
Setelah turun dari pesawat langsung menuju ke piramida. Jumlahnya sangat banyak. Dengan biaya pembuatan yang pastinya sangat besar untuk ukuran pada masa itu. Mungkin lebih banyak pengeluarannya dari semua harta yang Bos miliki.
“Ini piramida terbesar.“
“Itu....“
“Hooh.“
“Ngeri yah....“
“Iyalah.“
“Tapi kalau dilihat dari jauh nampak anggun dan halus. Seperti gunung saja. Menjulang sangat tinggi.“
Didekati piramida-piramida raksasa itu. Menurut kabar, kalau dahulu, memang bagian luar piramida juga halus, terbuat dari marmer yang indah sebagai lapisan luarnya. Sehingga nampak berkilauan kala matahari menyinarinya dan dipantulkan sinar itu menembus mata. Dari luar angkasa juga terlihat jelas.
Bahkan piramida yang terkecil dalam komplek itu saja, bisa lebih gede dari gajah bengkak sekalipun.
__ADS_1
“Batunya gede-gede. Mengangkutnya bagaimana ya?”
“Beramai-ramai dong. Kebanyakan dengan menariknya dan ada yang mendorong dengan pengungkit tapi teknologi masa itu paling dengan menarik beramai-ramai pakai tali yang dibawa jauh dari pegunungan yang sebelumnya dihanyutkan menggunakan perahu lewat sungai nil itu. Barulah setelah dekat lokasi ditarik beramai-ramai bisa jadi Jalanan Pasir Itu dikasih kayu bulat yang memudahkan jalannya batu-batu besar tadi. makanya kebanyakan piramida letaknya di barat sungai yang tak jauh dari sungai tersebut. “
Banyak yang mati muda. Para pekerjanya itu. Sebagian besar memang dibayar terutama buat yang pandai-pandai. Namun banyak yang merupakan budak dan di paksa membantu mengerjakannya.
Banyak catatan mengatakan akan hal itu. Mereka ini orang yang kalah perang atau memang terlahir menjadi budak.
Dan para pekerja, ada yang menjadi mumi. Dari mumi inilah diketahui penyebab kematiannya, yang kebanyakan karena patah tulang belakang, atau rusaknya tulang punggung, akibat membawa beban berat.
“Yuk masuk kita mesti ke ruang tempat mayat."
Banyak ruang ternyata. Selain tempat utama Untuk meletakkan mumi sang raja Juga di pakai untuk keluarganya Meskipun tak pasti Sebab para permaisuri sudah dibuatkan piramida sendiri.
Bahkan ruangan itu sengaja dibiarkan kosong agar para pemburu harta bisa terjebak. Mereka menyangka sudah menemukan tempat harta. Nyatanya kosong. Bahkan tak jarang pada satu sudutnya dipasangi perangkap. Ada yang Cuma racun biasa, atau bakteri yang bertahan ribuan tahun. Hal ini untuk mengecoh para pencuri. Yang ternyata sudah ada sejak jaman dahulu kala. Dimana selalu tumbuh. Meskipun hukuman berat juga ikut menyertainya. Bagaimana sampai ada yang dipotong tangannya, kaki serta kepalanya. Atau Cuma ditonjok warga sampai bonyok. Tapi kejahatan kecil ini terus ada. Sepanjang manusia itu juga ada. Baru hilang setelah manusia lenyap. Atau justru sebelum manusia ada. Nyatanya mahluk lain juga berbuat demikian. Mereka akan mencuri makanan, atau mengambil suatu mangsa dari induknya yang kuat. Pencurian secara alami. Ular mencuri telur burung saat induknya pergi. Sebab kalau melawan induknya juga akan beresiko. Selain bertarung yang belum tentu menang, kalau menang akan menderita luka-luka. Seiring kuatnya sang induk untuk mempertahankan miliknya. Demikian juga dengan Baboon, kalau dia lengah, maka anaknya akan dicuri Hyena. Dan itu sangat menyakitkan.
Adanya ruang yang kosong barangkai untuk sirkulasi udara sehingga dihubungkan dengan lorong di luaran. Serta ada lubang buat ruang utama itu melihat bintang yang dibuat lurus. Seakan para raja dahulu meyakini kalau nyawanya akan menjadi kelipan bintang diatas sana, yang terus bisa memantau keberadaan keluarganya di bumi. Dengan menjadi sinar, maka keluarga akan selalu ingat padanya. Mendoakan, serta mengenang akan keperwiraan yang pernah dilakukan demi kelangsungan keturunannya itu. Serta kelip-kelip itu pertanda suatu yang abadi. Bersinar terang. Dan membuyarkan angkuhnya kegelapan malam. Diatas sana para roh menunggu yang lain untuk mengikuti jejaknya mewartakan perdamaian sehingga keabadian yang akhirnya didapatkan.
__ADS_1
“Kemana kita sekarang?“
“Kita terus susuri jalanan lorong ini.“
“Nampaknya ke bawah.“
“Tambah pengap ya?“
“Udara terperangkap soalnya.“
Ada ruang di bawah tanah, nampaknya belum selesai ini kelihatannya entah mau dipakai untuk apa mungkin rahasia. Bisa jadi untuk tempat sang raja sendiri atau memang untuk tempat air kala banyak curahannya yang menggenangi piramida ini juga yang mengindikasikan kalau beberapa ruangan dibuat setelah piramida jadi atau batu-batu raksasa itu telah terkumpul. Tidak pada rancangan awalnya.
Jadi mereka mengeruk batu yang telah tersusun. Dan ruang bawah tanah ini contohnya dimana belum sempurna pengerjaannya.
Saluran air ini dibuat sebagai bagian dari perjalanannya yang sebagian mungkin telah direncanakan namun yang lainnya dibuat sebagai bagian memperbaiki keadaan dimana mereka menjaga agar air tak merusak bangunan.
Daerah ini kering makanya banyak benda yang terawetkan dengan sendirinya namun suatu ketika datang hujan yang tak pasti dan airnya menggenangi bagian dalam piramida dan pada beberapa tempat pastinya tak berjalan lancar. Maka mereka membuat saluran tambahan guna membuang genangan tersebut.
__ADS_1
Atau ruang bawah tanah itu mau dipergunakan sebagai kubur raja yang sesungguhnya. Setelah mengetahui kalau keberadaan ruang pada titik utama selalu ditembus oleh para pencuri, sehingga mesti dipindahkan ke suatu tempat yang paling rahasia. Nyatanya, pada suatu kasus, sang raja dimakamkan pada suatu lembah di tempat yang jaraknya sangat jauh. Padahal semua mengira ada di piramida besar itu. Karena bangunan sudah jadi, bekal kubur juga ada, serta perahu arwah dikubur didekat piramida yang mengangkut jaadnya tersebut. Nyatanya mumi justru didapatkan pada tempat yang sangat jauh, ratusan kilometer dari piramida. Ini membuat banyak spekulasi. Jangan-jangan mumi itu memang dahulu ada di piramida, lalu dipindahkan ke suatu lembah, karena para generasi pemujanya menginginkan lokasi suci penguburan bukan dalam piramida yang sempit dan mudah runtuh. Atau memang seperti pada pembicaraan awal, bahwa mumi itu sengaja disembunyikan agar tak ditemukan oleh para perusak. Hal ini banyak terjadi di masa lalu. Bagaimana jenghis khan mesti merahasiakan kuburnya, dengan membuatnya rata dan diinjak-injak ribuan kuda serta 3000 pengawal yang memakamkannya dibunuh untuk tak membocorkan rahasia. Atau firaun sendiri yang mesti menghapus nama serta peninggalan terdahulunya agar hilang dari sejarah. Semua ini dilandasi berbagai kepentingan. Kalau jenghis khan memang disamarkan biar kuburnya tak dirusak musuh, dan nama besarnya tak dilecehkan. Sementara para raja mesir itu menghapus mereka agar kekuasaan sang raja yang bertahta bisa langgeng dalam memerintah hingga akhir hayatnya. Demikian juga dengan firaun ini, kelihatannya untuk menyembunyikan dari para pencuri harta, ini dilihat dari kubur rahasia yang belum terpakai, lokasinya benar sangat tersembunyi, bahkan tak terdeteksi hingga tiga ribu tahun, dan dialihkan pada kubur lembah yang lain, yang justru lebih dulu ditemukan.