
“Gawat!“ ujar para detektif yang merasa panik. “Mereka menyerang lagi.“
Terlihat ada suatu gerakan aneh pada gerbang depan. Sesuatu yang mengerikan. Satu penyerangan. Berikutnya mungkin pintu itu akan dengan mudah di hancurkan. Terbuka dan orang itu segera bisa menerobos masuk. Apalah kekuatan sebuah benda mati. Tentunya dilakukan jika oleh suatu manusia yang mempunyai pemikiran merusak yang nantinya akan dengan mudah terpatahkan kekuatannya.
Segera saja mereka melihat melalui kamera depan. Biar semuanya tahu. Kamera yang bisa di setel agar mengikuti kemauan operatornya. Sehingga sang pemilik yang memasang peralatan canggih itu dengan mudah mampu menggunakan peralatan tersebut untuk diketahui apa yang diinginkannya sebelum itu. Alat ini mampu menjadi mata buat sang pemilik. Dimana dia hanya terbelenggu pada batasan ruangan di mana dia berada, sementara kalau menggunakannya, dia lebih leluasa, untuk mengetahui keberadaan musuh, suasana, serta lingkungan yang sebelum ini aman, tapi berubah mencekam, dengan adanya keanehan situasinya. Perubahan di sekitar gerbang itu membuat kacau sekitarnya serta membuat ngeri bagi para pelihat nya. Itu yang terus diamati dengan kamera tersebut. Yang menjadikan suasana yang jauh nampak demikian dekat dan mampu diamati secara detail lika liku nya.
“Bagaimana ini?“
“Ayo kita melawannya.“
“Juga As Kriting segera kenakan seragam superhero nya,“ kata profesor. Kali inilah kepentingannya. Yang membuat si orang sakti itu mesti berubah menjadi lebih sakti lagi dengan segala peralatan yang dipergunakan khusus baginya sebagai alat pertahanan diri yang sangat diperlukan oleh keseluruhan penghuni rumah mewah tersebut, namun bisa jadi tak akan indah lagi kalau terus dihancurkan luluh lantak oleh si pendatang yang arogansi nya kali ini begitu tinggi tersebut. Dia yang di luar sana itu, pasti dengan segera akan membuat bertambah mengerikannya suasana. Jika sudah berhasil menjebol gerbang depan, maka pintu selanjutnya yang berikutnya menjadi sasaran. Ini akan semakin membahayakan bagi para penghuni rumah. Dan keadaan berikutnya sudah bisa dipastikan tanpa perlu meramalkannya. Akan tembus. Dan menjadi pertanda buruk.
“Baiklah aku akan segera berubah,” ujar Bos Tur yang langsung masuk ke ruang pribadinya serta mengenakan pakaian superhero nya. Ini waktu untuk berubah lagi. Tentu saja manusia perlu berubah. Dari lemah menjadi kuat. Atau sebaliknya. Dan itu sudah menjadi kebiasaan. Secara umum malahan. Orang yang sebelumnya kuat, maka pada periode waktu yang dijalani akan membuatnya lemah. Ini berjalan secara alamiah. Dengan mempertimbangkan kondisi tulang tentunya. Dan akan semakin cepat melemahnya, andai ada sesuatu yang menyebabkannya. Biasa disebut penyakit. Penyakit itu yang membuat sesuatu menjadi sakit. Orang sakit akan membuat si sehat semakin rapuh. Kekuatannya menurun, tenaganya juga hilang. Dan ternyata penyakit tak hanya pada manusia. Juga pada barang. Yang kuat sekalipun. Besi kalau kena penyakit akan keropos. Kayu juga. Tapi segalanya dilihat pada benda apa yang dilihat. Jika besi tentu akan lebih kuat daya usianya dibandingkan kayu. Juga pengaruh lingkungan. Serta materi apa yang membuatnya menjadikan penyakitan. Besi akan kena penyakit jika di udara bebas, namun semakin cepat terkena kalau berada di air bahkan pada air bergaram yang tinggi, maka penyakit karatnya itu semakin membuatnya lunak kemudian luluh. Sedangkan kayu jika berada pada suatu suhu normal, serta berada di tempat terlindung, maka akan kuat hingga ribuan tahun. Untuk inilah lingkungan juga yang membuat pengaruh suatu penyakit akan cepat atau melunaknya keadaan tersebut.
Terdengar pintu depan mulai di dobrak dengan kekuatan geledeknya yang sangat menyeramkan. Dan kekuatan dasyat tersebut, pastinya bakalan segera berhasil menembus pintu gerbang yang sangat kokoh namun tak demikian halnya buat para pahlawan bertopeng musuh, yang sangat dasyatnya itu.
__ADS_1
Kalau mereka tetap berada pada ruangan tersebut, pasti lama-kelamaan akan ketemu dengan kondisi lokasi yang hancur luluh. Makanya mereka segera melakukan penjemputan di halaman depan rumah pertahanan tersebut.
“Segera kita keluar.“
“Kita hadang dia.“
“Dan persiapkan senjata untuk menghadapinya.“
Itu yang kemudian dilakukan oleh As Kriting dengan tujuh detektif mentornya.
Dengan senjata-senjata canggih yang siap ditangan.
“Hai... jangan main rusak ya!” ujar As Kriting keras. Dia langsung menghadapi musuh dengan dukungan para koalisi para detektip yang cerdas-cerdas itu.
“Keluar kau...“ ujar si Bledeg mengancam, tak mau kalah gertak mereka.
__ADS_1
Jumlahnya sangat banyak. Terutama bagi mereka yang dalam kondisi sedikit pastinya.
Setidaknya ada tujuh rekan mereka yang menyelimutinya. Dan bikin keonaran.
“Rasakan ini,“ mereka langsung main gempur.
Petir-petir segera keluar dari langit di atas mereka yang sebelum dipukulkan tampak gelap gulita disekitarnya, berikutnya terdengar suara keras, akibat kekuatan hebat dilampiri guntur menggelegar dahsyat.
Mereka menyerang sangat terarah.
Melihat hal ini, mereka langsung berusaha berlindung atau menyembunyikan diri dari segala masalah tersebut.
Namun berikutnya dibalas dengan semua senjata yang ada. Para detektif menyerang balik dengan melempar tombak atau menembakkan segala sesuatu yang ada di tangan mereka
Pistol-pistol berisi peluru perak dan emas segera menderu buat menerjang musuh.
__ADS_1
Mereka terus menggempur. Saling serang.
Si Geledek terus menyerang dengan bledeg dasyatnya. Dan para detektif dengan sekali-kali menghindar melindungi diri berusaha menembakkan pelurunya.