Misteri Mumi Kiriman

Misteri Mumi Kiriman
Wisata


__ADS_3

Ada yang wisata ke tempat indah untuk menghilangkan pikiran buruk yang sudah terkuras sejauh ini.


“Wah bagus ya.“ Mereka terus takjub. Untuk tempat wisata tersebut. Yang kali ini semakin banyak. Sebab bentukan yang terasa biasa, jika ditata dengan apik, maka akan bisa ternikmati keindahannya juga. Sebab orang-orang di luar sana belum tentu melihat bentukan itu sebelum ini. Sehingga jika sesuatu yang belum dilihat, serta kali ini mampu menatapnya, maka akan terasa rasa indahnya itu. Namun, bila diulang berkali-kali, maka rasa itu segera hilang. Dan membaur bersama onggokan bentukan liarnya. Berbeda dengan yang satu kali itu melihat, akan teerkenang. Bahkan jika masih menyuka, ingin kembali lagi. Manusia akan membutuhkan suatu yang baru. Untuk pemandangannya, untuk pengalamannya, juga untuk hiasannya yang megah dan menarik mengisi berbagai memori ingatan nya yang terus menerus minta di isi.


“Benar, bukitnya benar-benar memukau.“ Itulah, hanya satu bentukan gunung pendek. Tapi bagi orang jauh yang tak biasa melihat, dia akan terkenang. Atau orang sekitar yang lama menghilang merantau pada suatu rantauan yang jauh. Dia akan ingin melihat sebuah tempat tersebut guna mengisi rasa bangga serta kemajuan daerah di masa kecil nya untuk dapat di rasakan juga pada orang lain sebagai kawannya, untuk mau melihat keindahan tersebut. Dan bukan suatu rasa bangga akan suatu kebiasaan tempat tinggalnya yang rata-rata memang seperti itu. Kebiasaan pada sebuah tempat. Hanya itu dan itu saja. Maka suatu tempat yang berbeda membuatnya akan mengenang pada pemikirannya. Yang sebelumnya pada pandangan apa yang dilihatnya untuk ternikmati sesaat lamanya, guna mengisi bagian terbesar dari suatu kerutinan yang menjemukan, hingga kini mengembalikan pikirannya pada suatu rasa tenang, rileks, serta memulai kembali akan rutinitas yang terkadang menjemukan untuk kesehariannya sebagai penopang kehidupannya yang membuat bertahan.


“Sangat indah dan terlihat halus.“


Dari tempat sejuk itu, terlihat sangat bagus. Jurang-jurang nampak dalam namun dikejauhan itu bagaikan hamparan kalasa yang halus. Dan tebing tinggi yang menjulang, seperti beludru kelabu nan mempesona. Juga pepohonan hijau semakin membuat mata bertambah hijau. Mengembalikan pemikiran yang sudah hilang dipergunakan demi masalah yang sangat pelik untuk terselesaikan dengan gemilang.

__ADS_1


Dua detektif, si Cantik dan si Hitam Ikal ke pantai. Sembari naik kuda dan menyusuri keindahannya, sembari merasakan dinginnya air laut. Ombak-ombaknya saling berkejaran. Menyisakan buih yang terseret di pantai. Dan menghaluskan tepiannya yang membenamkan kaki-kaki para batari yang melintas di atasnya.


Detektif yang profesor berdua lebih suka duduk-duduk di teras. Dengan sekali waktu tetap ke lab-nya. Dan melanjutkan berkreasi membuat peralatan canggih yang bisa dipergunakan membantu dunia dalam menjaga perdamaiannya.


Bos Tur, pergi terapi di lereng gunung sunyi. Untuk penyembuhan lara tubuh serta luka batin, akibat banyaknya biaya yang keluar demi terselesaikannya masalah ini. Tapi karena hartanya yang terlampau banyak, semua akan kembali dalam sekejap. Tinggal menunggu hasil dari perusahaannya yang banyak serta semua aset lainnya, yang menghasilkan.


Detektif tampan bertemu dengan neneknya yang masih cantik. Sehingga biasa dipanggil nenek cantik.


“Menyelesaikan kasus yang sangat hebat.“

__ADS_1


“Apa itu?“


“Mumi mengerikan dan terkutuk.“


“Wah, kalau aku ikut pasti sangat mengesankan.“


“Benar nek.“


“Sayang.... “

__ADS_1


Dia masuk ke kamar. Tidur dalam sekejap dan berharap dapat mimpi indah.


__ADS_2