
“Meskipun begitu, kita mesti terus menyelidikinya, darimana dan bagaimanapun cara mendapatkannya, karena kita ingin tahu, seberapa hebat misteri yang berhasil dia sembunyikan dibalik keringnya tubuh yang kerontang itu. Hanya cepat atau lambat kita tak tahu. Kalau semakin cepat kita mendapatkan kuncinya, maka kemungkinan kita dapatkan informasi lanjutan bakalan segera itu pula didapat. Namun kalau awalnya saja sudah belibet, maka kelanjutannya juga sudah pasti akan sulit kita akhiri. Dan rasa ingin tahu kita bakalan semakin besar. Karena itu juga yang menjadi pekerjaan kita. Dimana bos menggaji kita untuk hal sepele begini. Meskipun tak kunjung kita kuak. Dan jika kita keluar dari masalah ini, maka misteri lain juga pasti sudah menunggu. Mereka akan segera mengantri akan kepiawaian kita dalam memecahkan suatu kasus. Untuk itu sebisa mungkin kita mesti mendapatkan data awalnya.“
“Bagaimana kita bisa menyelidikinya, kalau data yang kita butuhkan itu, tak lengkap begini. Dia hanya menjadi semacam mayat tak hidup, yang terdiam dalam tidur panjangnya yang damai. Namun bagi kita memang terlihat sangat mencurigakan. Keadaannya, kedatangannya, juga pada mereka yang menginginkannya, sehingga menambah kita semakin penasaran. Begitu juga akan tertutupnya dia, sehingga tak ada berkas yang berkaitan dengannya di manapun, belum didapat.“
__ADS_1
“Yang jelas, hampir tak ada tambahan informasi mengenainya, yang berhasil kita dapatkan untuk kali ini,“ ujar detektif cantik, detektif item dan ganteng yang baru usai mencari segala data yang ada di rumah mewah tersebut. Kebanyakan data yang mereka obrak-abrik dari segala file tetap mengatakan kalau mumi raja itu, ada di museum pada negerinya. Tak ada info tentang kepergian, dari penyimpanan yang dijaga super ketat oleh pihak berwenang didalam negerinya yang sangat melegenda tersebut, atau dia jalan sendiri keluar dari tempat persembunyian atau penyimpanannya di dalam museum sembari menempati empat peti juga tidak ada datanya. Yang sedikit berbeda dengan kondisi saat ini yang jelas terlihat didepannya.
“Kau jangan menakut-nakuti dong!“
__ADS_1
“Biar dia istirahat lagi dahulu, nanti kita selidiki kembali. Kalau istirahatnya, istirahat kita juga, semuanya kembali fresh. Sehingga berpikir untuk mengeluarkan 132 IQ itu, bisa benar-benar maksimal dikeluarkan. “
“Kita tutup dulu sebentar tentang kasus ini, petinya juga dan segala keingintahuan kita, untuk membebaskan diri dari lelah.“
__ADS_1
Itulah akhirnya. Akibat kebuntuan. Membuat mereka ingin mendinginkan diri. Akan otak kerjanya. Akan segala kemampuan. Juga biar semua bisa normal. Untuk bisa melangkah lebih lanjut.