yang tipis. Serta kondisi tanah yang keras. “


Langsung saja mereka menuju ke makam raja itu, sesuai tujuan awalnya, untuk melihat sebagaimana mengerikannya ruangan sempit yang dahulu berisi mumi indah dan harta tak ternilai banyaknya. Mulai dari empat peti kayunya yang membungkus mumi. Serta topeng emas yang begitu indah.


“Nah sini nih.“


“Ini lokasinya.“


“Iya.“


Lokasi yang memang aneh. Kecil. Tersembunyi. Sudah berada di makam orang, sudah itu menurun panjang. Dimana ada empat petak lokasi. Yang keadaannya memang mirip tempat penyimpanan. Juga secara nyata. Disimpan hingga puluhan abad. Tersimpan secara abadi. Dan baru ditemukan sebagai harta karun yang mahal dan berharga. Merupakan harta dari ujung dinasti. Dan namanya terhapus sekian lamanya. Membuatnya menjadikan suatu peninggalan misterius sekaligus membanggakan seiring populernya nama yang abad ini kembali ditemukan.


“Banyak yang mati lo.“


“Kena kutuk ya.“


“Barangkali.“


Semua pekerja menderita yang kali ini mati semua. Memang sudah tua mungkin. Tapi dalam kondisi yang terjadi beberapa saat setelah ditemukan membuat spekulasi bermacam-macam. Ada yang mengira terkena bakteri. Atau terkena penyakit gurun lain. Karena tinggal pada lokasi yang berbeda dengan dunianya. Dan yang paling populer karena terkena bakteri yang terdapat dalam mumi, dan berkembang biak secara alami pada jasadnya hingga berganti ribuan keturunan tetap terperangkap didalam daguing keringnya. Dan seiring dibukanya wadah yang memperangkapnya, membuat bakteri itu mencari inang baru. Para pejerja tersebut, dan merasukinya. Untuk menjangkau bagian lemah ditubuhnya yang sudah terkena penyakit. Lalu dengan spesifiknya memakan bagian rapuh itu, serta berkembangbiak jutaan kali, untuk silih berganti hidup dan mati, hingga menuntaskan detak jantung sang inangnya. Dan berpindah pada tubuh lain sebagai inang barunya. Dan berturut pula memangsa orang-orang terpapar itu. Namun dengan adanya sang penemu yang masih hidup membuat teori kutukan sedikit melemah. Kalau ada kuukan maka semuanya mati. Tapi ini justru yang paling bertanggungjawab, malahan selamat.

__ADS_1


Raja pada tempat ini setidaknya ada 64 firaun, dari berbagai dinasti-dinasti kuat. Terutama dinasti ke-18. Para firaun itu banyak mempunyai nama besar.


“Wah indah ya?“


“Heeh, para seniman kuno yang piawai.“


“Kita ambil gambar?“


Ruangan yang dilukis indah penuh warna-warni dan gambar-gambar dimana berisi kisah hidup dan berbagai petualangan mencengangkan yang menghiasinya. Lukisan-lukisan itu yang bercerita pada generasi selanjutnya untuk dikenang. Ada gambar saat berperang melawan musuh dan kemenangan yang diraihnya.


“Gambar apa ini.“


“Itu tongkat raja.“


Ada gambaran sang raja tengah berburu. Sehingga dapat dibayangkan kalau hal tersebut merupakan kebanggaan buat seorang raja, andai berhasil menangkap hewan buruan. Sehingga tanpa memperdulikan fisik lemahnya, seorang calon raja akan melakukannya dengan disaksikan rakyat untuk membuktikan kalau dia kuat. Dan hasilnya sungguh fatal. Dengan kondisi lingkungan yang tak stabil, maka goncangan kereta membuat cacat sang raja bertambah parah hingga membuat dia jatuh dari kereta. Dan menambah lukanya bertambah. Belum lagi sakit malaria yang diidapnya, karena tinggal disekitar sungai, maka nyamuk berkembang biak dengan indahnya, hingga mampu menembus istana, dan menularkan penyakit berbahaya itu padanya.


“Kok....“


“Kecil. Beda dengan ruang lainnya.“


“Tapi ada empat.“


Di ruang kecil dan tersembunyi yang dikira sebagai suatu tempat tak terduga dimana kematiannya tiba-tiba akibat kecelakaan atau penyakit.


Pada ruang tak semestinya jika dibandingkan raja lain yang sangat besar dan luas. Padanya hanya satu ruangan kecil saja. Sehingga banyak yang memperkirakan kalau kematiannya mendadak, belum ada persiapan untuk 70 hari kematiannya, yang mesti dimakamkan pada kubur yang bagus, sebagai perjalanan menuju ruang abadinya.


“Kosong begini.“

__ADS_1


“Ini.“


“Dulu tempat raja“


“Pinjam sandal emasnya yuk....“


“Sudah rapuh lah.“


Ditemani harta berlimpah. Mulai dari mainannya dimasa kanak-kanak, topeng milik leluhurnya, juga tongkat antik lainnya yang sangat mewah. Topeng kematiannya itu diperkirakan seorang wanita. Ini kalau membandingkan dengan patung kayunya, dan analisa wajah dengan komputer yang memperlihatkan kalau gambarannya memang sangat berbeda. Topeng wanita yang mungkin milik ibunya itu entah mengapa dipakaikan padanya disaat kematiannya. Tongkatnya dahulu juga ditemukan sangat banyak, yang dipakai untuk membantunya berjalan. Dan semua masih tersimpan baik dalam ruangan sempit itu.


“Ada anak kecil ya.“


“Belum lahir lah.“


Anaknya juga dimumikan, ada dua mumi bayi dan berdasarkan penelitian, itu anaknya yang bersamanya untuk bersama ke alam lain. Dan dimungkinkan anaknya tak sempat menghirup udara di luar kandungan alias mati dalam rahim. Dengan melihat kenyataan ini maka bisa diperkirakan kalau mumi bayi itu meninggal karena rentan terhadap penyakit akibat perkawinan tak sewajarnya dari satu keluarga. Sehingga kekebalan dan daya tahannya terhadap penyakit benar-benar rapuh.


Memang yang mengherankan, tak ada mumi istrinya di dalam ruangan tersebut. Yang membuat perkiraan sang istri kemudian kawin dengan firaun selanjutnya berdasar cincin yang ditemukan.


“Istrinya kali bukan istri.“


“Hehe....“


“Bercincin orang lain sih.“


“Pengawalnya.“


“Wasir kali,“

__ADS_1


Mereka mampir ke museum, sebelum kembali ke tanah air, dengan naik pesawat yang sama dan tak pergi kemana-mana lagi.


__ADS_2